Juni 19

0 comments

Fungsi Melakukan Opname Hutang dan Piutang Perusahaan

Sebelum masuk ke pembahasan opname hutang, kita flashback dahulu kisah Jamu Nyonya Meneer. Sejak awal tahun 90-an, siapa yang tidak mengenal jamu dengan brand Bu Meneer berlogo wanita dalam pakaian adat Jawa? Dan pasti ada yang pernah mendengar nama merek obat herbal tersebut. Saat ini, Ibu Meneer juga merupakan salah satu merek jamu lokal yang paling laris di pasaran. Namun informasi terakhir yang di dapat adalah PT. Nyonya Meneer telah di nyatakan pailit.

Berdasarkan beberapa sumber, di ketahui bahwa sejak awal tahun 2015 perusahaan jamu tersebut di nyatakan pailit total dengan alasan ketidakmampuan perusahaan untuk membayar kewajiban utangnya.

opname hutang

Kepailitan Jamu Nonya Meneer

Jadi jumlah kewajiban hutang yang harus di bayar oleh perusahaan ini adalah sekitar Rp. 252 miliar. Setelah jumlah utang di bagi menjadi 85 kreditur. Setelah di lakukan pemeriksaan yang cukup lama oleh pemeriksa ternyata nilai utang tersebut begitu besar, yang terdiri dari:

  1. Utang kepada KPP Pratama sebesar Rp36 miliar.
  2. Utang ke BPJS Kesehatan lebih dari Rp 1 miliar.
  3. BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp. 12 miliar.
  4. Kepada karyawan (untuk gaji dan sebagainya) Rp29 miliar.
  5. Dan totalnya adalah Rp. 252 miliar.

Setelah sempat meredup selama dua tahun terakhir, kasus ini kembali mengemuka setelah salah satu pemasok bahan baku herbal ini menginginkan pembatalan perdamaian setelah perjanjian perdamaian di sahkan pada pertengahan tahun 2015 oleh Pengadilan Niaga Semarang. Alasan pembatalan perjanjian itu karena mereka tidak menerima pembayaran dari Ibu Meneer.

Kasus kepailitan yang di uraikan di atas di maksudkan sebagai pendekatan agar pembaca dapat memahami betapa pentingnya saldo utang. Jika pembaca tidak terlalu teliti dalam mencatat transaksi utang. Sehingga kasus seperti di atas yang di sebabkan oleh hutang yang tidak dapat di lunasi berpotensi terjadi lagi pada perusahaan Anda.

BACA JUGA:  Penting Adanya Barang Substitusi & Manfaatnya Untuk Bisnis

Tips Melakukan Opname Hutang Piutang

Untuk itu para praktisi software akuntansi akan memberikan beberapa tips kepada pembaca serta beberapa cara cara cek saldo hutang secara bertahap.

1. Lakukan Analisis

Alasan mengapa prosedur analitis paling awal di lakukan adalah untuk membantu pemeriksa dalam mengembangkan ekspektasi tentang bagaimana saldo akun utang usaha dengan saldo akun lainnya, seperti pembelian, persediaan, kas, bank, retur pembelian. , atau dari diskon pembelian.

Analisis dapat di lakukan dengan membuat rasio. Salah satu rasio yang dapat di gunakan adalah rasio perputaran hutang. Fungsi dari rasio ini adalah untuk mengukur seberapa cepat perusahaan membayar hutangnya kepada pemasok. Rasio lain yang di gunakan adalah rasio utang usaha terhadap kewajiban lancar. Tujuan utama pengukuran ini adalah untuk mengukur seberapa besar nilai utang usaha terhadap total kewajiban lancar lainnya.

Analisis ini juga dapat di lakukan pada setiap akhir pemeriksaan untuk memastikan bahwa bukti yang sebelumnya telah di evaluasi dalam uji keseimbangan dan rinciannya sesuai dengan gambaran keseluruhan yang akan di sajikan dalam laporan keuangan.

2. Menguji Detail Transaksi

Melakukan penelusuran atas berbagai informasi transaksi terhadap bukti transaksi dengan menelusurinya menjadi bukti pendukung transaksi. Prosedur seperti ini biasanya lebih sering di sebut dengan Vouching.

Transaksi-transaksi yang akan di periksa meliputi transaksi-transaksi yang telah di catat dalam jurnal, yang akan membentuk saldo akhir utang sebagai bukti pendukung. Bukti transaksi yang akan di periksa antara lain voucher, faktur penjualan, laporan penerimaan barang dan laporan pembelian.

Transaksi yang akan di catat pada kolom debet dapat di periksa melalui transaksi pengeluaran kas seperti: buku penerbit cek atau berupa memo dari penjual, bukti retur pembelian, pengurangan harga dan lain sebagainya.

