Juli 17

0 comments

Cara Membuat Laporan Pajak Online untuk SPT Pribadi

Untuk menghindari denda, wajib pajak orang pribadi yang bekerja sebagai pencari nafkah dan memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) wajib laporan pajak online. Namun, bagaimana cara melaporkan SPT tahunan pribadi ini? Pelaporan diri dapat dilakukan secara online.

Namun, dalam hal pendapatan nominal, ada dua kategori yang berbeda dalam pelaporan SPT tahunan orang pribadi. Bagi pegawai dengan penghasilan bruto tidak lebih dari Rp60 juta per tahun, wajib menggunakan formulir SPT 1770 SS.

Sementara itu, wajib pajak dengan penghasilan di atas Rp60 juta per tahun mengisi formulir SPT 1770 S. Selanjutnya, sebelum mengisi formulir, pastikan Anda telah menyiapkan bukti pemotongan pajak 1721 A1 untuk pegawai swasta dan bukti pemotongan pajak 1721 A2 untuk pegawai negeri sipil.

laporan pajak online

Ketentuan Metode Pelaporan Pajak Online

Baik Wajib Pajak Badan (corporate Wajib Pajak) maupun Wajib Pajak Orang Pribadi (Wajib Pajak Orang Pribadi) wajib melaporkan perpajakannya secara online.

Mengenai tata cara laporan pajak online Surat Pemberitahuan (SPT), secara umum ada dua jenis Surat Pemberitahuan, yaitu jenis Surat Pemberitahuan Pajak Penghasilan (SPT PPh) dan jenis Surat Pemberitahuan Pajak Pertambahan Nilai (SPT PPN).

Keduanya memiliki persyaratan dan prosedur pelaporan pajak yang berbeda.

A. Aplikasi Lapor SPT Tahunan PPh

Prosedur pelaporan SPT tahunan antara Wajib Pajak Orang Pribadi (WP OP) dan Wajib Pajak Badan (WP Badan) tidak sama.

Jika cara pelaporan SPT Tahunan WP Orang Pribadi secara online dapat melalui e-Filing, sedangkan cara pelaporan SPT Tahunan Wajib Pajak badan secara online adalah melalui aplikasi pajak online untuk SPT Tahunan PPh Badan.

Cara pelaporan SPT Wajib Pajak orang pribadi dan badan secara online melalui aplikasi pelaporan pajak mitra resmi Ditjen Pajak, e-Filing dan eSPT Tahunan Badan Klikpajak.

B. Aplikasi Lapor SPT Masa PPh

Baik Wajib Pajak Badan maupun Wajib Pajak Badan yang memungut PPh Pasal 21 dapat melaporkan SPT PPh ke-21 melalui e-filing.

BACA JUGA:  Syarat Dokumen Untuk Membuat EFIN Online Tanpa ke KPP

Sedangkan jika pelaporan SPT Periode PPh Pasal 4 ayat 2, PPh 15, PPh 22, PPh 23, PPh 26 melalui Penyatuan e-Bupot.

C. Aplikasi Lapor SPT Masa PPN

Adapun cara pelaporan SPT Masa Pajak Pertambahan Nilai harus dilaporkan melalui e-Faktur.

Persiapan Laporan Pajak Online Pribadi

Apabila bagi Wajib Pajak orang pribadi, pegawai atau pekerja wajib untuk mengirim bukti pemotongan PPh Pasal 21 berupa formulir 17 dari pemberi kerja.

Sebelum mulai melaporkan SPT bagi wajib pajak orang pribadi, Anda harus mempersiapkan yang perlu untuk hal tersebut.

Nah, apa persiapan yang penting untuk melaporkan SPT Pribadi antara karyawan dan freelancer atau pengusaha berbeda.

Bahkan, bagi yang berstatus pegawai, juga terdapat perbedaan dari segi formulir SPT

Berikut yang perlu Anda ketahui dan persiapkan sebelum memulai tahapan cara melaporkan SPT online atau SPT tahunan pribadi untuk karyawan dan pemberi kerja:

A. Jenis Formulir Laporan Pajak Online Pribadi

Pelaporan SPT Pajak Orang Pribadi dibagi menjadi tiga jenis formulir SPT, yaitu:

1. Formulir 1770SS untuk Karyawan (Penghasilan < Rp60 juta/tahun)

Bagi Wajib Pajak (WP) yang penghasilan atau gajinya dalam 1 tahun kurang dari Rp. 60.000.000 atau di bawah Rp. 5.000.000 sebulan, mereka harus menggunakan Formulir 1770SS untuk melaporkan SPT Tahunan Pribadi mereka.

Formulir SPT 1770SS (Sangat Sederhana) ini memiliki cara pengisian yang paling sederhana daaripada Formulir 177

2. Formulir 1770S untuk Karyawan (Penghasilan > Rp60 juta/tahun)

Sedangkan bagi Wajib Pajak yang memiliki penghasilan di atas Rp. 60.000.000 dalam 1 tahun atau lebih dari Rp. 5.000.000 sebulan, pelaporan SPT Pribadi harus menggunakan Form 1770S.

Pengisian Formulir 1770S (Sederhana) sedikit lebih rumit dari Formulir 1770SS, karena Anda harus memasukkan informasi aset dan lainnya di kolom yang tersedia tetapi masih dalam kategori sederhana.

BACA JUGA:  Perbedaan Antara Perusahaan PKP dan Non PKP

Cara Melaporkan Pajak Pribadi

Langkah pertama yang harus Anda lakukan untuk melaporkan SPT Anda adalah dengan mendaftar terlebih dahulu untuk dapat mengakses Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Online tentunya. Pendaftaran dapat klik https://djponline.pajak.go.id/account/login

Nah, setelah Anda mendaftar secara online, Anda akan mendapatkan EFIN (Electronic Filing Identification Number), yaitu nomor pokok wajib pajak dari Direktorat Jenderal Pajak untuk pelaporan pajak online atau e-filing.

