Mei 2

0 comments

Mengupas Stigma Karyawan yang “Cuma Bisanya Gitu2 Aja”

Halo,

Sebelumnya, kami telah membahas kebingungan yang dialami pengusaha dalam mengidentifikasi kebutuhan pengembangan karyawan di era digital.

Kali ini, mari kita menyelami lebih dalam fenomena yang terjadi saat ini, fakta-faktanya, dan mengapa masalah ini sulit diatasi.

Perubahan Cepat Dunia Bisnis: Era digital ditandai dengan perubahan yang sangat cepat dalam teknologi dan tren industri. Hal ini membuat pengusaha kesulitan untuk mengikuti dan mengetahui keterampilan apa yang dibutuhkan karyawan di masa depan.

Sebuah studi oleh McKinsey Global Institute menunjukkan bahwa 800 juta pekerjaan akan hilang dan 974 juta pekerjaan baru akan tercipta pada tahun 2030. Hal ini berarti kebutuhan akan keterampilan baru akan meningkat pesat, dan pengusaha perlu mempersiapkan karyawan mereka untuk beradaptasi.

Sebagai contoh mungkin saat ini kegiatan administrasi masih sangat penting, bisa jadi 10 tahun ke depan, sebuah mesin sudah dapat menyelesaikan kegiatan administrasi secara otomatis dan realtime. Lalu kemana karyawan administrastif akan membantu bisnis Anda?

Budaya Perusahaan yang Tidak Mendukung Akibat Sistem Bisnis yang Tidak Adil

Budaya organisasi yang tidak menghargai pengembangan karyawan dapat membuat program pengembangan menjadi sia-sia.

DDI dalam penelitiannya yang berjudul “The Impact of Culture on Employee Engagement” menunjukkan bahwa budaya organisasi yang positif dapat meningkatkan partisipasi karyawan dalam program pengembangan hingga 30%. Sebaliknya, budaya organisasi yang negatif dapat melemahkan semangat karyawan untuk mengikuti program pengembangan.

Association for Talent Development dalam artikelnya yang berjudul “2022 Trends in Learning and Development” menunjukkan bahwa 56% karyawan mengatakan bahwa budaya organisasi mereka tidak mendukung pengembangan mereka.

Mengapa Pengusaha Sulit Mengatasi Masalah Ini?

  1. Kompleksitas: Mengidentifikasi kebutuhan pengembangan karyawan adalah proses yang kompleks yang membutuhkan berbagai faktor untuk dipertimbangkan, seperti keterampilan yang dibutuhkan di masa depan, kinerja karyawan saat ini, dan potensi mereka.
  2. Kurangnya Keahlian: Banyak pengusaha tidak memiliki keahlian yang diperlukan untuk mengidentifikasi kebutuhan pengembangan karyawan secara efektif.
  3. Biaya: Program pengembangan karyawan yang berkualitas bisa mahal, terutama bagi pengusaha dengan jumlah karyawan yang lebih sedikit.
  4. Waktu: Mengidentifikasi kebutuhan pengembangan karyawan dan merancang program yang efektif membutuhkan waktu dan usaha yang signifikan.
BACA JUGA:  Strategi Membangun Usaha Kecil dan Menengah (UKM)

Di tengah fenomena dan tantangan ini, membangun sistem bisnis yang tepat dan adaptif menjadi kunci untuk membantu pengusaha mengatasi masalah pengembangan karyawan. Sistem bisnis yang tepat dapat:

  1. Membantu pengusaha mengumpulkan dan menganalisis data tentang kinerja dan potensi karyawan.
  2. Memudahkan pengusaha untuk mengidentifikasi kesenjangan keterampilan antara keterampilan yang dimiliki karyawan saat ini dengan keterampilan yang dibutuhkan di masa depan.
  3. Memberikan akses kepada pengusaha ke berbagai sumber daya pengembangan karyawan, seperti pelatihan, mentoring, dan alat pembelajaran.
  4. Membantu pengusaha membangun budaya organisasi yang mendukung pengembangan karyawan.

Dengan sistem bisnis yang tepat, pengusaha dapat mengatasi kebingungan dalam mengidentifikasi kebutuhan pengembangan karyawan dan membangun tim yang tangguh dan siap menghadapi masa depan.

Bagi Anda yang saat ini sedang dalam proses membangun sistem pengembangan karyawan yang diinginkan, Anda dapat mempelajari metode yang biasa kami terapkan pada klien-klien D’Consulting dalam sebuah webinar. Klik tombol di bawah ini untuk membaca informasi selengkapnya!

Mari jadikan era digital sebagai peluang untuk mengembangkan karyawan dan mencapai kesuksesan bisnis yang berkelanjutan.


Tags

biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, karyawan, keuangan, keuntungan, kuliner, mengatur keuangan, modal, online, peluang, promosi, supermarket, tips, toko, usaha, waralaba


You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top

SIAP KEMBANGKAN BISNIS!

Otomatisasi Bisnis dengan Metode PSF

Sudah bukan jamannya bisnis malah bikin stres..

Hari
Jam
Menit
Detik