Mei 21

0 comments

5 Langkah Mudah Melakukan Audit di Perusahaan Anda

Selain proses bisnis, audit di perusahaan merupakan kegiatan penting yang harus Anda lakukan secara rutin. Berikut adalah alasan mengapa perusahaan perlu di audit.

Selain menjalankan proses bisnis yang rutin, mengaudit suatu perusahaan merupakan kegiatan penting yang harus di lakukan secara rutin. Proses audit di lakukan atas laporan keuangan perusahaan, yang di jadikan sebagai sumber informasi terbaik tentang kondisi perusahaan saat ini.

Laporan keuangan merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban perusahaan dalam upaya memenuhi pertanggungjawaban yang di tuntut oleh para pemangku kepentingan atau pihak yang berkepentingan.

Laporan tersebut memuat informasi lengkap mengenai kinerja dan posisi keuangan yang nantinya akan menjadi dasar pengambilan keputusan. Untuk itulah laporan keuangan perusahaan harus di jamin kewajaran dan kebenarannya.

Proses audit merupakan cara terbaik untuk memastikan kewajaran dan kebenaran laporan keuangan suatu perusahaan. Auditing bukan hanya mencari kesalahan atau kecurangan. Namun, audit bertujuan untuk memastikan kesesuaian laporan keuangan dengan standar akuntansi yang berlaku dan memberikan pandangan yang objektif tentang kondisi perusahaan saat ini.

Lalu bagaimana cara melakukan audit yang baik dan benar? Lebih jelasnya Anda dapat melihat video berikut ini.

Mengenal Audit di Perusahaan

Audit adalah kegiatan mengkaji data konkret dalam suatu laporan untuk memastikan keakuratannya. Dalam proses audit, data atau informasi yang tertulis dalam laporan akan di periksa secara detail dan di pastikan tidak ada data yang menyimpang. Audit di lakukan agar data dan informasi dalam laporan sesuai dengan kebenaran yang ada.

Audit di bedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

1. Audit Internal

Hiro Tugiman dalam bukunya yang berjudul “Standar profesional audit internal” (2005:11) menyatakan pengertian audit internal adalah sebagai berikut: “audit internal atau pemeriksaan internal adalah fungsi penilaian independen dalam suatu organisasi untuk menguji dan mengevaluasi kegiatan organisasi yang di lakukan. keluar. “

BACA JUGA:  Cara Tepat Mengukur Kinerja Perusahaan

Fungsi audit internal adalah membantu organisasi dalam memelihara pengendalian internal yang efektif dengan mengevaluasi kecukupan, efisiensi, dan efektivitas pengendalian tersebut serta mendorong perbaikan pengendalian internal secara terus menerus, sehingga sasaran organisasi dapat tercapai.

2. Audit Eksternal

Audit eksternal adalah profesi audit yang melakukan audit atas laporan keuangan dari perusahaan, individu atau organisasi lain. Auditor eksternal adalah anggota kantor akuntan publik yang memberikan jasa kepada klien. Sebagai auditor eksternal, auditor tidak boleh memiliki hubungan langsung dengan perusahaan/harus independen.

Tujuan dari audit eksternal adalah untuk mengetahui apakah laporan keuangan tahunan perusahaan atau organisasi menyajikan kondisi yang sebenarnya tentang kondisi keuangan perusahaan atau organisasi yang bersangkutan.

Tahapan Implementasi Audit

audit di perusahaan

1. Perencanaan Jadwal Audit

Bagian terpenting dari suatu proses Audit yang baik adalah memiliki Jadwal Audit yang tersedia untuk membiarkan semua orang tahu kapan setiap proses akan di audit selama siklus yang akan datang (biasanya jadwal tahunan).

2. Perencanaan Proses Audit

Mengkonfirmasi dengan pemilik proses kapan audit akan di lakukan. Rencana di atas lebih kepada pedoman seberapa sering proses akan di audit dan kapan kira-kira akan di lakukan.

Tetapi dengan mengkonfirmasi memungkinkan auditor dan pemilik proses untuk berkolaborasi dalam menentukan waktu terbaik dan secara bersama-sama meninjau proses yang ada.

3. Melakukan Audit

Audit di mulai dengan pertemuan auditor dan pemilik proses untuk memastikan bahwa rencana audit selesai dan siap. Maka ada banyak jalan bagi auditor untuk mengumpulkan informasi selama audit: meninjau catatan, berbicara dengan karyawan, menganalisis data dari proses kunci atau bahkan mengamati proses secara langsung.

Fokus dari kegiatan ini adalah untuk mengumpulkan bukti bahwa proses ini berfungsi seperti yang di rencanakan dalam SMM, dan efektif dalam menghasilkan output yang dibutuhkan.

BACA JUGA:  Belajar Akuntansi dan Memahami Dengan Mudah

4. Pelaporan Audit

Pertemuan penutupan dengan pemilik proses adalah suatu keharusan untuk memastikan bahwa aliran informasi tidak tertunda. Pemilik proses ingin tahu apakah ada kelemahan yang perlu di tangani, dan juga untuk mengetahui jika ada proses yang bisa di Improve.

Ini harus di ikuti dengan catatan tertulis sesegera mungkin untuk memberikan informasi dalam format yang lebih permanen untuk membuat tindak lanjut dari informasi tersebut.

5. Tindak Lanjut Atas Masalah atau Perbaikan yang Ditemukan

Seperti banyak standar manajemen mutu, tindak lanjut merupakan salah satu langkah penting. Jika masalah telah di temukan dan tindakan lanjut perbaikan telah di lakukan, lalu memastikan bahwa temuan tersebut telah di perbaiki dan itu merupakan kunci dari perbaikan.

Jika improvement telah selesai di lakukan, kemudian proses berikutnya adalah melihat berapa banyak proses telah meningkat dari sebelumnya.


Tags

akuntansi, arus kas, bayar pajak, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, karyawan, kena pajak, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, lapor pajak, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, modal


You may also like

Cara Menentukan Gaji Karyawan Yang Adil dan Sejahtera

Cara Menentukan Gaji Karyawan Yang Adil dan Sejahtera

Buku Besar Akuntansi Untuk Mencatat Transaksi Usaha

Buku Besar Akuntansi Untuk Mencatat Transaksi Usaha
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top