Juni 20

0 comments

Strategi Sukses Membangun Warehouse Ideal untuk Bisnis

Warehouse merupakan salah satu komponen yang penting buat bisnis yang anda jalankan. Ia juga adalah pekerjaan yang melibatkan pengimpanan produk atau barang dan memberikan informasi tentang status dan kondisi barang tersebut di gudang yang kemudian di distribusikan oleh perusahaan sesuai permintaan ke tujuan yang telah ditentukan.

Warehouse ini juga bangunan untuk menyimpan produk, pengepakan dan persiapan sebelum di distribusikan yang biasanya di gunakan oleh produsen, grosir, bea cukai, dan lainnya. Bedanya dengan gudang biasa adalah merupakan system yang menyediakan informasi tentang ketersediaan stock barang, kondisi barang sampai dengan status pengiriman barang.

Warehouse

System warehouse memiliki peran penting dalam manajemen rantai pasokan, dengan kata lain, merupakan system supply chain yang akan selalu up to date dan hanya karyawan tertentu saja yang memiliki akses sesuai regulasi. Selain itu, warehouse merupakan bagian integral dari rantai pasokan modern yang melibatkan proses pencarian sumber, produksi, dan distribusi barang atau produk. Kemudian strategi apa saja yang perlu di lakukan untuk membangun warehouse yang ideal bagi pelaku bisnis, berikut kami beritahukan beberapa strategi sukses membangun warehouse yang ideal untuk bisnis anda.

1. Layout warehouse yang ideal untuk memaksimalkan penggunaan ruang dan mengoptimalkan proses pergudangan

Tujuan utama dari tata letak gudang merupakan untuk mengoptimalkan cara penggunaan ruang gudang. Menggunakan ruang gudang dengan cara efektif memungkinkan untuk mengurangi waktu yang di butuhkan untuk membuat barang dan mengeluarkannya dari pintu, memberikan visibilitas tentang apa yang sedang dan tidak berfungsi di gudang, dan mengatur inventaris untuk membantu proses di setiap tahap.

Tata letak atau layout warehouse yang di rencanakan untuk merampingkan operasi secara keseluruhan. Tata letak yang tepat harus membantu meningkatkan aliran produksi dan distribusi. Ketika merancang layout warehouse yang praktis, anda harus menyadari bahwa hal tersebut akan berdampak langsung pada produktivitas dan efisiensi operasional anda. Layout harus di atur secara logis sehingga dapat merampingkan operasi anda secara efisien, mengurangi biaya, dan meningkatkan produktivitas. 

BACA JUGA:  Ukur Kinerja Karyawan Dengan Metode Balanced Scorecard

A. Berikut prinsip-prinsip desain dan kapasitas warehouse

– Analisa kebutuhan dan kapasitas gudang

Menganalisa kebutuhan gudang adalah Langkah pertama, contohnya mengapa fasilitas ini di perlukan?, pasar apa yang terkait dengannya?, dan barang apa yang akan di simpan?. Hal ini penting terutama dalam kasus seperti pemangku kepentingan tergoda untuk mengabaikan tujuan desain atau operasional masalah waktu, anggaran, atau sumber daya. Karena gudang adalah investasi modal yang mahal, Ketika anda merancang yang baru, anda ingin memastikan bahwa bisnis anda tidak akan melebihi kapasitas volumentrik atau hasil produksinya terlalu cepat. 

Anda harus menghitung berapa banyak pintu masuk yang ideal untuk volume barang yang masuk karena ini bukan hanya masalah ruang penyimpanan. Jika anda memiliki terlalu sedikit pintu masuk barang, anda mungkin mengalami kemacetan dalam proses penerimaan barang, yang dapat mempengaruhi operasi anda dan pemasok anda.

– Mengoptimalkan proses pergudangan

Ketika desain layout warehouse anda dirancang secara strategis, anda dapat menghindari gangguan rute yang tidak efisien sehingga setiap operasi dapat di lakukan secara berurutan dan optimalisasi proses pergudangan pun dapat tercapai. Ini karena layout harus memastikan alur kerja pergudangan seperti, peralatan, staf, dan barang yang tidak terganggu sehingga gudang anda dapat beroperasi dengan lancar.

– Penggunaan ruang gudang yang tepat

Jika anda memaksimalkan penggunaan ruang gudang secara efektif, anda dapat meningkatkan efisiensi operasional, meminimalkan waktu perjalanan, dan meningkatkan visibilitas inventaris anda.

