Agustus 10

0 comments

Tips dan Cara Menentukan Harga Jual Yang Tepat Di Usaha Manufaktur

Harga jual adalah besarnya harga yang akan di bebankan kepada konsumen yang di peroleh atau di hitung dari biaya produksi di tambah biaya non produksi dan keuntungan yang di harapkan. Kemudian di simpulkan bahwa harga jual adalah sejumlah harga yang di bebankan atau di keluarkan untuk produksi di tambah biaya non produksi dan jumlah keuntungan yang di inginkan. Definisi ini terkait dengan cara menentukan harga jual produk bisnis Anda.

Salah satu tantangan terbesar dalam bisnis apa pun adalah menentukan harga jual suatu produk. Hal ini tidak hanya terjadi pada bisnis yang baru saja di mulai, tetapi juga pada bisnis yang sudah mapan, terutama yang memiliki margin keuntungan rendah karena ketatnya persaingan dengan kompetitor produk sejenis. Masalah terpenting dalam hal harga ini adalah masalah risiko. Menetapkan harga terlalu tinggi, risiko produk tidak laku. Sebaliknya, menetapkan harga terlalu rendah, risikonya adalah tidak untung.

Bingung menentukan harga suatu produk saat memulai bisnis di bidang manufaktur adalah hal wajar yang selalu di alami oleh kebanyakan orang. Kali ini DConsulting akan membagikan tips cara menentukan harga jual produk untuk kamu yang masih bingung.

Sekilas, penetapan harga memang terlihat sepele, namun siapa sangka hal ini pun bisa menentukan sukses tidaknya bisnis yang ingin di jalankan. Dalam menentukan harga jangan asal-asalan, jual murah supaya cepat laku belum tentu untung malah bisa merugikan usaha.

Sebelum menentukan harga jual, Anda perlu mempertimbangkan beberapa faktor seperti biaya selama produksi, harga bahan, biaya promosi. target pasar, persaingan dan target pendapatan.

Produk yang bagus dengan harga yang pas tentunya akan menarik perhatian konsumen. Tidak hanya itu, hal ini tentunya dapat mendukung perusahaan untuk tetap hidup dan juga menghasilkan keuntungan. Lantas, apa saja hal-hal yang mempengaruhi harga dan bagaimana kita bisa menentukan harga jual saat memulai bisnis?

cara menentukan harga jual

Cara Menentukan Harga Jual dengan Metode Cost Based Pricing

Untuk dapat menentukan harga jual produk kita, kita bisa memulainya dengan menghitung harga pokok produksi terlebih dahulu. Kelihatannya sepele ya, namun biaya produksi sendiri sebenarnya terbagi menjadi tiga bagian, yaitu:

  • Biaya bahan: masukkan perhitungan semua bahan baku dan peralatan produksi yang Anda butuhkan.
  • Biaya tenaga kerja: biaya yang di maksud di sini meliputi tenaga internal berupa karyawan perusahaan itu sendiri dan tenaga eksternal berupa customer service
  • dan Biaya lain-lain: yang terakhir adalah biaya yang tidak ada hubungannya dengan departemen produksi, seperti biaya peralatan kantor, biaya pemasaran dan lain-lain.

Dari ketiga elemen tersebut, sebenarnya kita dapat menetapkan harga, berdasarkan biaya yang di keluarkan oleh unit produk. Misalnya, kita dapat menetapkan harga produk berdasarkan perhitungan total biaya produksi, kemudian menambahkan nilai keuntungan yang di inginkan. Idealnya bila menggunakan rumus, dapat di gambarkan seperti ini:

HARGA JUAL = MODAL (BIAYA PRODUKSI) + LABA

Rumus Harga Jual

Jika kita menerapkannya dalam sebuah kasus, ya, misalnya, Anda memiliki bisnis produksi pakaian. Dalam memproduksi 10 baju, biaya yang di keluarkan untuk membeli bahan baku adalah Rp. 500 ribu, biaya operasional untuk memproduksi 10 pakaian (termasuk listrik, gaji karyawan, dll) adalah Rp. 500 ribu, sehingga total biaya yang di hasilkan adalah Rp. 1 juta.

Jika ingin mendapat untung 40% maka harga jualnya bisa:

Rp 1.000.000 + (40% x Rp 1.000.000) = Rp 1.400.000 (harga jual 10 baju).

