Mei 10

0 comments

Kenali Apa Itu SPT Tahunan, Berikut Pengertian dan Isinya!

Setiap wajib pajak, baik perorangan maupun badan usaha yang mempunyai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) mengharuskan mengajukan surat pemberitahuan tahunan (SPT) pajak penghasilan (PPh). Agenda rutin tahunan bersifat wajib dan mengikat. 

Meski begitu, pemahaman terkait wajib pajak masih kurang optimal. Tidak mengherankan banyak perorangan dan badan usaha terkena sanksi akibat lalai mengurus SPT tahunan. Untuk mencegah timbulnya sanksi, penting bagi Anda mengenal apa itu SPT tahunan dengan baik. Kalaupun nantinya SPT tahunan bermasalah tidak perlu khawatir, Anda bisa berkonsultasi dengan konsultan pajak.

Apa itu SPT Tahunan?

Ssetiap warga negara atupun badan usaha yang mempunyai  Nomor Pokok Wajib Pajak atau NPWP wajib melaporkan SPT. Surat Pemberitahuan Tahunan ini memuat jumlah total pendapatan bruto dan pajak yang telah disetor kepada negara, baik melalui platform DJP Online atau aplikasi mitra resmi Direktorat Jenderal Pajak.

Kewajiban melapor SPT ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum Perpajakan (KUP), yang menetapkan sanksi berupa denda bagi siapapun yang tidak memenuhi kewajiban melaporkan SPT. Untuk itu, sebagai wajib pajak jangan sampai lalai dalam melakukan pelaporan, baik lewat tanggal ataupun tidak melengkapi yang data. Namun jika bingung atau mengalami kendala saat menangani pajak, Anda bisa menggunakan layanan konsultan pajak profesional dari D’Consulting.

Persiapan Lapor SPT Tahunan

Sebelum menyerahkan SPT Pajak, wajib pajak perseorangan maupun badan usaha harus memenuhi sejumlah persiapan. Selain menyiapkan EFIN, berikut beberapa persiapan lengkap yang perlu Anda serahkan:

Persiapan Lapor SPT Tahunan Pribadi

  1. Bukti Pemotongan PPh, Perusahaan tempat individu bekerja memberikan berkas ini. 
  2. Pencatatan Penghasilan Kotor, adalah ringkasan catatan pendapatan bruto setiap bulan saat menjalankan aktivitas usaha atau pekerjaan bebas.
  3. Pembukuan, terdiri dari laporan keuangan dan neraca wajib pajak yang melakukan pencatatan keuangan secara terperinci.
  4. Bukti Bayar, persiapkan dokumen pembayaran PPh Final, seperti PPh 25 atau PPh 29. Namun, jika tidak ada, Anda bisa mengabaikannya.
  5. Rincian Harta, mencakup detail hutang yang harus dibayar beserta bunganya, yang harus diselesaikan hingga akhir bulan Desember.
  6. Kartu Keluarga dan KTP, dokumen identitas ini diperlukan untuk menyesuaikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dengan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) jika NIK belum valid.
  7. Lampiran, lampiran SPT Tahunan lain sesuai PER-02/PJ/2019.
BACA JUGA:  Pajak Bisnis Outsourcing : Memahami Pajak yang Harus Dibayarkan

Persiapan Lapor SPT Tahunan Badan Usaha

  1. Dokumen Pendirian Usaha, ini merupakan dokumen resmi yang menunjukkan pendirian dan legalitas perusahaan, seperti akta pendirian atau anggaran dasar perusahaan.
  2. Dokumen izin usaha, dokumen yang menunjukkan bahwa perusahaan memiliki izin resmi untuk menjalankan kegiatan usaha tertentu, yang dikeluarkan oleh otoritas yang berwenang.
  3. SPT Masa, Surat Pemberitahuan Masa yang harus disampaikan oleh perusahaan kepada Direktorat Jenderal Pajak (DJP) setiap bulan atau triwulan, tergantung pada jenis dan ukuran perusahaan.
  4. Laporan keuangan sudah diaudit, Laporan keuangan perusahaan yang telah diperiksa dan diaudit oleh auditor independen untuk memastikan keakuratan dan keandalannya.
  5. Formulir SPT PPh Badan 1771, Formulir yang digunakan perusahaan untuk melaporkan pajak penghasilan badan kepada DJP, mencakup informasi tentang pendapatan, biaya, dan pajak yang terutang.

