Big 4 Auditor merupakan istilah yang tidak asing lagi terutama untuk lulusan Sarjana Akuntansi. Big 4 Auditor seringkali menjadi impian dan kiblat bagi calon akuntan muda untuk berkarir. Nama besar dan reputasi perusahaan menjadi daya tarik tersendiri bagi lulusan baru untuk bergabung dengan perusahaan tersebut. Yuk kenali lebih jauh mengenai perusahaan Big Four Auditor, apa saja perusahaan yang termasuk ke dalam Big Four Auditor ?

Sumber Gambar: EKRUT
Apa itu Big 4 Auditor ?
Big Four Auditor sesuai namanya adalah empat besar perusahaan KAP (Kantor Akuntan Publik) yang memiliki relasi luas dan nilai asset yang besar. Big Four Auditor adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa akuntan publik. Terdapat dua bidang jasa yang menjadi fokus perusahaan Big Four Auditor, yaitu :
- Jasa atestasi, mencakup jasa yang berkaitan dengan audit umum laporan keuangan, misalnya pemeriksaan atas laporan keuangan prospektif, review laporan keuangan dan jasa audit.
- Jasa non-atestasi, mencakup jasa yang berkaitan dengan akuntansi, keuangan, manajemen dan perpajakan.
Sekitar tahun 1980 terdapat 8 perusahaan top akuntan publik di dunia. Namun seiring berjalannya waktu, 8 perusahaan tersebut merger dan menjadi Big Four Auditor seperti saat ini.
Perusahaan Big 4 Auditor
1. PwC (PricewaterhouseCooper)
Perusahaan Big 4 Auditor yang pertama adalah PricewaterhouseCooper atau PwC. Perusahaan ini berasal dari London, Britania Raya. PwC memiliki 750 kantor pada 158 negara di seluruh dunia, dengan total karyawan sebanyak 276.005. Pada tahun 2019, perusahaan ini berhasil mendapatkan revenue mencapai 41,3 miliar dollar AS. PwC merupakan merger antara perusahaan Price Water House dan Coopers & Lybrand. Pada tahun 1998 kedua perusahaan tersebut merger dan jadilah PricewaterhouseCooper atau PwC.
Di Indonesia, PwC masuk lewat Kerjasama dengan KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis dan Rekanpada tahun 1990.
2. EY
Perusahaan Big 4 Auditor selanjutnya adalah Ernst and Young atau EY. Perusahaan yang berasal dari Inggris ini memiliki revenue mencapai 34,8 miliar dolar AS. EY merupakan hasil merger dari perusahaan akuntan publik lainnya, yaitu Ernst dan Whinney dengan Arthur Young. Kedua perusahaan tersebut meger pada tahun 1989 sehingga lahirlah perusahaan bernama Ernst dan Young (EY). EY sukses mendirikan hingga 700 kantor di 142 negara di dunia termasuk di Indonesia, dengan total jumlah karyawan sebesar 284.018.
Di Indonesia, Ernst dan Young (EY) masuk lewat Kerjasama dengan KAP Purwantono, Suherman dan Surja.
3. Deloitte
Adalah perusahaan Big 4 Auditor yang cukup tua di dunia. Didirikan oleh William Welch Deloitte tahun 1845 di London, Inggris. Saat ini tersebar di 150 negara, termasuk di Indonesia. Pada tahun 2019, Deloitte mencatatkan revenue sebesar 46,2 dolar AS. Sama seperti anggota Big Four Auditor sebelumnya, Deloitte juga merupakan hasil merger antara yaitu Touche Ross dan Deloitte Haskins & Sells. Nama Tohmatsu diperoleh dari Tohmatsu Aoki & Co yang merger dengan Touche Ross tahun 1975.
Di Indonesia, Deloitte diwakili oleh beberapa perusahaan seperti Satrio Bing Eny & Rekan, Deloitte Touche Solutions, PT Deloitte Konsultan Indonesia, KJPP Lauw & Rekan, Hermawan Juniarto & Partners, dan PT Deloitte Consulting.
4. KPMG
KPMG adalah perusahaan Big 4 Auditor yang berpusat di Amsterdam, Belanda. Perusahaan ini merupakan merger antara perusahaan Peat Marwick International dengan Klynveld Main Goerdeler tanggal 01 Januari 1987.
Di Indonesia, KPMG diwakili beberapa entitas usaha, mulai dari Siddharta Widjaja & Rekan, KPMG Advisory Indonesia, hingga KPMG Siddharta Advisory.
Penulis: Siswanto, Consultant of Dconsulting