Agustus 27

0 comments

Pentingnya Memiliki BUPOT (Bukti Potong) PPh 23 Untuk Usaha Anda

Keberadaan bukti potong pada PPh 23 sekarang di nilai sangat penting di seluruh aspek bisnis di setiap perusahaan. Baik bagi pemotong (perusahaan yang memakai jasa) maupun subjek pajak yang di potong pajak penghasilannya (perusahaan yang memberikan jasa).

Namun apakah readers tahu, apa sih sebenarnya manfaat yang Anda peroleh ketika Anda sebagai (pemberi jasa) mendapatkan bukti potong?

Dengan kata lain Penghasilan Anda di potong PPh 23 dan mendapatkan ganti berupa bukti potong yang sudah memotong penghasilan Anda.

Mengapa bisa di katakan penting ketika mendapatkan BUPOT yang justru hal tersebut bisa  mengurangi jumlah penghasilan Anda? 

Kami yang akan membahas tuntas kenapa bisa di katakan penting ketika Anda mendapatkan BUPOT PPh 23 di usaha Anda?

pph 23

Definisi PPh 23 dan BUPOT (Bukti Potong)

PPh 23 itu sendiri merupakan pajak yang di lakukan pemotongan atas penghasilan atau pendapatan yang di ambil dari modal, penyerahan jasa, hadiah, dan penghargaan. Namun dapat di pastikan penghasilan ini sudah di pangkas atau di potong pajak penghasilannya. 

Jenis PPh ini biasanya akan di bebankan saat terjadinya suatu transaksi di antara kedua belah pihak. Kedua belah pihak yang di maksud ini adalah kesepakatan di antara orang yang akan menerima penghasilan (pemberi jasa) dengan orang yang akan memberi penghasilan (pemakai jasa). Nah proses selanjutnya yang di lakukan adalah pemakai jasa ini akan memotong pajak penghasilan pemberi jasa tersebut. Di mana nantinya pajak penghasilan tersebut akan di laporkan ke kantor pajak atau pihak yang berwenang. Setelah di bayarkan pajak penghasilannya, maka pemberi jasa tersebut akan mendapatkan bukti potong dari pemakai jasa. Bahwa bukti potong tersebut merupakan bukti bahwa penghasilan dari pemberi jasa tersebut sudah di potong PPh 23. Pemotongan sebesar tarif yang sesuai dengan bidang jasa yang di berikan tersebut.

BACA JUGA:  Bagaimana Sih Perhitungan Pajak Agen Asuransi dan Cara Lapornya

Definisi untuk bukti potong merupakan formulir atau dokumen lain yang di persamakan yang digunakan oleh Pemotong Pajak (pemakai jasa). Bukti potong sebagai bukti pemotongan PPh 23 dan pertanggung jawaban atas pemotongan pajak penghasilan yang telah di lakukan. Bukti potong ini juga tidak bisa sembarangan di buat. Apalagi di zaman yang sudah modern seperti sekarang, untuk membuat bukti potong Anda tidak perlu jauh jauh ke KPP! Melainkan bisa Anda lakukan dari rumah atau  kantor pun sudah bisa membuat bukti potong. Cukup simpel bukan? Hanya dengan menggunakan e-BUPOT Anda sudah bisa dari membuat bukti potong sampai melaporkan PPh 23 tersebut. 

Pihak – pihak yang berhak melakukan pemotongan PPh 23

Dalam PPh 23 ini telah di atur unsur – unsur atau pihak – pihak mana saja yang berhak melakukan pemotongan PPh 23. Siapa saja pihak – pihak tersebut:

  1. Pemerintah,
  2. Subjek pajak,
  3. Penyelenggara transaksi atau kegiatan,
  4. BUT (Bentuk Usaha Tetap),
  5. Agen perusahaan luar negeri,
  6. WP OP (Wajib Pajak Orang Pribadi).

Selain pihak – pihak tersebut, maka tidak berhak untuk melakukan pemotongan PPh 23 kepada penerima penghasilan yang jasanya sudah di pakai tersebut.

Penerima penghasilan yang penghasilannya terpotong PPh 23

Pada poin ini juga akan di jelaskan terkait penerima penghasilan yang sudah terpotong. Siapa saja pihak – pihak tersebut:

  1. Wajib Pajak,
  2. BUT (Bentuk Usaha Tetap).
pph 23

Manfaat Bukti Potong yang perlu Anda ketahui

Manfaat bukti potong PPh 23 tentunya banyak sekali, sebagai pihak pemberi jasa atau  penerima penghasilan tidak akan rugi jika penghasilannya di potong PPh 23 dengan mendapatkan bukti potongnya begitu juga sebaliknya, pemakai jasa atau pemberi penghasilan pun tidak akan rugi jika harus memotong penghasilan pihak pemberi jasa atau penerima penghasilan tersebut. Namun apakah readers benar-benar tahu manfaat dari bukti potong itu sendiri sebenarnya apa saja sih? Manfaat – manfaat dari bukti potong itu sendiri antara lain:

