Desember 22

0 comments

Contoh Buku Besar Yang Penting Bagi Bisnis Anda

Apa itu buku besar? Bagaimana cara membuat atau membukukan buku besar baik dalam bentuk T, skontro, dan staffle serta contoh buku besar yang benar? Berikut ulasannya.

Buku besar merupakan salah satu bagian dari laporan keuangan. Buku besar merangkum data dari jurnal umum dan jurnal khusus dengan klasifikasi akun yang lebih rinci. Namun, rincian klasifikasi akun-akun tersebut berbeda-beda tergantung dari bentuk buku besar yang digunakan.

Setidaknya, ada tiga jenis formulir buku besar yang paling sering digunakan oleh pengusaha, yaitu buku besar T-form, skontro, dan staffle (kolom saldo tunggal dan kolom saldo ganda).

Pengertian Buku Besar

Buku besar adalah buku yang berisi perkiraan tentang ringkasan pengaruh transaksi keuangan karena perubahan aset, kewajiban, dan modal di perusahaan.

Dalam arti lain, buku besar juga merupakan alat yang digunakan untuk mencatat berbagai perubahan dalam suatu akun akibat transaksi keuangan.

Estimasi jumlah buku besar yang dibutuhkan oleh perusahaan juga bervariasi. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti jenis kegiatan, keuangan dan aset perusahaan, informasi yang dibutuhkan perusahaan, hingga volume transaksi.

Kegiatan menyimpan buku besar disebut posting. Dimana isi buku besar adalah pemindahan akun-akun dari jurnal umum. Jadi, posting dilakukan setelah menyusun jurnal umum.

Akun-akun dalam buku besar diklasifikasikan menjadi akun riil atau akun riil dan juga akun nominal atau nominal. Akun riil adalah akun yang ada di neraca seperti hutang, aset, modal, dan kewajiban. Sedangkan akun nominal adalah akun-akun yang ada pada laporan laba rugi seperti akun beban dan pendapatan.

Contoh Buku Besar yang Perlu Anda Ketahui

Bentuk buku besar yang paling umum digunakan adalah T, skontro, dan buku besar staf dengan kolom saldo tunggal dan kolom saldo ganda.

BACA JUGA:  Fungsi Laporan Perubahan Modal Buat Pengusaha

1. Buku Besar Bentuk T

Contoh Buku Besar Yang Penting Bagi Bisnis Anda

Buku besar T adalah bentuk buku besar yang paling sederhana dan paling umum digunakan. Dimana biasanya jenis buku besar ini digunakan untuk keperluan analisis transaksi, juga untuk menjelaskan mekanisme penggunaan akun.

Pada buku besar T, kolom debit dan kredit terletak berdampingan. Sebelah kiri untuk debet dan sebelah kanan untuk kredit.

Begitu juga dengan nomor atau kode rekening di kanan atas dan nama rekening di kiri atas kolom debit dan kredit. Kemudian pada kolom terakhir terdapat kolom total debet dan kredit, serta saldo debet.

Namun, buku besar berbentuk T tidak dapat memuat nomor referensi dan saldo per transaksi yang terkait dengan jurnal. Jadi, jika ingin melihat dan mengetahui jumlah saldo, Anda harus menunggu hingga akhir bulan. Ini karena formulir T tidak memuat kolom saldo untuk setiap transaksi.

2. Skontro

Contoh Buku Besar Yang Penting Bagi Bisnis Anda

Buku besar dalam bentuk kontrol juga sering disebut sebagai buku besar dua kolom. Hal ini dikarenakan pengertian skontro adalah satu sisi atau terbagi dua yaitu kanan dan kiri atau debet dan kredit.

Pada kolom 1 bagian debet terdapat 4 kolom yang berisi tanggal, keterangan, nomor ref, dan nominal debet transaksi. Begitu juga pada kolom 1 bagian kredit yang berisi 4 kolom dengan field yang sama. Namun perbedaannya terletak pada nominal kredit transaksi tersebut.

Semua kolom terletak berdampingan, sehingga dalam 1 jalur terdapat total 8 kolom. Sedangkan kolom nama dan nomor rekening ditempatkan di bagian atas kolom.

Skontro merupakan salah satu bentuk buku besar akuntansi perusahaan yang cukup mudah, namun tetap detail di setiap pencatatan dan nominal transaksi. Namun kelemahan bentuk ini tidak jauh berbeda dengan buku besar T yaitu tidak adanya kolom neraca.

BACA JUGA:  Tugas Manajer Keuangan Dalam Mengelola Keuangan Perusahaan

3. Staffle Kolom Keseimbangan Tunggal

Contoh Buku Besar Yang Penting Bagi Bisnis Anda

Buku besar Staffel adalah buku yang paling detail. Oleh karena itu, formulir ini banyak digunakan oleh perusahaan, terutama jika perusahaan memerlukan penjelasan yang detail mengenai suatu transaksi.

Buku besar staffel juga terbagi menjadi dua jenis, yaitu yang terdiri dari tiga kolom dan empat kolom. Dimana yang terdiri dari 3 kolom memiliki satu kolom saldo, sedangkan yang terdiri dari 4 kolom memiliki beberapa kolom saldo.

Buku besar kolom saldo tunggal berisi tiga kolom untuk debit, kredit, dan total saldo akun. Kemudian, 6 kolom tersebut terdiri dari detail tanggal, keterangan transaksi, nomor ref, nominal debit, nominal kredit, dan saldo. Sedangkan untuk nama rekening dan nomor rekening diletakkan bersebelahan di bagian atas kolom.

4. Staffle Kolom Saldo Ganda

Contoh Buku Besar Yang Penting Bagi Bisnis Anda

Buku besar staf dengan banyak kolom saldo merupakan jenis buku yang paling detail antara lain mulai dari penyusunan akun hingga transaksi.

Oleh karena itu, perusahaan berskala besar umumnya menggunakan bentuk buku besar ini, dimana kebutuhan akan data rekening dan transaksi keuangan yang detail dan spesifik dapat terpenuhi.

Dalam formulir ini, 7 kolom besar berisi tanggal, keterangan, nomor referensi, debit, kredit, saldo debet, dan saldo kredit.

Penutupan

Buku besar merupakan buku yang dapat digunakan sebagai bahan dan informasi dalam menyusun laporan keuangan. Buku ini juga digunakan sebagai alat untuk mengurutkan data transaksi yang telah tercatat di jurnal dan jurnal khusus.

Dalam penerapannya, buku besar terdiri dari beberapa jenis, yang paling umum digunakan antara lain buku besar bentuk T, skontro, dan staffle dengan kolom saldo tunggal dan kolom saldo ganda.

Itu tadi penjelasan singkat mengenai buku besar dan contoh buku besar. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi bisnis Anda!


Tags

akuntansi, arus kas, bayar pajak, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, karyawan, kena pajak, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, lapor pajak, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, modal


You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top

SIAP KEMBANGKAN BISNIS!

Otomatisasi Bisnis dengan Metode PSF

Sudah bukan jamannya bisnis malah bikin stres..

Hari
Jam
Menit
Detik