Juni 26

0 comments

Cara Membuat Laporan Harga Pokok Produksi Yang Ideal

Harga pokok produksi adalah bagian penting dalam perhitungan akuntansi. Dalam bisnis, fungsi penting harga pokok produksi adalah memberi perbandingan biaya produksi yang realistis dari waktu ke waktu. Perhitungan ini sangat bermanfaat bagi manajemen dan kelangsungan usaha. Berikut simak artikel cara membuat laporan harga pokok produksi yang ideal dibawah ini.

Pengertian Harga Pokok Produksi

Menurut Ikatan Akuntan Indonesia, harga pokok produksi adalah semua biaya bahan langsung yang dipakai, upah langsung serta biaya produksi tidak langsung, dengan perhitungan saldo awal dan saldo akhir barang dalam pengolahan.

Harga pokok produksi adalah pernyataan yang menunjukkan total biaya produksi untuk perusahaan selama periode waktu tertentu. Harga pokok produksi juga sering di sebut biaya produksi. Secara umum, harga pokok produksi adalah total biaya yang di keluarkan untuk memproduksi produk dan mentransfernya ke persediaan barang jadi untuk penjualan.

Manfaat Informasi Harga Pokok

Untuk mengetahui laba atau rugi secara periodik suatu perusahaan di hitung dengan mengurangkan pendapatan yang di peroleh dengan biaya-biaya yang di keluarkan untuk memperoleh pendapatan tersebut. Oleh karena itu di perlukan informasi dari harga pokok produksi.

Manfaat dari penentuan harga pokok produksi secara garis besar adalah sebagai berikut:

1. Menentukan Harga Jual Produk

Perusahaan yang berproduksi masa memproses produknya untuk memenuhi persediaan di gudang degan demikian biaya produksi di hitung untuk jangka waktu tertentu untuk menghasilkan informasi biaya produksi per satuan produk. Penentuan harga jual produk, biaya produksi per unit merupakan salah satu data yang di pertimbangkan di samping data biaya lain serta data non biaya.

2. Memantau Realisasi Biaya Produksi

Manajemen memerlukan informasi biaya produksi yang sesungguhnya di keluarkan di bandingkan dengan rencana produksi yang telah di tetapkan, oleh sebab itu akutansi biaya di gunakan untuk mengumpulkan informasi biaya produksi yang di keluarkan dalam jangka waktu tertentu untuk memantau apakah produksi mengkonsumsi total biaya produksi sesuai dengan yang di perhitungkan sebelumnya.

BACA JUGA:  Rahasia Membangun Sistem Bisnis Franchise Dari Nol

3. Menghitung Laba Rugi Periodik

Manajemen memerlukan informasi biaya produksi yang sesungguhnya di keluarkan di bandingkan dengan rencana produksi yang telah di tetapkan. Oleh sebab itu akutansi biaya di gunakan untuk mengumpulkan informasi biaya produksi yang di keluarkan dalam jangka waktu tertentu. Untuk memantau apakah produksi mengkonsumsi total biaya produksi sesuai dengan yang di perhitungkan sebelumnya.

4. Menentukan Harga Pokok Persediaan Produk Jadi dan Produk Dalam Proses yang Disajikan Dalam Neraca

Biaya yang melekat pada produk jadi pada tanggal neraca di sajikan dalam harga pokok persediaan produk jadi. Biaya produksi yang melekat pada produk yang pada tanggal neraca masih dalam proses pengerjaan di sajikan dalam neraca sebagai harga pokok persediaan produk dalam proses

Elemen-elemen Harga Pokok

laporan harga pokok produksi

1. Biaya Bahan Baku

Lebih akrab di sebut dengan direct material, besar nominal bahan baku harus sesuai untuk menciptakan suatu output.

2. Biaya Tenaga Kerja Langsung

Biaya tenaga kerja merupakan seluruh biaya yang di gunakan untuk membayar tenaga kerja yang di pekerjakan untuk memperoleh barang produksi suatu perusahaan

3. Biaya Overhead Pabrik

Biaya overhead pabrik merupakan segala bentuk biaya yang di perlukan dalam kegiatan memproduksi bahan baku menjadi barang yang siap di jual.

Pendekatan Perhitungan Harga Pokok Produksi

Dalam membuat laporan laba rugi dan harga pokok produksi yang ideal pelaku bisnis dapat menggunakan dua metode pendekatan yang dapat di lakukan, yaitu metode Full Costing dan metode Variable Costing.

1. Pendekatan Full Costing

Pendekatan Full Costing merupakan Cara Menghitung Harga Pokok Produksi (HPP). Sekaligus Cara Menghitung Biaya Produksi yang berkaitan dengan memperhitungkan semua unsur biaya produksi ke dalam harga pokok produksi (HPP). Biaya-biaya ini melibatkan biaya tenaga kerja langsung, biaya bahan baku, dan biaya overhead yang di kemas menjadi satu kesatuan.

