Juni 16

0 comments

Cara Membuat Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan Manufaktur

Setiap perusahaan membutuhkan yang namanya laporan keuangan untuk kemajuan perusahaan. Tidak terkecuali untuk perusahaan manufaktur. Dengan adanya laporan keuangan tahunan perusahaan manufaktur, pihak manajemen dapat melihat kondisi keuangan perusahaan pada periode/tahun tertentu.

Pengertian Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan Manufaktur

Laporan keuangan adalah laporan yang dapat menunjukkan posisi serta kondisi keuangan perusahaan dalam jangka waktu tertentu. Laporan keuangan perusahaan terdiri dari laporan laba rugi, laporan neraca, laporan arus kas, dan laporan perubahan modal (ekuitas). Hal tersebut berlaku untuk semua jenis perusahaan, termasuk perusahaan manufaktur.

Perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang kegiatan utamanya adalah mengelola bahan mentah atau bahan baku menjadi bahan jadi. Bahan jadi tersebut yang nantinya akan di jual ke supplier atau pembeli langsung.

Di dalam perusahaan manufaktur, terdapat istilah proses produksi. Dalam proses produksi terdapat beberapa komponen, di antaranya persediaan bahan baku, persediaan barang dalam proses, dan persediaan barang jadi.

Perusahaan manufaktur memproduksi sendiri sebuah produk untuk kemudian di jual ke supplier atau pembeli langsung. Karena berhubungan proses produksi, maka dalam laporan keuangan tahunan perusahaan manufaktur terdapat istilah harga pokok produksi.

Pada laporan keuangan tahunan perusahaan manufaktur sebenarnya tidak jauh berbeda dengan laporan keuangan perusahaan pada umumnya, hanya bedanya terdapat tambahan laporan harga produksi pada laporan keuangan perusahaan manufaktur.

laporan keuangan tahunan

Siklus Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan Manufaktur

Berikut ini beberapa macam/jenis laporan keuangan pada perusahaan manufaktur:

1. Laporan Harga Pokok Produksi

Laporan harga pokok produksi perlu di buat karena di butuhkan untuk mengetahui jumlah nilai persediaan yang di pakai untuk proses produksi. Selain itu, jumlah nilai biaya untuk proses produksi, serta nilai biaya overhead (yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi) perusahaan yang di keluarkan selama proses produksi.

Dengan adanya nilai dan biaya yang di keluarkan tersebut, maka akan di ketahui berapa harga pokok produksi pada barang jadi yang telah di buat. Harga pokok produksi tersebut yang nantinya akan di gunakan sebagai dasar dalam penentuan nilai jual dari hasil barang produksi tersebut.

BACA JUGA:  Istilah Akuntansi yang Perlu Anda Ketahui di Dunia Bisnis

Macam-macam biaya yang di gunakan untuk dasar penentuan harga pokok produksi, diantaranya:

a. Biaya Bahan Baku

Biaya bahan baku merupakan biaya perolehan atas bahan-bahan baku yang di gunakan dalam proses produksi. Bahan baku tersebut bisa berupa barang jadi yang di dapat dari pabrik lain.

b. Biaya Tenaga Kerja Langsung

Tenaga kerja langsung merupakan tenaga kerja yang berhubungan langsung dalam proses pengelolaan atau produksi barang pada perusahaan manufaktur. Baik produksi yang menggunakan kemampuan fisik maupun yang menggunakan bantuan tenaga mesin.

Maka biaya tenaga kerja langsung adalah semua jenis biaya yang di keluarkan dan di berikan langsung kepada tenaga kerja yang berhubungan langsung dengan proses produksi pada perusahaan manufaktur.

c. Biaya Overhead Pabrik

Biaya overhead pabrik adalah biaya yang di keluarkan oleh perusahaan manufaktur dalam proses produksi, selain dari biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Terdapat beberapa jenis biaya overhead, di antaranya:

  • Biaya bahan penolong, di mana jenis biaya yang sangat kecil kuantitasnya yang di gunakan dalam proses produksi suatu perusahaan manufaktur, dan tidak bisa di telusuri ketika sudah menjadi barang jadi.
  • Biaya tenaga kerja tidak langsung, di mana biaya tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dalam proses produksi suatu perusahaan manufaktur. Misalnya, upah mandor, upah mekanik, dan upah pengawas.
  • Biaya penyusutan, misalnya biaya penyusutan gedung/pabrik, biaya penyusutan mesin, dan biaya penyusutan inventaris pabrik.

2. Laporan Keuangan Laba Rugi Tahunan Perusahaan Manufaktur

Komponen yang ada dalam laporan keuangan laba rugi perusahaan manufaktur kurang lebih hampir sama dengan laporan keuangan laba rugi pada perusahaan lainnya. Di mana laporan keuangan laba rugi tersebut mencakup nilai pendapatan, serta beban yang di keluarkan, yang kemudian selisih antara keduanya tersebut akan menunjukkan nilai laba atau rugi dari perusahaan manufaktur dalam periode tertentu.