Jenis Formulir SPT Tahunan

Jenis formulir SPT Tahunan merupakan beragam formulir wajib pajak untuk melaporkan informasi keuangan dan pajak mereka kepada Direktorat Jenderal Pajak (DJP) setiap tahun. Untuk mengaksesnya bisa secara online maupun offline secara mandiri atau menggunakan konsultan pajak profesional seperti D’Consulting agar lebih mudah. Adapun jenis formulir SPT Tahunan sebagai berikut:

1. SPT Tahunan 1770SS

Formulir wajib pajak yang pendapatan kotornya tidak melebihi 60 juta rupiah per tahun. Selain itu, formulir ini berlaku untuk individu yang hanya bekerja untuk satu perusahaan atau lembaga selama setahun penuh.

2. SPT Tahunan 1770S

Bagi wajib pajak yang tergolong sebagai karyawan dengan pendapatan kotor melebihi 60 juta rupiah per tahun atau yang telah bekerja untuk dua atau lebih perusahaan dalam kurun waktu satu tahun.

3. SPT Tahunan 1770

Formulir ini untuk individu yang memperoleh penghasilan tambahan selain dari pekerjaannya, baik itu kurang dari 60 juta rupiah atau melebihi jumlah tersebut per tahun. Jenis SPT ini juga untuk wajib pajak non-karyawan.

BACA JUGA:  Pelaporan Pajak Untuk Anda Yang Usaha Online Shop

4. SPT Tahunan 1771

Khusus untuk wajib pajak badan, SPT 1771 merupakan satu-satunya jenis formulir yang tersedia bagi entitas seperti Perseroan Terbatas (PT), Commanditer Venture (CV), Usaha Dagang (UD), organisasi, yayasan, dan perkumpulan. Berbeda dengan SPT Tahunan personal yang mungkin memiliki beberapa formulir, entitas korporasi yang menggunakan SPT 1771 tunduk pada proses pengajuan dengan satu formulir saja.

Bagaimana Cara Mengatasi SPT yang Bermasalah

Mengatasi SPT yang bermasalah melibatkan serangkaian penyelesaian. Ini bisa mencakup pengecekan ulang informasi yang dimasukkan hingga harus mengajukan perbaikan pada Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Permasalahannya, penyelesaian pajak ini cukup rumit dan nyaris sulit untuk secara pribadi menyelesaikannya, sehingga berpotensi terkena sanksi administratif. Untuk itulah wajib pajak pribadi atau perusahaan penting menggunakan layanan konsultan pajak profesional seperti D’Consulting.

Konsultan pajak D’Consulting berpengalaman membantu lebih dari 300 perusahaan dalam permasalahan serupa. Pada kasus-kasus tersebut, konsultan pajak D’Consulting menemui persamaan masalah yang perusahaan maupun perorangan sering temui. Tentu saja, kendala tersebut menemukan penyelesaian terbaik oleh D’Consulting. Jika Anda membutuhkan konsultan pajak terbaik, Anda bisa menghubungi D’Consulting. Bersama D’Consulting, Anda tak perlu merasa sendirian dalam menghadapi tantangan. Bergabunglah dengan lebih dari 450+ perusahaan yang telah kami bantu di Indonesia, dan temukan solusi yang tepat untuk mengoptimalkan bisnis Anda. Informasi lengkapnya

Klik disini!

 


Tags

akuntansi, arus kas, bayar pajak, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, kantor akuntan publik, karyawan, kena pajak, keuangan, keuntungan, konsultan bisnis, konsultan keuangan, konsultan manajemen, konsultan pajak, kuliner, laba rugi


You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top

SIAP KEMBANGKAN BISNIS!

Otomatisasi Bisnis dengan Metode PSF

Sudah bukan jamannya bisnis malah bikin stres..

Hari
Jam
Menit
Detik