Januari 5

0 comments

Contoh Pencatatan Jurnal Pengeluaran Kas dan Penerimaan Kas

Dalam suatu perusahaan tidak lepas dari jurnal pengeluaran kas dan penerimaan. Sehingga, keduanya sangat penting untuk di sajikan dengan benar dan tepat.

Kedua jurnal ini merupakan bagian dari contoh jurnal khusus yang berfungsi untuk mencatat transaksi berulang.

Dengan demikian arus kas suatu perusahaan atau lembaga dapat di laporkan dan di pantau.

Jurnal Pengeluaran Kas

Pengertian Jurnal Pengeluaran Kas dan Penerimaan Kas

Pertama-tama, mari kita kenali pengertian dari masing-masing jurnal penerimaan dan pengeluaran kas:

Penerimaan Kas

Pengertian jurnal penerimaan kas (cash receipt journal) adalah jenis jurnal yang berisi berbagai catatan yang bahkan berhubungan dengan kas masuk.

Dari mana pun sumbernya, dan harus di catat dengan jelas. Pendapatan umumnya berasal dari berbagai sumber utama.

Sumber pendapatan utama dalam bisnis meliputi:

  • Penjualan produk secara tunai
  • Modal yang ditanamkan atau diinvestasikan oleh pemilik usaha
  • Piutang dibayar tunai
  • Penjualan aset secara tunai
  • Penerimaan sewa, dividen atau bunga
  • Pinjaman tunai dari bank, individu atau lembaga keuangan lainnya

Pengeluaran Kas

Seperti umumnya, dalam bisnis selain pendapatan, ada biaya.

Jika penerimaan meningkatkan jumlah uang tunai, maka pengeluaran adalah kebalikannya.

Setiap pengeluaran ini bahkan harus di catat dalam jurnal pengeluaran kas.

Keberadaan jurnal penerimaan dan pengeluaran kas sehingga akan selalu berjalan beriringan. Alasannya karena keduanya saling berkaitan.

Fungsi dari jurnal pengeluaran kas sendiri adalah mencatat semua arus kas keluar untuk operasional bisnis.

Catatan atau jurnal ini nantinya dapat memproyeksikan kemampuan finansial bisnis dari kas bisnis itu sendiri.

Jenis pengeluaran kas yang harus di catat dalam jurnal ini antara lain:

  • Pembayaran utang dagang atau material
  • Pembelian barang atau penggunaan jasa yang dibayar tunai
  • Pengeluaran untuk pengeluaran perusahaan seperti gaji karyawan
  • Pembayaran deposito ke kas kecil
  • Pengembalian uang untuk barang yang dikembalikan oleh konsumen
  • Biasanya bukti yang dijadikan acuan atau acuan pencatatan transaksi dalam jurnal pengeluaran adalah berupa tagihan dari supplier yang sudah lunas.
BACA JUGA:  Menguak Rahasia Sukses Bisnis Online di Era Milenial

Bukti pembayaran dapat berupa dokumen berupa cek atau slip giro.

Pastikan untuk mengisi jurnal ini dengan detail dan teliti, agar tidak kesulitan saat berpindah ke buku besar.

Manfaat Pembuatan Jurnal Pengeluaran Kas dan Penerimaan Kas

Lantas, apa saja manfaat membuat jurnal penerimaan dan pengeluaran kas? Manfaatnya antara lain, yaitu:

  • Memudahkan pengelolaan dan pengawasan arus atau arus keuangan perusahaan.
  • Merekam data jauh lebih mudah, detail dan rapi.
  • Memiliki informasi keuangan yang lengkap, sistematis dan akurat untuk di jadikan laporan keuangan sebagai dasar setiap kebijakan.
  • Meminimalkan kesalahan pencatatan transaksi dan kecurangan, karena setiap jenis transaksi di sertai dengan bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
  • Mencegah perubahan data.
  • Adanya pembagian kerja yang memberikan keefektifan pada setiap divisi atau seksi.
  • Membuat laporan keuangan secara rutin semakin mudah.
  • Memudahkan pengecekan kondisi keuangan.
  • Menjadi tolak ukur atau pertimbangan dalam membuat rencana bisnis kedepannya.