BACA JUGA:  Pengertian Akuntansi Menurut Beberapa Ahli

Dalam menyusun laporan keuangan laba rugi perusahaan manufaktur, terdapat empat komponen yang perlu di perhatikan, di antaranya:

a. Pendapatan

Pendapatan di sini merupakan nilai yang di dapat oleh perusahaan manufaktur atas penjualan produk jadi yang telah di buat / di produksi sebelumnya. Nilai dari pendapatan ini bukanlah keuntungan secara murni, karena masih ada komponen lain seperti biaya yang masih perlu untuk diperhitungkan.

b. Biaya

Biaya di sini mencakup semua biaya yang telah di keluarkan oleh perusahaan manufaktur dalam memperoleh pendapatan. Dalam perusahaan manufaktur sedikit berbeda dari biaya pada perusahaan lainnya, yaitu terdapat tambahan adanya biaya produksi.

c. Keuntungan (Profit)

Keuntungan akan di dapat oleh perusahaan manufaktur apabila jumlah pendapatan yang di peroleh bisa lebih besar dari jumlah biaya yang di keluarkan.

d. Kerugian (Loss)

Perusahaan manufaktur akan mendapat kerugian apabila jumlah pendapatan yang di peroleh lebih kecil dari jumlah biaya yang di keluarkan.

3. Laporan Neraca Perusahaan Manufaktur

Laporan neraca pada perusahaan manufaktur tidak jauh berbeda dengan laporan neraca pada perusahaan lain pada umumnya. Di mana di dalam laporan neraca berisi akun aktiva dan akun pasiva. Aktiva berisi semua asset perusahaan, baik asset lancar maupun asset tidak lancar. Misalnya, kas, bank, piutang, persediaan, asset tetap, dan lain sebagainya. Pasiva berisi hutang serta modal dari perusahaan.

4. Laporan Perubahan Modal (Ekuitas)

Sama seperti laporan neraca, laporan perubahan modal pada perusahaan manufaktur juga tidak jauh berbeda dengan laporan pada perusahaan lainnya. Di mana dalam laporan perubahan modal pada perusahaan manufaktur berisi nilai dari modal awal, adanya perubahan modal, deviden yang di bagikan pada pemegang saham, serta hal lain yang tidak berhubungan dengan aktivitas atau kegiatan perusahaan manufaktur.

BACA JUGA:  Apa Yang Dimaksud Dengan Audit, Auditor, Auditee

Modal pada suatu perusahaan manufaktur akan bertambah jika lebih besar dari pada pengambilan prive. Begitu juga sebaliknya, modal akan berkurang apabila laba bersih lebih kecil dari pada pengambilan prive.

Perusahaan manufaktur adalah jenis perusahaan yang yang menggunakan mesin, peralatan, dan tenaga kerja sebagai kesatuan dalam proses produksi. Kegiatan utama dalam perusahaan manufaktur adalah aktivitas dalam merubah barang mentah atau bahan baku menjadi barang jadi yang siap untuk dijual. Sehingga dalam perusahaan manufaktur bisa di bilang cukup rumit dan cukup kompleks dalam penyusunan laporan keuangannya.

Kesimpulan

Laporan keuangan tahunan perusahaan manufaktur sebenarnya hampir sama dengan laporan keuangan yang di terbitkan di setiap bulannya. Bedanya hanya pada rentan waktu data yang akan di tampilkan, dan tentunya pada laporan keuangan tahunan perusahaan manufaktur akan jauh lebih banyak dan lebih detail karena menampilkan kumpulan atas data-data dari laporan keuangan setiap bulannya.

Maka dalam penyusunan laporan keuangan tahunan perusahaan manufaktur perlu di perhatikan setiap detail dari setiap komponennya, mulai dari laporan harga pokok produksi, laporan laba rugi, laporan neraca, laporan arus kas, sampai dengan laporan perubahan modal.

Supaya dalam laporan keuangan tahunan perusahaan manufaktur bisa menampilkan dan memberi informasi sedetail mungkin mulai dari proses produksi, pendapatan yang di terima, biaya yang di keluarkan, sampai dengan laba/rugi yang di terima oleh perusahaan manufaktur dalam jangka waktu tertentu.

Semoga informasi di atas bisa membantu Anda dalam proses penyusunan laporan keuangan perusahaan manufaktur dengan baik dan benar.  Apabila ada yang ingin di tanyakan ataupun di diskusikan, silahkan tulis di kolom komentar, dan jangan lupa share jika informasi yang kami sampaikan bermanfaat.


Tags

akuntansi, arus kas, bayar pajak, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, karyawan, kena pajak, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, lapor pajak, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, modal


You may also like

Cara Pencairan BPJS Ketenagakerjaan Karyawan Perusahaan Anda

Cara Pencairan BPJS Ketenagakerjaan Karyawan Perusahaan Anda

Cara Menentukan Gaji Karyawan Yang Adil dan Sejahtera

Cara Menentukan Gaji Karyawan Yang Adil dan Sejahtera
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top