April 14

0 comments

Baru Buat NPWP Kok Sudah Disuruh Lapor SPT Tahunan

Pak, NPWP saya baru saja terdaftar! Tapi kok saya tiba-tiba di suruh lapor SPT Tahunan, dan bahkan ada pilihan tahun-tahun yang sebelumnya? STOP panik! Baca artikel ini hingga habis untuk menemukan jawabannya.

Pertanyaan di atas di lontarkan oleh sobat di YouTube DConsulting seperti pada gambar berikut.

spt tahunan

Pemerintah memberikan kesempatan kepada Wajib Pajak untuk melaporkan atau mengungkapkan kewajiban perpajakan yang belum di penuhi secara sukarela melalui Program Keterbukaan Sukarela atau PPS. Program PPS sendiri sudah berjalan mulai 1 Januari 2022 dan akan berakhir pada 31 Maret untuk Pajak Penghasilan (PPh) orang pribadi dan 30 Juni 2022 untuk Pajak Penghasilan Badan.

Yang wajib melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) adalah mereka yang telah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) sebagai Wajib Pajak.

Lantas bagaimana jika Wajib Pajak baru saja membuat NPWP? Apakah Anda perlu melaporkan SPT tahunan Anda juga? Lebih jelasnya Anda dapat menonton video berikut ini terlebih dahulu.

Apakah wajib lapor SPT Tahunan?

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengatakan, wajib pajak yang tidak bekerja tetapi sudah memiliki NPWP tetap wajib melaporkan SPT Tahunannya.

DJP menghimbau kepada wajib pajak yang belum bekerja tetapi sudah memiliki NPWP untuk mengecek terlebih dahulu apakah NPWP tersebut aktif atau tidak. Jika aktif, wajib pajak yang bersangkutan harus melaporkan SPT tahunan setiap tahun.

Untuk melakukan pengecekan NPWP secara mandiri, Anda dapat mengakses ereg.pajak.go.id/ceknpwp dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK).

Validasi juga dapat dilakukan melalui layanan telepon DJP 1500200, live chat di laman tax.go.id atau melalui Twitter.

Setelah di ketahui NPWP Anda berada pada status aktif, Anda harus melihat pada penghasilan Anda. Apabila Anda memiliki sumber penghasilan, baik itu bekerja, berbisnis, dll, Anda harus melaporkan SPT Tahunan pada 1 tahun terakhir.

Namun apabila Anda dalam kondisi tidak memiliki sumber penghasilan, lebih baik Anda mengajukan status non-efektif pada NPWP Anda. Apabila Wajib Pajak sudah tidak bekerja dan tidak mempunyai penghasilan, maka pada saat mengisi SPT Tahunan pada bagian penghasilan, mohon di isi dengan keadaan yang sebenarnya.

Selanjutnya, dalam hal Wajib Pajak tidak lagi bekerja atau tidak mempunyai penghasilan dan memenuhi kriteria penetapan Wajib Pajak tidak efektif sesuai dengan Pasal 24 ayat 2 PER-04/PJ/2020, Wajib Pajak dapat mengajukan permohonan bukan Wajib Pajak yang efektif. penentuan.

Cara mengajukan status wajib pajak non-efektif

Permohonan dapat di ajukan secara tertulis kepada KPP terdaftar dengan dokumen-dokumen berikut di serahkan secara langsung/melalui pos/layanan percepatan dengan bukti pengiriman. Berkas yang di maksud adalah:

1. Formulir Penetapan Wajib Pajak Tidak Efektif
2. Surat Pernyataan dan
3. Dokumen pendukung

Sementara untuk ketentuan selengkapnya dapat di lihat pada Pasal 24 sd 28 PER-04/PJ/2020.

Selain di KPP terdaftar, penyampaian juga dapat dilakukan melalui layanan telepon DJP di 1500200 dan live chat di laman tax.go.id pada jam kerja.


Tags

bayar pajak, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, karyawan, kena pajak, keuangan, kuliner, lapor pajak, mengatur keuangan, modal, online, pajak, pajak bisnis online, pajak dokter, pajak hotel, pajak makelar, pajak penghasilan, pajak usaha, peluang


You may also like

5 Langkah Mudah Melakukan Audit di Perusahaan Anda

5 Langkah Mudah Melakukan Audit di Perusahaan Anda

Istilah Akuntansi yang Perlu Anda Ketahui di Dunia Bisnis

Istilah Akuntansi yang Perlu Anda Ketahui di Dunia Bisnis
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top

SPECIAL WORKSHOP

4 Strategi Audit Internal Untuk Mencegah Kecurangan Pada Bisnis Anda

Hari
Jam
Menit
Detik