Oktober 13

0 comments

Fungsi, Peran, Dan Tugas Buyer Dalam Kegiatan Purchasing

Secara garis besar, istilah buyer memang berarti “pembeli”. Namun, buyer adalah istilah yang juga dilabeli untuk bisnis. Apalagi jika Anda memiliki usaha dagang, artinya Anda juga memiliki aktivitas pembelian alias purchasing.

Setiap perusahaan pasti membutuhkan bahan baku atau kebutuhan lainnya dengan cara membeli barang atau membayar jasa dari pihak ketiga. Kegiatan ini sering bernama purchasing.

Lalu, apa hubungan antara buyer dan pembelian, ya? Simak penjelasannya di bawah ini, yuk! Selamat membaca!

Apa Itu Buyer Dalam Purchasing?

Purchasing merupakan kegiatan yang berlangsung pada suatu perusahaan untuk memperoleh barang atau jasa guna memenuhi kebutuhan operasional. Untuk mendapatkan barang atau jasa, perusahaan dapat melakukannya dengan cara membeli atau menyewa.

Tertulis dari Jurnal.id, ternyata setiap perusahaan menghabiskan rata-rata 50-70 persen pendapatannya untuk pembelian! Nah, dari persentase tersebut, Anda mungkin sudah menyimpulkan bahwa aktivitas purchasing ini tidak semudah kelihatannya. Karena kinerja kegiatan ini jelas berkaitan dengan efisiensi penggunaan dana bukan?

Pada kegiatan ini peran seorang buyer menjadi sangat krusial. Sedangkan pengertian buyer adalah bagian dari purchasing yang secara khusus melakukan tugas-tugas pembelian umum untuk suatu bisnis. Jadi, buyer adalah departemen purchasing bisnis terlihat dari sudut pandang rantai pasokan.

Singkatnya, pembeli adalah perusahaan atau bisnis yang membeli barang atau jasa dari pemasok.

Apa Saja Kaitannya Buyer Dalam Proses Purchasing?

Fungsi, Peran, Dan Tugas Buyer Dalam Kegiatan Purchasing

Purchasing sendiri bukanlah kegiatan yang mudah dan sederhana. Soalnya, ternyata ada banyak langkah yang harus seorang buyer lakukan. Apa prosesnya?

1. Perencanaan

Dalam proses perencanaan, hal yang harus buyer lakukan adalah merencanakan pembelian dengan mempertimbangkan kebutuhan bisnis. Dengan begitu, buyer tidak akan melakukan kesalahan dalam melakukan pembelian, baik dari segi jenis produk, spesifikasi, jumlah, hingga waktu atau waktu pembelian.

BACA JUGA:  Manfaat Manajemen Strategi Agar Bisnis Bisa Mencapai Goal

2. Pilihan pemasok

Setelah merencanakan kebutuhan bisnis, buyer akan memilih pemasok yang paling tepat untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Selain reputasi dan harga pemasok, buyer juga harus mempertimbangkan lokasi pemasok. Karena semakin dekat lokasi pemasok, semakin pendek jarak dan semakin pendek waktu yang terbutuhkan produk untuk diterima.

3. Menawar

Penawaran adalah proses penawaran yang pemasok lakukan dengan mengacu pada permintaan informasi (RFI) yang dikirimkan oleh pembeli. Informasi tersebut menjelaskan kemampuan pemasok membandingkan dengan biaya, plus rincian produk barang dan jasa, jumlah, dan tenggat waktu pembayaran.

4. Perundingan

Setelah penawaran, pembeli perlu bernegosiasi dengan pemasok. Oleh karena itu, skill ini jelas masuk dalam daftar skill wajib seorang pembeli. Setelah ada kesepakatan, pembeli mungkin masih perlu melakukan penyesuaian sebelum surat kerjasama keluar. Kemudian pembeli akan menyiapkan dan mengirimkan pesanan pembelian (PO) ke pemasok, dan pemasok mengirimkan faktur.

Tugas dan Peran Buyer

Ringkasnya, tugas pembeli adalah sebagai berikut:

  • Merencanakan kebutuhan produk/jasa yang dibutuhkan oleh bisnis.
  • Klasifikasikan pembelian, yang biasanya dilakukan berdasarkan durasinya – jangka panjang, tepat waktu, bulanan, dan sebagainya.
  • Lakukan analisis dengan total biaya kepemilikan.
  • Buat daftar pemasok potensial dan pilih pemasok.
  • Menyerahkan persetujuan pembelian kepada manajer pembelian.
  • Berkomunikasi dengan pemasok.
  • Bernegosiasi dengan pemasok.
  • Kompilasi dan kirim PO.
  • Melakukan proses QC terhadap produk yang telah didapatkan.
  • Mendokumentasikan proses pembelian.
  • Berkomunikasi dengan departemen keuangan dan tim logistik.
  • Menganalisis efektivitas dan kinerja produk yang telah diperoleh sesuai kebutuhan bisnis.

Bagi Anda yang baru memulai bisnis dangang, wajar jika Anda juga merangkap sebagai pembeli dalam kegiatan pembelian saham. Oleh karena itu, Anda mungkin merasa tertekan hingga pekerjaan Anda mandek karena harus melakukan banyak hal, antara lain pengelolaan keuangan, pengiriman, penjualan, hingga pengelolaan gudang.


Tags

akuntansi, arus kas, bayar pajak, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, karyawan, kena pajak, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, lapor pajak, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, modal


You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top

SIAP KEMBANGKAN BISNIS!

Otomatisasi Bisnis dengan Metode PSF

Sudah bukan jamannya bisnis malah bikin stres..

Hari
Jam
Menit
Detik