September 13

0 comments

Proses Bisnis Perusahaan Manufaktur

Perusahaan manufaktur, Apa kalian pernah mendengarnya? Yang di maksud perushaan manufaktur ialah perusahaan yang memiliki kegiatan mengubah bahan mentah menjadi produk setengah jadi atau bahkan menjadi produk jadi. Yang bisa di definisikan atau dilabeli ialah perusahaan yang kegiatan utamanya adalah produksi, baik produksi secara sederhana maupun yang sudah menggunakan mesin untuk proses produksinya. Lalu bagaimana proses bisnis perusahaan manufaktur? Di bawah ini akan dibahas definisi lebih detil terkait hal itu beserta proses bisnisnya.

perusahaan manufaktur

1. Definisi Perusahaan Manufaktur

Manufaktur sendiri berarti sebagai proses pengolahan bahan mentah (raw material) menjadi suatu produk jadi. Manufaktur merupakan istilah yang merujuk pada proses mengubah bahan mentah, komponen, atau suku cadang menjadi barang yang sesuai dengan permintaan konsumen atau pelanggan.

Perusahaan manufaktur adalah bisnis yang mengelola proses pengolahan bahan mentah tersebut menjadi sebuah produk. Umumnya melibatkan sumber daya manusia, sumber daya alam, peralatan, sistem, mesin, komputer, dan jalur perakitan untuk memproduksi barang yang mereka perjualkan.

Dari sudut pandang ekonomi, perusahaan manufaktur memiliki definisi sebagai proses mengubah bahan mentah menjadi bentuk nilai tambah melalui satu atau lebih proses perakitan. Dari proses bisnisnya, akan di hasilkan hasil akhir produk yang memiliki nilai jual.

Sebagai salah satu bentuk perusahaan yang memiliki peran penting dalam era teknologi masa kini, tujuan dari operasinya adalah menyediakan bahan baku yang akan di olah menjadi produk yang kemudian digunakan untuk memenuhi kebutuhan pasar. Proses produksi yang dilakukan produsen akan semakin banyak seiring bertambah banyaknya permintaan pasar.

2. Proses Bisnis Perusahaan Manufaktur

Dalam kegiatannya, perusahaan manufaktur memiliki acuan dasar dan standar yang digunakan oleh para karyawan dalam melaksanakan setiap kegiatan operasional. Acuan standar ini umum di kenal sebagai SOP atau Standard Operating Procedure. Pelaksanaan kegiatan operasionalnya akan melalui beberapa lini atau proses yang melibatkan berbagai divisi dalam perusahaan. Berikut adalah 6 aktivitas dalam perusahaan manufaktur.

a. Proses Procurement

Ini adalah segala kegiatan usaha yang berkaitan dengan pengadaan barang dan kebutuhan-kebutuhan untuk operasional perusahaan manufaktur. Nah, proses pengadaan adalah salah satu proses yang paling penting karena di perlukan untuk mendukung kelangsungan usaha. Ini mencakup pengadaan berbagai kebutuhan, mulai dari bahan baku, suku cadang, alat kesehatan, alat pertukangan, peralatan kebersihan, dan sebagainya. Dalam pelaksanaannya, perusahaan manufaktur harus dapat merencanakan proses pengadaan barang dengan baik dan tepat. Hal ini agar pengadaan tetap efektif dan efisien.

BACA JUGA:  Teknik Pengarsipan Dokumen Usaha Yang Tepat Mudah

b. Inventory Turnover

Proses bisnis perusahaan manufaktur yang kedua adalah in-out inventory. Proses ini berfokus pada pengelolaan masuk dan keluar persediaan atau stok perusahaan. Perpindahan barang dari satu divisi ke divisi lainnya adalah salah satu proses yang akan banyak di lalui dalam proses pengolahan bahan mentah menjadi produk siap pakai. Proses in out inventory adalah proses dimana pemilik perusahaan mengelola aliran barang.

c. Proses Produksi

Proses yang paling penting bagi perusahaan manufaktur adalah proses pengolahan bahan mentah menjadi produk siap pakai, yaitu proses produksi. Produk inilah yang kemudian akan di jual kepada konsumen atau perusahaan lain. Ada banyak divisi yang terlibat dalam proses ini. Divisi-divisi perusahaan seperti Production Planning and Inventory Control (PPIC) dan Quality Control (QC) turut terlibat dalam proses produksi untuk memastikan mutu dan kualitas produk.4.

d. Administrasi Umum

Divisi administrasi dan General Affair (GA) bertanggung jawab pada proses ini, yaitu proses administrasi umum. Pada tahapan ini, kedua divisi tersebut melakukan berbagai upaya yang di perlukan agar segala aktivitas operasional perusahaan dapat berlangsung secara efisien dan efektif. Kedua divisi tersebut pada proses ini akan melaksanakan beberapa tanggung jawab, antara lain menentukan kebijakan, arahan, dan pengawasan perusahaan. Di samping itu, kebutuhan karyawan juga akan di tangani oleh divisi ini, seperti administrasi karyawan, tugas Human Resource (HR), dan gaji karyawan. Dalam proses ini terdapat beberapa biaya yang perlu di keluarkan oleh perusahaan, antara lain biaya akuntansi, biaya karyawan, biaya gaji karyawan, dan lain-lain.

e. Akuntansi dan Keuangan

Akuntansi dan keuangan memastikan bahwa suatu badan usaha memiliki keuangan yang sehat dan mampu memenuhi kebutuhan produksi, sert kontrol terhadap hutang. Divisi ini juga memiliki kewajiban untuk memproyeksikan keuntungan dan pengeluaran perusahaan manufaktur. Sebagai tambahan, divisi akuntansi dan keuangan memiliki kewajiban untuk mengatur pajak yang harus di bayarkan oleh badan usaha kepada pemerintah.

f. Penjualan dan Pemasaran

Sesuai dengan namanya, divisi ini berfungsi untuk melakukan penjualan dan pemasaran untuk mendapatkan keuntungan. Beberapa biaya pemasaran dapat mencakup biaya promosi, biaya transportasi, biaya sewa gedung, biaya gaji karyawan ketika karyawan melakukan promosi produk.

Penulis: Mikha, Consultant of Dconsulting


Tags

akuntansi, arus kas, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, karyawan, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, modal, online, pajak, peluang


You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top