Maka harga jual pakaian per unit adalah Rp. 1.400.000 / 10 = Rp. 140.000

Setelah berhasil menjumlahkan semua biaya tersebut, kita dapat membaginya dengan proyeksi jumlah produk yang akan kita jual. Divisi ini juga akan menghasilkan apa yang di namakan dengan Break Even Price atau yang biasa di kenal dengan harga terkecil yang nantinya dapat kita pasang pada produk yang akan di jual. Hal ini juga dilakukan bukan tanpa alasan, hal ini tentunya berusaha agar perusahaan tidak rugi.

Break Even Price bisa menjadi acuan strategi pemasaran dan penjualan. Semakin tinggi angka penjualan yang terproyeksi, semakin rendah Break Even Price. Oleh karena itu, angka ini dapat berubah sesuai dengan kondisi pasar.

cara menentukan harga jual

Menentukan Nilai Berdasarkan Pesaing Atau Kompetitor

Seperti halnya strategi lainnya, tentunya kita juga harus mewaspadai kompetitor di sekitar kita. Tidak ada salahnya mencari produk yang mirip dengan kita, penasaran di sini bukan untuk hal yang tidak berhasil. Tentunya untuk mengetahui apakah lebih murah atau lebih mahal, yang nantinya akan kita cari tahu apa penyebabnya. Lantas, apakah produk mereka lebih murah karena bahan yang digunakan berkualitas rendah atau justru sebaliknya?

Perlu Anda ingat bahwa sebenarnya tidak masalah jika produk Anda terasa lebih mahal, asalkan Anda menawarkan sesuatu yang spesial yang bisa membenarkan harganya. Mungkin Anda dapat menawarkan layanan pelanggan atau kualitas yang jauh lebih tinggi dari pesaing Anda. Apalagi dengan harga yang mahal dan kualitas yang tinggi saat ini sepertinya juga bisa memberikan kesan eksklusif untuk berpromosi di media sosial.

Strategi penetapan harga ini sering digunakan oleh kebanyakan orang yang baru memulai bisnis. Cara menentukan harga jual dilakukan dengan melihat harga pesaing sebagai acuan penetapan harga jual. Harga jual tersebut tentunya bermanfaat sebagai taktik untuk menghadang pesaing, dengan menetapkan harga jual yang lebih murah dari pada pesaing. Siapa yang tidak ingin mendapatkan lebih banyak konsumen daripada pesaing kita, bukan?

Pertimbangkan Metode Penjualan

Satu hal lagi yang harus kita ingat, yaitu bagaimana kita menjual produk. Misalnya jika kita ingin menjual suatu barang secara grosir, biasanya kita dapat menawarkan harga yang lebih murah, karena penjualan terjadi dalam jumlah yang banyak.

Tapi harga yang sama dengan harga eceran tentu bukan ide yang bagus, bukan? apalagi penjualan manufaktur masih membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan keuntungan. Namun sekali lagi tidak ada salahnya mencoba cara berjualan ini, karena untuk memulai bisnis kita harus berani mencoba.

Seiring dengan perkembangan zaman, saluran distribusi dan informasi kini semakin maju. Ketika ada banyak pilihan hadir, kita harus menonjol sebanyak mungkin dari yang lain dengan kelebihan kita sendiri. Kayaknya kita lagi coba-coba beres-beres feed Instagram ya, tentu ada kepuasan diri dan perasaan superior kan? Jika hal ini kita jaga, tentu konsumen akan dengan senang hati menjadi pelanggan setia, berapa pun harga yang kita minta.

Demikian artikel kami terkait dengan cara menentukan harga jual yang tepat, khususnya pada usaha yang bergerak di bidang manufaktur. Namun metode yang kami tuliskan tidak mencakup semua jenis metode yang ada, karena memang cukup banyak metode dalam menentukan harga jual.

Anda dapat mempelajari cara menentukan harga jual di perusahaan manufaktur lebih detail melalui video berikut ini. Simak videonya hingga akhir agar dapat memahami secara menyeluruh.


Tags

akuntansi, arus kas, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, karyawan, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, modal, online, peluang, promosi


You may also like

5 Keutamaan Menerapkan Siklus Akuntansi Pada Bisnis Anda

5 Keutamaan Menerapkan Siklus Akuntansi Pada Bisnis Anda

5 Cara Mengelola Keuangan Untuk Meningkatkan Profit Perusahaan Anda

5 Cara Mengelola Keuangan Untuk Meningkatkan Profit Perusahaan Anda
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top
Jakarta OfficeSurabaya OfficeInstagramFacebookYouTube