Juli 24

0 comments

Perhitungan Pajak Penghasilan Bagi Profesi Dokter Sebagai Wajib Pajak

Definisi perhitungan pajak penghasilan adalah pajak yang dikenakan atas penghasilan oleh Wajib Pajak entah itu orang pribadi maupun badan. Penghasilan adalah tambahan kemampuan ekonomis yang diterima oleh WP yang berasal dari dalam negeri maupun luar Indonesia. kemampuan ekonomis ini dalam artian dapat menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan dengan nama dan dalam bentuk apapun.

Salah satu jenis penghasilan yang merupakan objek pajak penghasilan adalah penggantian atau imbalan. Berkenaan dengan pekerjaan atau jasa yang diterima atau diperoleh. Termasuk gaji, upah, tunjangan, honorarium, komisi, bonus, uang pensiun, atau imbalan dalam bentuk lain, kecuali ditentukan dalam UU PPh. Tambahan kekayaan neto yang berasal dari penghasilan yang belum dikenakan pajak juga termasuk sebagai objek Pajak Penghasilan. Hal ini juga berlaku pada profesi dokter.

Perhitungan Pajak Penghasilan

Pengenaan pajak pada profesi seorang dokter harus terlebih dahulu dibedakan menjadi beberapa hal menurut kegiatannya. Dimana yang biasanya terdiri dari status profesi dokter apakah pegawai tetap atau bukan pegawai tetap. Status tetap atau tidak tetapnya seorang dokter dapat mempengaruhi perhitungan pajak penghasilan karena disini harus diperhatikan juga jumlah salary dokter tesebut. Kemudian yang harus diperhatikan adalah profesi dokter  adalah tenaga ahli yang berarti juga akan mempengaruhi pengenaan pajaknya. Lalu, apakah dokter yang bersangkutan memiliki praktek mandiri ataupun klinik pribadi dan apakah dokter memiliki apotek. Setidaknya dari beberapa aspek diatas, kita dapat menggolongkan profesi seorang dokter harus dikenakan pajak yang mana.

Setelah dilihat dari beberapa kegiatan seorang dokter diatas, maka seorang dokter dapat dikenakan pajak yang terdiri dari 3 aspek pajak yakni PPH 21, PPH 23 dan PPH pasal 17. Seperti yang kita ketahui, PPH 21 adalah pajak yang dikenakan ketika status dokter sebagai pegawai tetap. PPH 23 adalah pajak yang umumnya dikenakan untuk UMKM, dan biasanya hal ini berkaitan apabila dokter tersebut memiliki bidang usaha lain sejenis apotek yang berbentuk usaha dagang. Kemudian PPH 17 adalah pasal yang digunakan untuk SPT tahunan atau pasal yang bertingkat. Nah demikian adalah sekilas penjelasan terkait pajak untuk profesi dokter. Dibawah ini adalah penjelasan yang lebih detail terkait aspek perpajakan profesi dokter, klik link youtube ini untuk menyimaknya.


Tags

bisnis, keuangan, konsultan bisnis, konsultan keuangan, konsultan pajak, pajak, pajak dokter, pajak penghasilan


You may also like

Tanggal Setor & Lapor Pajak Anda Harus Tahu. Belum Tahu? BAHAYA!

Negosiasi Utang ke Bank atau Supplier dalam Strategi Keuangan

Leave a Repl​​​​​y

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top
Jakarta OfficeSurabaya OfficeInstagramFacebookYouTube