BACA JUGA:  5 Masalah Utama Dalam Inventory Management Dan Cara Mengatasinya

2. Pendekatan Variable Costing

Pendekatan Variabel costing merupakan Cara Menghitung Harga Pokok Produksi dengan hanya memperhitungkan biaya-biaya produksi yang masih bersifat variabel ke dalam harga pokok produksi. Jadi, Variable costing sebatas Cara Menghitung Harga Pokok Produksi dengan memperhitungkan biaya-biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik variabel secara terperinci dan terpisah dalam periode tertentu.

Langkah Penyusunan Laporan Harga Pokok Produksi

1. Menyusun Skedul Kuantitas

Skedul kuantitas mencatat unit yang menjadi tanggung jawab dari masing – masing departemen yang menunjukkan arus fisik, mulai dari persediaan awal. Unit yang mulai di proses pada periode berjalan, unit yang di keluarkan baik yang di transfer maupun yang hilang dan persediaan akhir.

2. Pertanggungjawaban Biaya Departemen

Semua biaya yang di pergunakan dalam proses produksi di suatu departemen di akumulasikan dan di laporkan menurut unsur biaya.

Biaya yang harus di pertanggungjawabkan adalah semua biaya yang melekat pada persediaan awal dan semua biaya produksi yang terjadi pada periode yang bersangkutan.

3. Menghitung unit ekuivalen dan biaya per unit

Dalam proses produksi tertentu, biasanya pada akhir periode terdapat unit yang belum selesai menjadi produk yang lazim di sebut persediaan barang dalam proses. Untuk itu, total biaya produksi yang terjadi pada periode itu harus di alokasikan kepada dua jenis persediaan yaitu barang jadi dan barang dalam proses.

Oleh karena itu barang dalam proses mengkonsumsi lebih sedikit sumber daya di bandingkan unit selesai. Maka pembagian total biaya dengan unit fisik tidaklah tetap.

Unit persediaan dalam proses perlu di konversi kedalam unit yang ekuivalen dengan barang jadi. Sehingga di perlukan penaksiran tingkat penyelesaian masing – masing unsur biaya produksi.

4. Rekapitulasi Biaya

Total biaya yang di keluarkan sampai pada suatu departemen akan di alokasikan agar dapat di ketahui berapa besar biaya per unit yang di transfer dan berapa nilai persediaan yang tinggal.

BACA JUGA:  Peran Penting Key User di Perusahaan

Perbedaan kalkulasi harga pokok pesanan dengan kalkulasi harga pokok proses yaitu:

5. Pengumpulan biaya

Kalkulasi biaya pesanan mengumpulkan biaya produksi menurut pesanan, sedangkan kalkulasi biaya proses mengumpulkan biaya produksi per periode.

6. Perhitungan harga pokok persatuan

Kalkulasi biaya pesanan menghitung harga pokok produk per unit yang di hasilkan dengan cara membagi total biaya yang di keluarkan untuk pesanan tertentu dengan jumlah satuan produk yang di hasilkan pada pesanan yang bersangkutan. Perhitungan ini di lakukan pada saat pesanan selesai di produksi.

Kalkulasi biaya proses menghitung harga pokok per satuan dengan cara membagi total biaya produksi yang di keluarkan selama periode tertentu dengan jumlah unit produk yang di hasilkan pada periode yang bersangkutan. Perhitungan ini di lakukan setiap satuan periode, biasanya akhir bulan.

Kesimpulan

Sebelum membuat laporan harga pokok produksi, sebaiknya ketahui dulu apa saja komponen yang ada di dalam laporan tersebut. Adapun, laporan tersebut nantinya akan di gunakan atau di butuhkan untuk membuat laporan lain.

Perusahaan tentu sangat memerlukan berbagai data serta informasi terkait jumlah biaya-biaya yang di keluarkan untuk produksi. Agar bisa menentukan harga pokok produksi, serta membuat laporan harga pokok produksi.

Nah, agar lebih memudahkan sebaiknya sebuah bisnis atau perusahaan menggunakan software akuntansi modern untuk menunjang segala bentuk pendataan atau pembuatan laporan. Semoga informasi di atas bisa membantu Anda mengetahui cara pembuatan laporan harga pokok produksi yang ideal dengan baik dan benar.

Apabila ada yang ingin ditanyakan ataupun di diskusikan, silahkan tulis di kolom komentar, dan jangan lupa share jika informasi yang kami sampaikan bermanfaat.


Tags

akuntansi, arus kas, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, karyawan, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, modal, online, peluang, promosi


You may also like

Ingin Penjualan Lancar? