Oktober 12

0 comments

3 Jenis Laporan Keuangan Penting untuk Bisnis Kamu

Saat ini, banyak sekali pimpinan perusahaan yang tidak bisa membaca laporan keuangan dengan baik dan benar. Bahkan banyak pimpinan perusahaan yang mengambil keputusan hanya berdasarkan laporan rugi laba saja atau mungkin hanya laporan hutang usaha saja. Apakah hal tersebut sudah benar? Tentu tidak, hal ini di karenakan terdapat 3 Jenis Laporan Keuangan yang Wajib Anda Ketahui.

jenis laporan keuangan

Menurut kami, membaca laporan keuangan tidak hanya berdasarkan berapa banyak laba atau rugi yang di dapat oleh perusahaan, however juga berasal dari berbagai lini laporan yang harus di ketahui oleh pimpinan. Terdapat beberapa jenis laporan keuangan, contohnya laporan laba rugi, laporan neraca, laporan arus kas dan lain-lain. Sebelum membahas lebih detail mengenai 3 jenis laporan keuangan yang wajib Anda ketahui. So, mari kita membahas jenis-jenis laporan keuangan yang ada terlebih dahulu.

5 Jenis Laporan Keuangan

  1. Laba Rugi : Laporan laba rugi identik dengan laporan yang mencatat hasil penjualan dan biaya yang di keluarkan oleh perusahaan dalam periode tertentu. Hasil dari laporan keuangan tersebut adalah berupa perusahaan tersebut menerima keuntungan atau kerugian pada posisi tertentu.
  2. Neraca : Menunjukkan posisi aset, hutang serta modal yang di miliki oleh perusahaan. Laporan ini menunjukkan kondisi dari kesehatan dari suatu perusahaan secara keseluruhan.
  3. Arus Kas : Laporan ini menunjukkan kondisi arus kas masuk dan keluar yang di miliki oleh perusahaan.
  4. Perubahan Modal : Laporan keuangan yang menunjukan perubahan struktur ekuitas setelah laba/rugi.
  5. Catatan atas Laporan Keuangan : Menunjukkan perlakuan akuntansi atas laporan keuangan perusahaan

However, untuk menilai kesehatan dari suatu perusahaan. Cukup 3 laporan yang di perhatikan, yaitu : laporan laba rugi, laporan neraca dan laporan arus kas. So, apa saja yang harus di perhatikan pada saat kita melihat ketiga laporan tersebut? Mari kita bahas satu persatu.

BACA JUGA:  Penting! Alasan Kenapa Diperlukan SOP Kerja dalam Perusahaan

#1 laporan laba rugi

sebaiknya kita memperhatikan untuk presentase laba rugi kotor dan laba rugi bersih. Hal tersebut tersebut bertujuan agar kita dapat melihat keuntungan yang di terima oleh perusahaan. Apa sudah mencapai batas wajar atau tidak. After that, dari presentase laba rugi ini juga bisa kita perhitungkan dari lama Return On Investment (ROI) yang akan di peroleh perusahaan.

Sedangkan di kolom biaya, kita bisa perhatikan apakah biaya yang di miliki oleh perusahaan sudah over atau masih dalam batas wajar. Apabila sudah dalam posisi over, maka tindakan apa yang bisa di lakukan oleh perusahaan untuk menghemat biaya-biaya tersebut. Tentunya tanpa mengurangi produktivitas perusahaan.

#2 Laporan Neraca 

sebaiknya kita memperhatikan keseimbangan posisi kas, piutang usaha, persediaan, aktiva tetap, hutang, ekuitas dan sebagainya. Hal ini di lakukan dengan tujuan jangan sampai posisi aktiva atau pasiva yang di miliki perusahaan berlebihan hanya di posisi tertentu. Di mana berakibat pada ketidakefisiensian suatu komponen pada laporan keuangan. For example, saldo persediaan pada posisi yang tinggi, hal ini akan berpengaruh pada waktu perputaran persediaan yang lebih lama. Dan akhirnya berdampak pada biaya penyimpanan persediaan yang cukup besar. Serta biaya kerusakan persediaan ataupun barang yang tidak terjual.

#3 Laporan Cash Flow  

kita harus melihat kas dan setara kas yang ada di perusahaan di gunakan untuk aktivitas apa saja. Apakah habis untuk aktivitas operasi atau malah habis untuk aktivitas investasi. Hal ini dapat memudahkan perusahaan untuk menilai kemana aliran dana perusahaan banyak di gunakan.

Kesimpulan dari Jenis Laporan Keuangan

Dari penjelasan di atas dapat di tarik kesimpulan bahwa dari beberapa jenis laporan keuangan yang ada, terdapat 3 jenis laporan keuangan yang paling penting untuk di ketahui, yaitu laporan laba rugi, laporan neraca dan laporan arus kas. Cukup analisa tiga jenis tersebut, Anda sudah dapat mengetahui kondisi keuangan dari perusahaan secara valid.

BACA JUGA:  Cara Tepat Mengukur Kinerja Perusahaan

Apabila penjelasan di atas masih kurang jelas dan ingin menanyakan permasalahan seputar laporan keuangan, klik tombol di bawah ini sekarang untuk mengetahui informasi tentang sistem akuntansi yang berhubungan dengan laporan keungan dan booking sesi konsultasi gratis dengan team kami. 

Info Detail Sistem Akuntansi


Tags

akuntansi, arus kas, bayar pajak, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, karyawan, kena pajak, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, laporan, laporan keuangan, pembukuan, sistem akuntansi, sistem keuangan


You may also like

Forecasting: Tips Meramalkan Penjualan di Periode Berikutnya

Forecasting: Tips Meramalkan Penjualan di Periode Berikutnya

Stock Opname Adalah Kunci Pencegahan Kerugian Bisnis Anda

Stock Opname Adalah Kunci Pencegahan Kerugian Bisnis Anda
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top