Juni 26

0 comments

Menentukan Strategi Bisnis Melalui Laporan Posisi Keuangan

Laporan posisi keuangan merupakan istilah keuangan yang digunakan untuk menentukan balance sheet, di mana laporan tersebut mencakup kondisi harta (asset), kewajiban, dan modal pada waktu tertentu. Informasi pada laporan ini bisa di manfaatkan untuk berbagai analisa keuangan.

Pengertian

Laporan posisi keuangan dapat di artikan sebagai ringkasan atas kondisi asset, kewajiban, serta modal perusahaan. Selain itu, laporan posisi keuangan sering di sebut sebagai laporan neraca (balance sheet).

Laporan ini dapat di gunakan oleh perusahaan untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan pada periode tertentu. Selain itu, juga dapat di gunakan untuk dasar menentukan kebijakan perusahaan.

Format Laporan

Terdapat 2 format yang bisa di gunakan dalam menyusun laporan, yaitu format staffel dan format skontro. Meskipun terdapat 2 format yang bisa di pilih, dalam penyusunan laporan tetap berpegang pada prinsip perhitungan utama, yaitu total asset harus sama dengan jumlah dari total kewajiban di tambah dengan total modal (ekuitas).

Apabila di gambarkan dalam bentuk rumus akan terlihat seperti berikut:

Aset = Kewajiban + Modal

1. Format Staffel

Laporan dalam bentuk staffel adalah laporan yang di sajikan dalam bentuk vertical. Di mana untuk pos asset akan di laporkan pada bagian atas. Kemudian di ikuti dengan pos kewajiban dan pos modal di bawahnya, secara berurutan.

2. Format Skontro

Laporan dalam bentuk skontro berbeda dengan format staffel. Dalam format skontro, laporan di sajikan dalam bentuk secara berdampingan. Di mana pos asset akan di letakkan di posisi sebelah kiri, sedangkan untuk pos kewajiban dan modal di letakkkan di posisi sebelah kanan. Maka total yang ada di posisi kiri harus di pastikan sama dengan total yang ada di posisi kanan.

BACA JUGA:  Tips Mengelola Kasbon Agar Keuangan Usaha Tetap Lancar
laporan posisi keuangan

Komponen Laporan Posisi Keuangan

Dalam membuat laporan, perlu mengetahui komponen yang harus ada di dalamnya. Seperti yang telah di sebutkan sebelumnya, laporan posisi keuangan memiliki 3 komponen, yaitu:

1. Asset

Asset biasanya di kenal sebagai harta atau kekayaan perusahaan. Harta/Asset terdapat 2 jenis, yaitu asset lancar dan asset tidak lancar. Asset lancar terdiri dari kas dan setara kas, persediaan, piutang, investasi lancar, pendapatan di bayar di muka, dsb.

Asset tidak lancar terdiri dari, investasi jangka panjang, asset tetap, asset tidak berwujud, penyertaan saham, beban yang di tangguhkan, dsb.

2. Kewajiban

Kewajiban merupakan hutang yang menjadi tanggungan perusahaan, baik hutang jangka pendek maupun hutang jangka panjang. Hutang jangka pendek di antaranya, hutang bank yang tidak lebih dari 1 tahun, hutang pajak, uang muka penjualan, hutang pembiayaan, dsb.

Hutang jangka panjang di antaranya, hutang sewa pembiayaan, serta hutang jangka panjang lainnya yang lebih dari 1 tahun.

3. Modal

Modal atau ekuitas adalah modal yang di gunakan oleh perusahaan untuk menjalankan aktivitas operasional. Yang termasuk dalam komponen modal di antaranya, modal di setor, laba di tahan, modal saham, dsb.

Cara Membuat Laporan Posisi Keuangan

Secara umum cara membuat laporan posisi keuangan di antaranya sebagai berikut:

  1. Mengidentifikasi dan menganalisis transaksi keuangan perusahaan
  2. Mencatat dan mengklasifikasi jurnal transaksi keuangan perusahaan
  3. Memindahkan atau memposting hasil pencatatan jurnal ke dalam buku besar
  4. Menyiapkan neraca saldo berdasarkan buku besar yang ada
  5. Menyusun kertas kerja kolom berdasarkan buku besar tersebut
  6. Membuat laporan berdasarkan kertas kerja kolom

Kesimpulan

Dalam akuntansi terdapat berbagai macam jenis laporan keuangan, salah satunya adalah laporan posisi keuangan atau yang biasa di sebut dengan neraca. Dalam pembuatan laporan perlu memperhatikan beberapa format maupun komponen-komponen yang telah di sebutkan sebelumnya.

BACA JUGA:  Apa Yang Dimaksud Dengan Audit, Auditor, Auditee

Selain itu, juga perlu di perhatikan untuk cara atau langkah-langkah dalam proses pembuatannya, supaya laporan yang di sajikan bisa valid dan menampilan laporan yang balance antara sisi debit dengan sisi kredit.

Semoga informasi di atas bisa membantu Anda mengetahui cara menyusun laporan posisi keuangan dengan baik dan benar. Namun apabila ada yang ingin di tanyakan ataupun didiskusikan, silahkan tulis di kolom komentar, dan jangan lupa share jika informasi yang kami sampaikan bermanfaat.


Tags

akuntansi, arus kas, bayar pajak, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, karyawan, kena pajak, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, lapor pajak, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, modal


You may also like

Ingin Penjualan Lancar? Ketahui Apa Itu Segmen Pasar!

Ingin Penjualan Lancar? Ketahui Apa Itu Segmen Pasar!

Usaha Bidang Keuangan? Wajib Tahu Apa Itu Otoritas Jasa Keuangan

Usaha Bidang Keuangan? Wajib Tahu Apa Itu Otoritas Jasa Keuangan
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top