Agustus 22

0 comments

3 Cara Menentukan Target Penjualan Yang Relevan

Target penjualan merupakan salah satu poin dalam rencana bisnis yang perlu ditentukan secara matang. Tidak selalu harus dalam jumlah atau keuntungan yang fantastis. Namun, target penjualan yang realistis akan mendukung perkembangan perusahaan. Sudah ada beberapa tips dan cara menentukan target penjualan yang sudah kita bahas. Kini saatnya mengetahui lebih detail cara menghitung target penjualan yang dituju.

Target penjualan adalah jumlah penjualan yang di tentukan perusahaan dalam unit atau volume yang di tetapkan sebagai target untuk tim penjualan selama periode waktu bulan, kuartal, atau tahun. Target penjualan di tentukan melalui analisis yang tepat dan realistis berdasarkan tren dan kondisi pasar yang ingin di capai oleh tim penjualan.

Menentukan target penjualan merupakan bagian dari rencana penjualan dan di gunakan untuk mencapai target kinerja yang di tetapkan dalam rencana pemasaran bisnis. Gunakan target penjualan untuk membantu Anda dan tim penjualan Anda tetap fokus dalam mencapai tujuan bisnis Anda.

menentukan target penjualan

Ada 3 pendekatan yang bisa Anda gunakan untuk menghitung target penjualan. Yang pertama adalah menghitung persentase penjualan. Kedua, dengan melihat jumlah minimal penjualan. Kemudian yang ketiga adalah menghitung kinerja. Simak detail ketiga pendekatan di bawah ini.

1. Perhitungan Persentase

Menghitung persentase target penjualan bisa di lakukan saat bisnis Anda sudah berjalan minimal 1 bulan atau 1 periode keuangan. Dari total keuntungan bulan ini dapat di lihat sebagai persentase. Hal ini karena para pelaku bisnis dapat melihat seberapa besar keuntungan yang di sajikan dalam bentuk persentase. Angka-angka yang di peroleh nantinya dapat menjadi indikator dalam perkembangan operasional bisnis. Berikut cara menghitungnya:

Target Persentase Penjualan = Total Laba x 100%

Tentu Anda sudah sering menjumpai rumus ini dalam kehidupan sehari-hari, bukan? Untuk mempermudah, lihat contoh berikut.

BACA JUGA:  Pembukuan Sederhana UMKM Dengan Aplikasi Buku Kas

Sebuah kedai kopi baru saja di buka bulan ini. Toko ini buka pada tanggal 20 Maret 2021. Maka pada tanggal 19 April 2021 lihat kembali berapa total penjualan yang sudah di dapatkan. Dengan target penjualan sebesar Rp. 10.000.000, ternyata toko ini mampu menjual produk sehingga mendapat keuntungan bersih sebesar Rp. 9.000.000. Maka persentase penjualannya adalah:

Persentase Penjualan = 9.000.000 : 10.000.000 x 100%
Persentase Penjualan = 0,9 x 100% = 90%

Ingat, cara menghitung laba bersih dan laba kotor juga sudah di jelaskan di pembahasan lain. Jadi, lebih banyak dengan menekan judul di bawah ini.

2. Penjualan Terendah

Cara kedua adalah dengan mencari nilai penjualan minimum yang harus di peroleh untuk bulan tersebut. Nilai ini harus dapat melewati target penjualan yang telah di tentukan. Jika pada poin sebelumnya Anda tahu setelah menjalankan bisnis, maka cara ini akan membantu Anda menentukan target penjualan minimum untuk bulan berikutnya. Mari kita lihat cara menghitung dan contohnya.

Kedai kopi di atas ingin meningkatkan target penjualannya sebesar 20% setiap bulannya. Artinya, jika pada April 2021 mereka mendapatkan 90%, mereka ingin proporsi target penjualan Mei 2021 menjadi 110%. Kemudian untuk target nilai penjualan yang ingin di capai adalah Rp. 10.000.000. Maka perhitungannya adalah:

Penjualan Minimum = Persentase Target x Nilai Penjualan Target
Penjualan Minimum = 110% x 10.000.000 = 11.000.000

Artinya, target penjualan Mei 2021 untuk kedai kopi ini adalah Rp. 11.000.000.

Sebagai pengingat cepat, menetapkan target penjualan baru tidak harus di gandakan dengan jumlah tertentu. Nilai penjualan minimal ini akan memastikan bisnis fokus dan berada di jalur yang benar.

3. Kinerja Target Penjualan

Selain profit, target penjualan juga dapat mengukur kinerja semua bidang bisnis. Jadi, bukan hanya tim atau bidang penjualan saja yang di bidik untuk meningkatkan penjualan. Namun, semua pihak memiliki tanggung jawab yang sama untuk meningkatkan penjualan.

BACA JUGA:  Memahami 5 Kode Akun Dalam Pembukuan

Anda dapat menggunakan persentase penjualan yang telah di hitung sebelumnya. Sebagai contoh, perhatikan kelanjutan ilustrasi berikut. Kedai kopi di atas memiliki persentase penjualan 90% dan ingin menghasilkan 110% di bulan berikutnya. Jadi semua bagian bisnis harus menentukan target kinerjanya masing-masing.

Setelah diskusi dan perhitungan yang matang dari segi bahan baku, tim produksi berencana membeli bahan baku sebesar 20% dari target penjualan. Kemudian tim marketing menentukan jumlah target untuk membuat konten promosi di Instagram meningkat juga. Dari setiap 3 hari 1 posting, untuk setiap 2 hari 1 posting. Dengan begitu, semua pihak mengalami peningkatan kinerja dalam mencapai target penjualan yang ada.


Tags

akuntansi, arus kas, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, karyawan, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, modal, online, peluang, promosi


You may also like

Ukur Kinerja Karyawan Dengan Metode Balanced Scorecard

Ukur Kinerja Karyawan Dengan Metode Balanced Scorecard

Desainer Wajib Tahu Ini! Pajak Yang Dikenakan Pada Desainer

Desainer Wajib Tahu Ini! Pajak Yang Dikenakan Pada Desainer
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top