BACA JUGA:  Alur SOP Perawatan Aset Mesin Produksi Yang Tepat

Hal yang perlu di ingat adalah waktu yang di butuhkan untuk mengecek bukti transaksi sangat terbatas, sehingga di perlukan ketelitian dan kecepatan dalam pengecekan. Secara khusus, ini adalah masalah ketepatan dalam menentukan seberapa besar nilai pengambilan sampel, dan kecepatan pelaksanaannya.

Nilai sampling itu sendiri juga menunjukkan seberapa besar bukti transaksi yang akan di jadikan objek pemeriksaan.

Pengecekan Transaksi

Transaksi yang akan di catat pada kolom debet dapat di periksa melalui transaksi pengeluaran kas seperti: buku penerbit cek atau berupa memo dari penjual, bukti retur pembelian, pengurangan harga dan lain sebagainya.

Hal yang perlu di ingat adalah waktu yang di butuhkan untuk mengecek bukti transaksi sangat terbatas, sehingga di perlukan ketelitian dan kecepatan dalam pengecekan. Secara khusus, ini adalah masalah ketepatan dalam menentukan seberapa besar nilai pengambilan sampel, dan kecepatan pelaksanaannya.

Nilai sampling itu sendiri juga menunjukkan seberapa besar bukti transaksi yang akan di jadikan objek pemeriksaan.

Setelah Anda memeriksa bukti transaksi. Kemudian selanjutnya periksa dengan cutoff. Dan triknya adalah menelusuri tanggal laporan penerimaan ke dalam paragraf register voucher dan melakukan penelusuran ke dalam bukti transaksi.

Melakukan Peninjauan

Eksplorasi dan peninjauan langsung terhadap dokumen internal. Potong limit transaksi pembelian. Caranya adalah dengan mengecek data transaksi pendukung pembelian pada minggu-minggu terakhir tanggal neraca dan juga minggu-minggu pertama setelah tanggal neraca.

Pemotongan utang usaha pada minggu terakhir periode pemeriksaan dan minggu pertama setelah tanggal neraca. Periksa persediaan konsinyasi. Persediaan di percayakan untuk memastikan bahwa persediaan yang di beli perusahaan secara kredit benar-benar milik perusahaan, bukan milik pihak lain.

Melakukan penelusuran dengan meninjau transaksi yang terjadi menjadi nilai anggaran. Cara ini harus di lakukan agar dapat di ketahui di daerah mana utang perusahaan dapat menimbulkan risiko.

BACA JUGA:  Jasa Pembuatan SOP Perusahaan

3. Uji Rincian Saldo Saat Opname Hutang Piutang

Konfirmasi hutang akun. Meski prosedur semacam ini lebih opsional, karena mengirimkan surat konfirmasi kepada pihak ketiga, untuk langkah semacam ini harus bisa memperkuat prosedur pemeriksaan. Kirimkan surat konfirmasi kepada pemasok utama, karena nilai utang terbesar biasanya berkaitan erat dengan pemasok utama.

Selain konfirmasi yang dikirim ke pemasok utama, dan surat konfirmasi juga harus dikirim ke perusahaan berdasarkan transaksi yang tidak biasa.

Untuk jumlah utang yang belum di konfirmasi oleh pemasok dan segera direkonsiliasi. Manfaatkan laporan bulanan yang telah dikirimkan oleh pemasok setiap bulannya. Mungkin untuk prosedur seperti ini akan lebih sulit di lakukan karena tidak semua supplier mampu memberikan informasi secara bulanan kepada perusahaan.

4. Periksa Presentasi

Periksa utang dalam laporan keuangan apakah benar-benar di sajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum (GABU). Cek menggunakan dasar-dasar yang masih dapat di peroleh dari standar akuntansi keuangan PSAK dan berbagai peraturan yang masih terkait dengan pos utang.

Meminta penjelasan dari manajemen atas berbagai komitmen yang belum di ungkapkan dan apa saja syarat dan penjelasan terkait utang tersebut.

Nah itulah beberapa tips tentang debt taking dan terkait dengan opname hutang piutang. Prosedur yang telah di tulis di atas mungkin sedikit berbeda dengan kondisi sebenarnya di perusahaan Anda karena prosedur pemeriksaan yang sebenarnya masih bergantung pada alur kerja dan sistem pengendalian internal.


Tags

akuntansi, arus kas, bayar pajak, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, karyawan, kena pajak, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, lapor pajak, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, modal


You may also like

Tips Jitu Menjalankan Bisnis Usaha Makanan Ringan Serba 2000

Tips Jitu Menjalankan Bisnis Usaha Makanan Ringan Serba 2000

Perhitungan BEP (Break Even Point) Yang Tepat Untuk Pemula

Perhitungan BEP (Break Even Point) Yang Tepat Untuk Pemula
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top