Oktober 18

0 comments

Membuat Faktur Penjualan Yang Benar

Temukan komponen apa saja yang dibutuhkan dalam membuat faktur penjualan lengkap untuk disertakan pada saat proses transaksi penjualan.

Proses transaksi antara konsumen, pemilik bisnis, dan pemasok pasti terjadi di setiap bisnis.

Sebuah transaksi bisnis, biasanya akan selalu dibuatkan catatan, seperti nota atau invoice sebagai bukti transaksi tersebut.

Selain sebagai bukti fisik untuk setiap transaksi bisnis, invoice juga dapat menjadi dokumen bagi pelanggan dan perusahaan.

Jika perusahaan bergerak dalam bidang penjualan produk, bukti transaksi dapat berupa nota penjualan atau nota kas, kwitansi penjualan, atau faktur penjualan.

Faktur penjualan diperlukan sebagai bukti fisik dan dokumen keuangan yang nantinya dapat dijadikan sebagai bukti jika suatu saat pelanggan melakukan komplain.

Membuat Faktur Penjualan Yang Benar

Berapa pun jumlah transaksinya, perusahaan profesional akan selalu memberikan faktur penjualan meskipun pelanggan tidak memintanya.

a. Identitas perusahaan

Tampilkan detail lengkap tentang nama perusahaan, logo, slogan, dan alamat.

Bisa juga sebagai media promosi.

Data perusahaan yang lengkap sebagai identitas akan membuat faktur penjualan terlihat lebih jelas dan tidak diragukan lagi.

b. Nama pelanggan

Tuliskan nama lengkap dan alamat pelanggan Anda.

Ini sangat penting sebagai data fisik untuk Anda dan pelanggan Anda.

Pastikan nama pelanggan Anda di tulis dengan benar.

Penulisan nama yang salah bisa membuat faktur penjualan terlihat tidak profesional.

Nama pelanggan ini adalah contoh komponen faktur penjualan yang harus di miliki.

c. Kode atau Nomor Transaksi

Hal ini sangat penting, untuk membedakan satu transaksi dengan transaksi lainnya.

Dengan kode atau nomor transaksi, satu invoice dan lainnya tidak akan membingungkan dan mengejutkan.

Oleh karena itu, pencatatan transaksi menjadi penting.

Nomor transaksi ini berguna baik bagi perusahaan maupun pelanggan sebagai identitas transaksi yang telah di lakukan.

BACA JUGA:  Contoh Pembukuan Keuangan Bisnis Sederhana Yang Tepat

d. Tanggal transaksi

Tanggal transaksi akan memberikan informasi kapan transaksi ini terjadi. Anda juga di perbolehkan menambahkan selai jika di perlukan.

e. Detil transaksi

Dalam contoh daftar komponen faktur ini, Anda dapat menjelaskan semua barang yang Anda jual seperti kode dan nama barang, jumlah, satuan, harga satuan, diskon, dan harga total.

Di berikan dengan jelas jika ada permintaan khusus dari pelanggan.

Hal ini untuk memperjelas faktur dan transaksi antara kedua belah pihak.

f. Total Harga Yang Harus Dibayar

Total harga yang harus di bayar di sini termasuk subtotal yang merupakan penjumlahan dari harga setiap barang, PPN atau Pajak yang di ambil dari subtotal, dan total total sebagai penjumlahan dari harga yang harus di bayar oleh pelanggan.

Hal ini sangat penting untuk di cantumkan agar dapat mengetahui dengan jelas beban yang harus di bayar oleh pelanggan.

Sehingga pelanggan akan merasa transaksi tetap transparan dengan angka nominal yang jelas pada contoh komponen faktur berupa harga yang harus di bayar.

g. Nama dan Tanda Tangan Kasir

Isi nama lengkap dan tanda tangan kasir.

Hal ini memudahkan jika terjadi kesalahan pencatatan, akan lebih mudah bagi Anda untuk mengetahui siapa yang melakukan transaksi.

h. Nama dan Tanda Tangan Penerima

Dengan menuliskan nama dan tanda tangan penerima, maka Anda dapat mengetahui kepada siapa barang tersebut di berikan.

Hal ini juga dapat mengurangi keluhan dari pelanggan.

I. Stempel perusahaan

Sebagai dokumen resmi, di sarankan untuk menambahkan stempel resmi perusahaan pada faktur penjualan tunai/kredit.

Cap ini berfungsi sebagai keaslian atau keabsahan faktur yang di buat.

Selain itu, contoh komponen faktur stempel ini juga berfungsi untuk mengurangi upaya pemalsuan dokumen.

BACA JUGA:  Tips Memilih Konsultan Bisnis Yang Tepat Bagi Usaha Anda

j. Informasi Lain Seperti Dalam Contoh Faktur Penjualan Umum

Informasi lain yang dapat di tambahkan pada invoice adalah deskripsi syarat dan ketentuan transaksi.

Seperti ‘barang yang sudah di beli tidak dapat di tukar atau di kembalikan’ dan sebagainya.

Dengan informasi lain yang tercantum dalam contoh dokumen faktur penjualan, pelanggan akan mendapatkan kejelasan informasi dan memudahkan perusahaan untuk mengurangi keluhan yang tidak sesuai.


Tags

akuntansi, arus kas, bayar pajak, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, karyawan, kena pajak, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, lapor pajak, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, modal


You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top

SIAP KEMBANGKAN BISNIS!

Otomatisasi Bisnis dengan Metode PSF

Sudah bukan jamannya bisnis malah bikin stres..

Hari
Jam
Menit
Detik