Februari 10

0 comments

Bisnis Travel Hancur di Masa Pandemi, Ada Satu Agen Laris!

Saat pandemi melanda, Bisnis travel menjadi salah satu sektor paling terpukul. Tiket pesawat hangus, jadwal wisata batal, dan banyak agen terpaksa menutup kantor. Namun, di tengah kejatuhan besar-besaran itu, muncul kisah mengejutkan : satu bisnis travel justru melonjak tajam karena berani berubah lebih cepat dari yang lain.

Bisnis Travel

Awal Kejatuhan Bisnis Travel di Tahun 2020

Pandemi COVID-19 memukul sektor pariwisata tanpa ampun. Maskapai menghentikan penerbangan, hotel kosong berbulan-bulan, dan agen perjalanan kehilangan pelanggan dalam semalam. Banyak pemilik bisnis travel tidak punya pilihan selain merumahkan karyawan.

Sebelum pandemi, bisnis travel di Indonesia tumbuh pesat dengan segmen wisata murah, haji, dan umrah. Namun begitu pembatasan perjalanan berlaku, hampir seluruh arus pendapatan berhenti total.

Menurut data Badan Pusat Statistik 2021, sekitar 80% pelaku travel mengalami penurunan omzet hingga 90%. Kondisi ini membuat banyak pelaku menyerah dan beralih profesi. Tetapi tidak semua tersungkur, ada yang justru melihat peluang di tengah krisis.

Bisnis Travel yang Menolak Menyerah: Kisah TripSeru.id Bandung

Di tengah kabar buruk, muncul kisah inspiratif dari TripSeru.id, sebuah agen perjalanan lokal asal Bandung. Didirikan pada 2016, TripSeru.id awalnya berfokus pada paket wisata domestik dan outbound perusahaan. Saat pandemi datang, semua jadwal dibatalkan. Dalam sebulan, pendapatan turun hingga 95%.

Alih-alih menyerah, pendiri TripSeru.id, Rian Fadillah, memutar strategi besar. Ia menyadari bahwa orang masih ingin “berlibur”, hanya saja mereka takut bepergian jauh. Maka lahirlah konsep “travel lokal aman” perjalanan singkat dalam kota dengan protokol ketat dan fokus pada pengalaman pribadi.

Rian menggandeng pengemudi pribadi dan penyedia villa kecil di Lembang serta Ciwidey untuk menciptakan paket “short escape”. Program ini memberi kesempatan bagi warga Bandung melepas penat tanpa harus keluar daerah. Hasilnya mengejutkan: penjualan paket meningkat tiga kali lipat dalam tiga bulan.

Inovasi Digital Bisnis Travel yang Menyelamatkan

Saat banyak agen menunggu keadaan membaik, TripSeru.id justru berinvestasi di platform digital. Mereka meluncurkan situs dan aplikasi pemesanan sederhana dengan fokus pada tur harian dan akomodasi lokal. Sistem pembayaran tanpa tatap muka serta komunikasi lewat WhatsApp Business membuat pelanggan merasa aman dan praktis.

Langkah ini terbukti jitu. Selama 2021, TripSeru.id mencatat lebih dari 10.000 transaksi tur lokal — jumlah yang bahkan melampaui masa sebelum pandemi. Bisnis travel ini juga memanfaatkan media sosial untuk menayangkan konten vlog destinasi lokal dan promosi berbasis komunitas.

Rian tidak menjual “paket wisata”, melainkan menjual “rasa aman dan kebersamaan”. Pendekatan ini membuat TripSeru.id tetap relevan meski situasi belum pulih sepenuhnya.

Kelebihan Bisnis Travel TripSeru.id: Adaptif dan Empatik

Dua kata menggambarkan strategi TripSeru.id: adaptif dan empatik.
Pertama, adaptif karena mereka berani keluar dari model lama yang bergantung pada tur massal. Mereka fokus pada perjalanan pribadi, road trip, dan wisata dalam kota.

BACA JUGA:  Tugas Manajer Keuangan Dalam Mengelola Keuangan Perusahaan

Kedua, empatik karena memahami perubahan perilaku pelanggan. Banyak keluarga stres di rumah selama pandemi, tapi masih takut bepergian jauh. TripSeru.id menjawab kebutuhan itu lewat pengalaman aman dan menyenangkan, bukan sekadar menjual tiket.

Selain itu, agen ini juga menggandeng pelaku UMKM lokal warung, penginapan kecil, dan penyedia transportasi untuk ikut dalam paket wisata. Dengan begitu, mereka bukan hanya menyelamatkan bisnis sendiri, tapi juga membantu roda ekonomi daerah tetap bergerak.

Transformasi dari Bisnis Travel ke Platform

Pasca-pandemi, bisnis travel TripSeru.id tidak kembali ke model lama. Mereka malah berevolusi menjadi platform pengalaman lokal. Fokusnya bukan lagi sekadar transportasi atau hotel, melainkan pengalaman unik seperti workshop membuat kopi di Ciwidey, kelas fotografi alam di Pangalengan, dan perjalanan edukatif keluarga.

Transformasi ini membawa dampak besar. Pada 2023, mereka menerima penghargaan “Travel Startup Lokal Terinovatif” dari Pemerintah Kota Bandung karena kontribusinya dalam menghidupkan kembali pariwisata lokal pasca pandemi.

Kesuksesan ini menunjukkan bahwa bisnis travel yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan emosional pelanggan akan bertahan bahkan dalam krisis terdalam sekalipun.

Pelajaran dari Bisnis Travel yang Bertahan

Dari kisah TripSeru.id, ada tiga pelajaran penting bagi pelaku bisnis travel lain:

Inovasi lebih penting dari rencana lama

Dunia berubah cepat. Siapa pun yang berpegang pada cara lama akan tertinggal.

Digitalisasi bukan pilihan, tapi keharusan

Konsumen modern ingin transaksi cepat dan aman.

Bisnis bukan hanya soal produk, tapi juga rasa.

Travel tidak menjual jarak, melainkan pengalaman yang membuat orang merasa hidup kembali.

Ketiga pelajaran ini menjelaskan kenapa TripSeru.id bisa bertahan, sementara ratusan agen lain tumbang. Mereka membaca arah angin lebih cepat dan menyesuaikan layar sebelum badai datang.

Rangkuman: Bangkitnya Bisnis Travel Lokal

Krisis pandemi memang memporak-porandakan sektor pariwisata, tapi juga melahirkan pelaku tangguh seperti TripSeru.id. Dari hampir gulung tikar, mereka berubah menjadi pionir model baru bisnis travel lokal.

Kisah ini membuktikan bahwa setiap krisis menyimpan peluang bagi mereka yang berani berpikir berbeda. Bisnis travel yang memahami pelanggan dan bergerak cepat akan selalu menemukan jalan keluar bahkan ketika dunia berhenti sejenak.

Kesimpulan akhir: 

Pandemi bukan akhir bagi bisnis travel, tapi awal babak baru. Siapa pun yang mau beradaptasi, berinovasi, dan mengutamakan empati akan bertahan seperti TripSeru.id yang membalik bencana menjadi kesempatan emas untuk tumbuh.


Tags

Bisnis Travel, sistem bisnis, travel


You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top