B. Desain Layout yang efektif

– Desain Linear (Straight-Line)

Bisa berbentuk garis yang sederhana. Ini biasanya di gunakan untuk jalur otomatis atau jalur yang sangat pendek. Ini juga di gunakan dalam proses yang karena alasan teknis tidak dapat berbelok di garis. Desain ini cocok untuk pergudangan misalnya barang seperti kertas, kaca, pabrik logam. Keuntungannya adalah akses yang mudah bagi operator dan material. Sebaiknya, jalur jenis ini dapat mencapai batas bangunan anda jika terlalu panjang. Desain linear yang panjang juga dapat berfungsi sebagai penghalang, dan baik material maupun operator harus selalu mengitari jalur tersebut kecuali jika anda menambahkan jembatan atau penyebrangan lainnya.

BACA JUGA:  5 Tips Melakukan Stock Opname Yang Tepat

– Desain U-Shaped (Berbentuk U)

Layout berbentuk U paling banyak di gunakan. Dalam layout ini pengiriman dan penerimaan terletak satu sama lain, memungkinkan sumber daya seperti personal dan produk penanganan material di gunakan bersama.

– Desain Blok (Blok Stacking)

Teknik penyimpanan desain blok menggunakan rak lantai gudang dan menempatkan unit muatan, seperti palet, kotak, atau produk, satu di atas yang lain. Tergantung dari produk yang di tangani, penempatan barang dalam gudang dapat di susun dalam palet syaratnya adalah mereka harus cukup kuat untuk menahan berat produk lainnya jika tidak, jika produknya rapuh, strukturnya dapat pecah.

2. Membangun system manajemen gudang yang baik

System manajemen gudang yang baik tidak hanya memastikan bahwa stock produk tersedia di gudang saja. Namun, bagaimana memastikan produk yang di terima oleh konsumen masih dalam kondisi baik dan layak, juga merupakan bagian dari system manajemen gudang. Berikut beberapa cara membangun system manajemen warehouse yang baik.

– Mendefinisikan tujuan dan strategi

Dalam membangun system manajemen gudang yang baik, hal pertama harus anda lakukan adalah mendefinisikan tujuan dan strategi. Ini termasuk menentukan apa yang ingin di capai dari system manajemen gudang dan bagaimana cara terbaik untuk mencapai tujuan tersebut.

– Menentukan jenis barang yang akan dikelola

Langkah selanjutnya adalah menentukan jenis barang yang akan di kelola dalam system manajemen warehouse di perusahaan anda. Ini bisa meliputi barang raw material, barang setengah jadi, atau barang jadi. Penting untuk menentukan jenis barang karena ini akan mempengaruhi bagaimana barang di terima, di simpan, dan di kirimkan.

– Membuat rencana pengelolaan stock

Rencana pengelolaan stock harus mencakup detail seperti jumlah barang yang di butuhkan, waktu pemesanan ulang, dan detail penerimaan dan pengiriman barang. Hal ini untuk memastikan bahwa proses pengelolaan stock berjalan dengan efisien dan akurat.

BACA JUGA:  Tips Mengelola Bisnis Makanan Ringan yang Mudah Kadaluarsa

– Menentukan metode pencatatan dan pelaporan

Dalam tahapan ini, anda dapat menggunakan metode pencatatan dan pelaporan yang sesuai dengan bisnis anda, misalnya seperti pencatatan manual ataupun komputerisasi. Dengan system pencatatan dan pelaporan yang tepat memastikan bahwa semua informasi yang di perlukan tersedia dan mudah di akses.

– Memilih perangkat lunak atau teknologi untuk membantu manajemen gudang

Memilih software atau teknologi untuk membantu manajemen warehouse. Hal tersebut meliputi perangkat lunak untuk pemesanan ulang,penerimaan barang dan pengiriman barang.

– Menentukan prosedur pengelolaan stock

Selanjutnya Langkah penting dalam membangun system manajemen warehouse yang baik adalah menentukan prosedur pengelolaan stock. Dimana hal tersebut meliputi prosedur untuk penerimaan,pengiriman, dan penyimpanan barang.

– Memastikan keamanan dan integritas barang

Dalam membangun system warehouse yang baik, salah satu hal penting adalah memastikan keamanan dan integritas barang. Hal itu bertujuan untuk memastikan bahwa barang di simpan dengan aman dan di lindungi dari kerusakan, kehilangan atau pencurian.

Itulah beberapa strategi sukses membangun warehouse yang ideal bagi bisnis anda, semoga artikel ini bisa membantu anda untuk membangun warehouse dan usaha anda semakin lancar.

Penulis: Siwa, Consultant of Dconsulting Group


Tags

akuntansi, arus kas, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, karyawan, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, modal, online, peluang, promosi


You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top

SIAP KEMBANGKAN BISNIS!

Otomatisasi Bisnis dengan Metode PSF

Sudah bukan jamannya bisnis malah bikin stres..

Hari
Jam
Menit
Detik