November 21

1 comments

Pentingnya Laporan Keuangan Untuk Perusahaan Anda

Seberapa pentingnya sih Laporan Keuangan itu?? Apa manfaat memiliki laporan keuangan?? Haruskah perusahaan saya mempunyai laporan keuangan?. Pasti pertanyaan itu  sering muncul ketika kita mendengar istilah “Laporan Keuangan”. Oke kita akan bahas lebih lanjut pada artikel ini, jadi tolong baca sampai habis ya.

Pentingnya Laporan Keuangan

Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan dalam berbagai cara seperti misalnya: sebagai laporan arus kas, atau laporan arus dana, catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan.

Tujuan umum dari laporan keuangan ini adalah penyajian informasi mengenai posisi keuangan (financial position), kinerja keuangan (financial performance), dan arus kas (cash flow) dari entitas yang sangat berguna untuk membuat keputusan ekonomis bagi para penggunanya.

Keuntungan jika kita sudah membuat laporan keuangan, nantinya kita bisa melihat aset, liabilitas/kewajiban, ekuitas/modal, pendapatan dan beban/biaya yang sudah kita dapatkan.

Yang Harus Dipersiapkan Untuk Membuat Laporan Keuangan

Apa saja yang harus disiapkan untuk membuat laporan keuangan?? Sebelumnya kita harus menyiapkan bukti transaksi yang terjadi di perusahaan. Bukti transaksi ini sangat penting karena sebagai dasar dari pencatatan transaksi. Bukti transaksi keuangan terdiri dari dua jenis yaitu transaksi keuangan internal dan eksternal.

Bukti Transaksi Internal

Merupakan bukti transaksi yang dikeluarkan dan hanya digunakan dilingkungan perusahaan.

  • Bukti kas masuk, merupakan bukti jika perusahaan telah menerima uang dalam bentuk kas atau tunai.
  • Bukti kas keluar, merupakan bukti jika perusahaan telah mengeluarkan uang dalam bentuk tunai,

Bukti Transaksi Eksternal

Merupakan bukti yang berkaitan dengan pihak luar perusahaan. Diantaranya:

  • Faktur, merupakan bukti transaksi keuangan bila terjadi sebuah pembelian ataupun penjualan yang dilakukan secara kredit.
  • Kwitansi, bukti transaksi yang berisikan mengenai penerimaan sejumlah uang yang juga ditanda tangani oleh pihak penerima uang dan diserahkan kepada pihak yang akan membayar sejumlah uang tersebut.
  • Nota, merupakan bukti pembelian barang yang dilakukan secara tunai.
  • Cek, merupakan surat perintah yang dikeluarkan oleh pihak yang memiliki rekening di bank, agar bank dapat membayar sejumlah uang kepada pihak yang tercantum di dalam cek tersebut.
  • Bilyet giro, surat perintah yang dikeluarkan nasabah kepada pihak bank yang bersangkutan untuk memindahbukukan sejumlah uang yang ada di dalam rekeningnya ke dalam rekening lain yang namannya tertulis di dalam bilyet giro.
BACA JUGA:  Teknik Fixed Asset Opname yang Cepat, Tepat dan Mudah
[divider style=’centered’]

Selanjutnya kita mulai dengan step-step yang kita lakukan saat proses pencatatan laporan keuangan.

6 Tahapan Dalam Menyusun Laporan Keuangan

1 Menyusun Neraca Saldo  

Neraca saldo merupakan daftar rekening buku besar dengan saldo debit ataupun kredit dari perusahaan. Neraca saldo di tahap pertama ini disebut sebagai neraca saldo sebelum penyesuaian.

2 Membuat Jurnal Penyesuaian  

Jurnal penyesuaian merupakan jurnal yang dibuat untuk mengalokasikan pendapatan atau pengeluaran di periode yang benar-benar terjadi. Tahapan ini dilakukan untuk menyesuaikan beberapa transaksi yang belum tercatat sehingga muncul ketidaksesuaian di akhir periode.

3 Menyusun Neraca Lajur (kertas kerja/worksheet)  

Neraca lajur (worksheet) merupakan cara untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan. Penyusunan worksheet ini dimulai pada neraca saldo, lalu disesuaikan dengan jurnal penyesuaian di tahap 2.