Format Jurnal Penerimaan dan Pengeluaran Kas

Setiap jurnal baik penerimaan maupun pengeluaran kas memiliki format tertentu.

Jurnal penerimaan dan pengeluaran kas yang di sajikan juga akan lebih tertata dan rapi. Ini format yang biasa di gunakan!

Format Jurnal Penerimaan Kas

Dalam jurnal penerimaan, di samping itu beberapa entri dapat di tambahkan untuk menyesuaikan frekuensi penerimaan dana atau uang tunai dari pelanggan.

Selanjutnya pada akhirnya saldo jurnal ini akan di ringkas secara periodik untuk kemudian di pindahkan atau di bukukan ke buku besar.

Format entri jurnal penerimaan kas adalah yang paling sederhana dan paling sering di gunakan di perusahaan perdagangan, sehingga yang terdiri dari:

  • Kolom tanggal untuk mencatat kapan kas masuk kas.
  • Kolom untuk rekening kredit, untuk mencatat nama rekening sebagai tempat penerimaan kas.
  • Kolom referensi posting berisi jumlah akun di buku besar pada saat di posting.
  • Kolom cash atau kas untuk mencatat jumlah kas yang di terima atau di terima.
  • Kolom diskon untuk mencatat jumlah diskon yang telah di setujui saat menerima uang tunai dari konsumen
  • Kolom penjualan untuk mencatat jumlah penjualan secara tunai.
  • Kolom Piutang, berfungsi untuk mencatat pembayaran tunai atas hutang konsumen kepada Anda.
  • Kolom serba-serbi atau lain-lain, bahkan yang memuat segala bentuk catatan tambahan mengenai rekening yang tidak di miliki. kolom khusus. Misalnya, misalnya menerima bunga dan lain sebagainya.
BACA JUGA:  Pentingnya "TEAM BUILDER" Untuk Pengembangan Bisnis

Format Jurnal Pengeluaran Kas

Demikian juga dengan jurnal pengeluaran kas memiliki format tertentu.

Dengan format ini, karena itu catatan pengeluaran akan tersaji dengan rapi dan teratur.

Dalam format tersebut, akan ada beberapa kolom yang terdiri dari:

  • Date/date- pada kolom ini, dan Anda dapat mencatat tanggal di lakukannya transaksi.
  • Nomor Bukti – bagian yang di gunakan untuk mencatat nomor-nomor yang berkaitan dengan barang bukti berupa nota dan sebagainya.
  • Deskripsi- di gunakan untuk merekam penjelasan rinci tentang transaksi yang di lakukan.
  • Referensi – tanda catatan yang terkait dengan poin yang terhubung ke buku besar.
  • Tunai – bagian yang di gunakan untuk mencatat setiap nilai uang tunai yang masuk.
  • Pengurangan – pada kolom ini, Sehingga Anda dapat menginput pemotongan terkait dengan transaksi yang di lakukan.
  • Piutang Usaha – jenis kolom lain yang akan di gunakan dan untuk menuliskan setiap nilai piutang.
  • Penjualan- kolom yang akan memasukkan bahkan setiap catatan dari proses penjualan.
  • Miscellaneous – sesuai namanya, sehingga kolom ini digunakan untuk mencatat akun-akun lain selain yang sudah di sebutkan, misalnya sewa dan sejenisnya.

Tags

akuntansi, arus kas, bayar pajak, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, karyawan, kena pajak, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, lapor pajak, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, modal


You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top

SIAP KEMBANGKAN BISNIS!

Otomatisasi Bisnis dengan Metode PSF

Sudah bukan jamannya bisnis malah bikin stres..

Hari
Jam
Menit
Detik