EFIN akan dikirimkan ke email Anda yang aktif dan terdaftar. Jika sebelumnya sudah mendaftar e-filing tapi lupa, bisa cek email dari Ditjen Pajak yang sudah terinput sebelumnya. Atau Anda juga dapat mengunjungi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdekat dengan membawa NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) dan mengisi formulir aktivasi EFIN.

Cara lapor SPT tahunan pribadi (penghasilan di bawah Rp60 juta)

  1. Buka laman djponline.pajak.go.id;
  2. Masukkan NPWP, kata sandi, dan kode keamanan/CAPTCHA, lalu klik Login;
  3. Pilih menu Lapor, lalu klik e-Filing;
  4. Pilih Buat SPT;
  5. Ikuti Panduan Pengisian e-Filing;
  6. Isi data formulir berupa tahun pajak, status SPT, dan status pembetulan;
  7. Isi Bagian A. Poin (1) penghasilan bruto selama setahun, poin (2) isi data pengurang, poin (3) pilih Penghasilan Tidak Kena Pajak, poin (6) isikan nilai Pph yang telah dipotong perusahaan;
  8. Jika status nihil, klik Lanjut ke B dan isi sesuai instruksi; Lalu, lanjut ke Bagian C dan isi nominal data dan utang sesuai instruksi;
  9. Kemudian, lanjut ke Bagian D. Centang Setuju jika data sudah benar;
  10. Selanjutnya, ambil kode verifikasi yang dikirim melalui email wajib pajak;
  11. Copy dan paste kode tersebut di kolom paling akhir dan klik Kirim SPT;
  12. Terakhir, silakan buka email untuk melihat Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) SPT.

Cara lapor SPT tahunan pribadi (penghasilan di atas Rp60 juta)

  1. Mengikuti cara yang sama dengan cara diatas dari point 1-5
  2. Isi data formulir, seperti Tahun Pajak, Status SPT, dan Pembetulan (jika mengajukan pembetulan SPT);
  3. Tambahkan Bukti Pemotongan Pajak di langkah ke dua atau klik Tambah+, jika memiliki;
  4. Isi data Bukti Potong Baru yang terdiri dari Jenis Pajak, NPWP Pemotong/Pemungut Pajak, Nama Pemotong/Pemungut Pajak, Nomor Bukti Pemotongan/Pemungutan, Tanggal Bukti Pemotongan/Pemungutan, dan Jumlah PPh yang Dipotong/Dipungut;
  5. Tuliskan Penghasilan Neto Dalam Negeri Sehubungan dengan Pekerjaan;
  6. Masukkan Penghasilan Dalam Negeri Lainnya, bila ada;
  7. Input Penghasilan Luar Negeri, bila ada;
  8. Masukkan Penghasilan yang tidak termasuk obyek pajak, bila ada;
  9. Masukkan Penghasilan yang telah dipotong PPh Final, bila ada;
  10. Tambahkan Harta yang Anda miliki. Jika tahun sebelumnya Anda sudah melaporkan daftar harta dalam e-filing, tinggal klik Harta Pada SPT Tahun Lalu;
  11. Tambahkan Utang yang Anda miliki. Jika tahun sebelumnya Anda sudah melaporkan daftar utang dalam e-filing, klik Utang Pada SPT Tahun Lalu;
  12. Tambahkan tanggungan yang Anda miliki. Jika tahun sebelumnya Anda sudah melaporkan daftar tanggungan dalam e-filing, cukup klik Tanggungan Pada SPT Tahun Lalu;
  13. Isilah Zakat/Sumbangan Keagamaan Wajib yang Anda bayarkan ke Lembaga Pengelola yang sah dari Pemerintah;
  14. Input Status Kewajiban Perpajakan Suami Istri yang sesuai;
  15. Isi pengembalian/pengurangan PPh Pasal 24 dari penghasilan Luar Negeri, bila ada;
  16. Isi Pembayaran PPh Pasal 25 dan Pokok SPT PPh Pasal 25, bila ada;
  17. Cek Penghitungan Pajak Penghasilan (PPh). Jika Nihil klik Langkah Berikutnya;
  18. Jika kurang bayar, akan ada pertanyaan lanjutan. Apabila belum bayar, akan ada perintah untuk pembuatan e-Billing (isi nomor transaksi erta tanggal dan jumlah pembayaran, jika sudah bayar). Jika SPT lebih bayar, silakan unggah dokumen pendukung;
  19. Lakukan konfirmasi dengan klik Setuju/Agree pada kotak yang tersedia dan pilih Langkah Berikutnya.
BACA JUGA:  Pahami Perbedaan Pajak Langsung dan Tidak Langsung dengan Mudah

Tags

bayar pajak, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, karyawan, kena pajak, keuangan, kuliner, lapor pajak, laporan, mengatur keuangan, modal, online, pajak, pajak bisnis online, pajak dokter, pajak hotel, pajak makelar


You may also like

Ingin Penjualan Lancar? Ketahui Apa Itu Segmen Pasar!

Ingin Penjualan Lancar? Ketahui Apa Itu Segmen Pasar!

Usaha Bidang Keuangan? Wajib Tahu Apa Itu Otoritas Jasa Keuangan

Usaha Bidang Keuangan? Wajib Tahu Apa Itu Otoritas Jasa Keuangan
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top

WEBINAR GRATIS!!

3 Langkah Menyusun SOP Untuk Membangun Bisnis Autopilot

Hari
Jam
Menit
Detik