4 Membuat Laporan Keuangan 

Terdapat beberapa jenis laporan keuangan, yang penting diantaranya adalah laporan laba rugi, laporan neraca dan laporan perubahan modal. Seluruh laporan ini dapat disusun di neraca lajur, karena sebelumnya sudah dipisahkan untuk jumlah-jumlah yang akan dilaporkan di neraca atau laporan laba rugi.

5 Penyesuaian dan Penutupan Rekening

Jurnal penutup merupakan tahap penyesuaian di buku besar, maka kita harus menutup rekening nominal (sementara) ke rekening laba rugi dan memindahkan saldo laba rugi ke rekening laba rugi tidak dibagi. Setelah itu, informasi tersebut dimasukan ke buku besar sesuai dengan rekening yang bersangkutan.

6 Menyusun Neraca Saldo Penutupan

Cek lagi keseimbangan/balance atara saldo debit dan saldo kredit di rekening yang masih terbuka melalui neraca saldo penutupan, tetapi tidak termasuk nominal yang sudah ditutup.

[divider style=’centered’]

Hal Apa Saja Yang Dapat Kita Ketahui Setelah Mempunyai Laporan Keuangan

Dari laporan keuangan yang sudah kita buat, nantinya bisa menampilkan rasio keuangan dan indikator pencapaian finansial perusahaan.

BACA JUGA:  Fungsi Laporan Perubahan Modal Buat Pengusaha

Jika dari laporan posisi keuangan/neraca kita bisa mengetahui jumlah kekayaan atau aktiva kita bisa lihat dari jumlah kas dan bank, piutang, persediaan. Sedangkan dari sisi pasiva kita bisa mengetahui dari jumlah hutang dan jumlah modal yang kita miliki.

Jika dari laporan laba rugi perusahaan kita bisa mengetahui jumlah pendapatan/total penjualan dan biaya operasional/biaya yang dikeluarkan perusahaan. Sehingga nantinya kita bisa mengetahui jumlah laba bersih yang sudah kita hasilkan selama satu periode, atau bahkan menunjukan rugi selama satu periode.

Hal apa saja yang menentukan laporan keuangan tersebut telah valid

Laporan keuangan yang baik, harus memenuhi beberapa persyaratan diantaranya:

  • Relevan, laporan keuangan yang dibuat memang harus dapat dimanfaatkan penggunanya
  • Mudah dimengerti, sebuah laporan keuangan tentunya harus menggunakan bahasa yang simple dan mudah dimengerti oleh orang lain ketika membaca laporan tersebut.
  • Netral, laporan keuangan tidak boleh memihak kepada salah satu pengguna
  • Daya uji, sebuah laporan keuangan tentunya bisa diuji kevalidannya oleh pengukur independent/auditor
  • Daya banding, laporan keuangan tentunya harus dapat dibandingkan dengan laporan keuangan periode sebelumnya ataupun laporan yang sejenis di periode yang sama.
  • Tepat waktu, laporan keuangan harus tersaji sedini mungkin
  • Lengkap, sebuah laporan keuangan tentu harus menyakin fakta keuangan dengan lengkap dan tepat.

Dari penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa laporan keuangan merupakan hal yang penting yang wajib dimiliki oleh suatu perusahaan. Hal tersebut sebagai ujung tombak perusahaan karena dengan laporan keuangan kita bisa tau laba atau rugi perusaahan Anda saat ini. Nah, apabila saat ini Anda masih belum memiliki laporan keuangan, sebaiknya segera mulai ya. Semoga artikel ini  dapat bermanfaat bagi bisnis Anda.

BACA JUGA:  Kenali 9 Cara Efektif Dalam Mencegah, Mendeteksi dan Menginvestigasi Kecurangan Dalam Perusahaan Anda

Apabila Anda memiliki pertanyaan ataupun kendala dalam bisnis keuangan dan pajak, silahkan klik tombol dibawah ini request sesi konsultasi gratis dengan team kami.

 


Tags

akuntansi, arus kas, bayar pajak, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, karyawan, kena pajak, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, laporan akuntansi, laporan keuangan, pembukuan, pencatatan akuntansi, sistem keuangan


You may also like

Ukur Kinerja Karyawan Dengan Metode Balanced Scorecard

Ukur Kinerja Karyawan Dengan Metode Balanced Scorecard

Desainer Wajib Tahu Ini! Pajak Yang Dikenakan Pada Desainer

Desainer Wajib Tahu Ini! Pajak Yang Dikenakan Pada Desainer
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top