BACA JUGA:  Tutorial Mengisi eForm SPT Tahunan Bagi Wajib Pajak Badan

1. Bukti potong tersebut sebagai bukti bahwa pajak dari pemberi jasa atau penerima penghasilan tersebut sudah di potong.

Dengan kata lain bukti potong yang di maksud pada poin ini yaitu bahwa benar adanya pemakai jasa atau pemberi penghasilan atau pemotong tersebut sudah melakukan kewajibannya untuk memungut PPh 23 dan menyetorkannya ke Kas Negara, sebaliknya juga untuk pemberi jasa atau penerima penghasilan atau yang di potong tersebut sudah benar adanya bahwa penghasilannya tersebut sudah di potong PPh 23 oleh pemakai jasa atau pemberi penghasilan atau pemotong.

Jadi bisa di katakan bukti potong ini sudah Sah secara hukum yang di buat berdasarkan adanya pihak yang memberikan jasa dengan pihak yang menerima jasa yang di mana jasa yang di maksud ini sudah diatur berdasarkan jenis usaha atau jasa yang digunakan beserta tarifnya dalam PMK No. 141atau PMK.03atau 2015.

2. Bukti potong sebagai pengurang beban pajak ketika saat Anda akan melaporkan SPT Tahunan baik badan maupun orang pribadi Anda.

Maksud dalam poin ini adalah jika Anda sebagai pemberi jasa atau penerima penghasilan yang sudah di potong PPh 23 maka Anda sebaiknya menyimpan bukti potong tersebut dan pastikan jangan sampai hilang. Mungkin alangkah baiknya jika bukti potong yang Anda dapatkan tersebut untuk di arsip dan disimpan dengan rapi. Tujuannya apa sih kok bukti potong tersebut harus disimpan? Perlu Anda ketahui bahwa bukti potong PPh 23 yang Anda simpan ini nantinya akan bisa di kreditkan atau dengan kata lain bisa digunakan sebagai pengurang atas jumlah pajak tahunan yang akan Anda bayarkan. 

Manfaat lainnya

Bukti potong juga bisa sebagai pengurang pajak tahunan Anda namun hanya berlaku di tahun yang sama pada masa pajak tersebut, misal Anda mendapat bukti potong di masa Juli tahun 2021 maka bukti potong tersebut hanya berlaku di tahun 2021 yang di mana pelaporannya maksimal di lakukan di April 2022.

BACA JUGA:  PMK 44/PMK.03/2020: Dampak Terhadap Para Pengusaha

Jadi jika Anda sebagai pihak yang di potong atau pemberi jasa atau penerima penghasilan yang sampai saat ini juga Anda belum mendapatkan bukti potong atas penghasilan Anda yang sudah di potong, sebaiknya segera dapatkan dengan menagih atau mengingatkan kepada pihak yang memotong penghasilan Anda tersebut.

Karena kembali ke poin utama sebelumnya bahwa bukti potong merupakan bukti bahwa dari pemberi jasa atau penerima penghasilan tersebut penghasilannya sudah di potong dan juga merupakan bukti bahwa pemakai jasa atau pemberi penghasilan tersebut sudah melakukan kewajibannya yaitu memotong PPh 23 dan menyetorkan ke Kas Negara. 

Jadi yang perlu Anda selalu ingat yaitu Anda harus pastikan lagi jika Anda sebagai pemberi jasa atau  penerima penghasilan bahwa penghasilan Anda sudah di potong PPh 23 oleh pemotong tersebut namun Anda belum mendapatkan bukti potong atas penghasilan Anda yang sudah di potong, maka wajib bagi Anda untuk segera menanyakan lebih jelas terkait bukti potongnya kepada pemotong tersebut. 

Apabila bagi Anda artikel ini bermanfaat, silahkan share melalui tombol social media yang telah di sediakan, agar lebih banyak orang lagi yang bisa mendapatkan manfaat dan insight barunya. Tentunya Anda juga bisa meninggalkan komentar atau pertanyaan di bawah ya! Kami akan selalu berusaha untuk membaca komentar atau pertanyaan Anda dan menjawab setiap pertanyaan yang masuk.


Tags

akuntansi, arus kas, bayar pajak, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, karyawan, kena pajak, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, lapor pajak, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, modal


You may also like

Ukur Kinerja Karyawan Dengan Metode Balanced Scorecard

Ukur Kinerja Karyawan Dengan Metode Balanced Scorecard

Desainer Wajib Tahu Ini! Pajak Yang Dikenakan Pada Desainer

Desainer Wajib Tahu Ini! Pajak Yang Dikenakan Pada Desainer
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top

WORKSHOP MARKETING SYSTEM

4 Formula Menentukan Strategi Marketing yang Tepat di Bisnis untuk Tetap Berkembang di Masa Sulit

Hari
Jam
Menit
Detik