Juli 29

0 comments

Pengelolaan Barang Sisa Proyek Pada Perusahaan Kontraktor

Mengerjakan sebuah proyek pembangunan tidak bisa dilakukan sembarangan. Semuanya harus dipikirkan dan direncanakan dengan matang, agar waktu dan anggaran yang dikeluarkan tidak terbuang percuma. Untuk mendukung proyek Anda, pertimbangkan untuk menyewa perusahaan kontraktor.

Walaupun ada anggaran tambahan yang perlu di keluarkan untuk membayar sebuah perusahaan kontraktor, namun penyedia jasa yang berlisensi akan menjamin proyek dapat terlaksana sesuai keinginan Anda dengan waktu yang telah di sepakati juga.

Perusahaan kontraktor

Sekilas tentang Perusahaan Kontraktor

Pada umumnya kontraktor mendapatkan proyek pekerjaan dengan dua cara, yaitu di tunjuk langsung oleh pemilik proyek untuk mengerjakan konstruksi atau melalui lelang yang di selenggarakan oleh pemilik proyek. Pemenang lelang adalah kontraktor yang mengajukan harga dan kualitas produk terbaik serta memenuhi kriteria yang di tetapkan oleh pemilik proyek.

Ada beberapa jenis kontraktor yang memiliki spesifikasi pekerjaannya masing-masing. Jadi apa saja jenis kontraktor yang berbeda? Secara umum kontraktor di bagi menjadi lima bidang khusus, yaitu bidang arsitektur, bidang mekanik, bidang kelistrikan, bidang sipil, dan bidang pengelolaan lingkungan.

Kontrol Penggunaan Material

Material Requirement Planning (MRP, Perencanaan Kebutuhan Material) di gunakan untuk perencanaan dan pengendalian item barang (komponen) yang dependent (bergantung) kepada item-item pada level yang lebih tinggi.

Kebutuhan pada item-item yang bersifat dependent merupakan hasil dari kebutuhan yang di sebabkan oleh penggunaan item-item tersebut dalam memproduksi item yang lain, seperti dalam kasus di mana raw material (bahan baku) dan komponen assembling yang di gunakan untuk memproduksi finished goods (barang jadi).

Contoh – Mobil Ford Explorer. Demand mobil Ford untuk radiator dan ban mobil terkait pada produksi Explorer. Empat ban dan satu radiator di perlukan untuk setiap Explorer. Demand untuk item dikatakan dependent di saat hubungan antar item dapat di tentukan.

Oleh karena itu, ketika manajemen menerima sebuah order atau membuat demand forecast untuk produk yang akhir, jumlah yang di perlukan untuk semua komponen dapat di hitung, karena semua komponen adalah dependent item.

Contoh – manajer produksi Boeing Aircraft yang menjadwalkan produksi pesawat terbang per minggu, mengetahui kebutuhan hingga ke paku keling terakhir. Untuk produk apapun, semua komponen yang berkaitan dengan produk tersebut merupakan dependent demand item.

Sifat kebutuhan yang dependent tersebut terjadi secara lumpy karena adanya penerapan jadwal produksi berdasarkan lot-lot. Meskipun item-item yang bersifat dependent mungkin di butuhkan secara kontinu, item-item tersebut lebih ekonomis bila di produksi secara lot.

Perusahaan kontraktor

Bahan Sisa Proyek Perusahaan Kontraktor

Material konstruksi adalah bahan bangunan yang di gunakan untuk proyek konstruksi. Sumber material konstruksi dapat di peroleh dari sekitar lokasi proyek (material alam) atau di angkut dari luar lingkungan proyek, yang dapat berupa (1) hasil produksi industri, atau (2) material alam yang tidak tersedia di sekitar proyek.

Waste material adalah kelebihan kuantitas material yang di gunakan/ didatangkan, tetapi tidak menambah nilai pekerjaan. Tujuan dari pengalokasian sumber daya proyek adalah dalam rangka menekan/mengendalikan biaya proyek, yang pada intinya adalah pengendalian produktivitas dari sumber daya alat, tenaga dan pengendalian tingkat waste bagi material, serta pengendalian cost of money dari sumber daya uang.

Prosedur Pengelolaan Material Sisa

Selama ini, kita cenderung menerima bahwa pembangunan adalah proses yang berantakan. Tapi, coba bayangkan, jika dalam sebuah proyek, banyak material yang tersisa.

Sebagian besar dari kita akrab dengan “reduce, reuse, and recycle” atau “mengurangi, menggunakan kembali, daur ulang”. Prinsip dasar ini ternyata bisa meminimalisasi limbah konstruksi.

Selain itu, ada juga cara-cara positif yang di gunakan oleh arsitek dan desainer yang mampu memengaruhi produksi limbah melalui desain dan spesifikasi material.

Anda dapat menentukan bahan terbarukan, atau produk dengan konten daur ulang yang tinggi. Selain itu juga bisa memilih bahan dengan kandungan energi yang rendah. Anda pun dapat memilih untuk menggunakan kembali bahan yang ada dari bangunan yang sudah tidak terpakai. Dengan
demikian, orang-orang di sekitar tidak terdampak oleh limbah.

Bagaimana prosedur yang tepat untuk melakukan semua itu?

Berikut kami buat sebuah video untuk Anda dapat melakukan pengelolaan material sisa proyek untuk diterapkan di perusahaan kontraktor Anda.


Tags

akuntansi, arus kas, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, karyawan, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, modal, online, peluang, promosi


You may also like

5 Cara Mengelola Keuangan Untuk Meningkatkan Profit Perusahaan Anda

5 Cara Mengelola Keuangan Untuk Meningkatkan Profit Perusahaan Anda

5 Langkah Efektif Membuat Standar Operasional Prosedur (SOP)

5 Langkah Efektif Membuat Standar Operasional Prosedur (SOP)
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top
Jakarta OfficeSurabaya OfficeInstagramFacebookYouTube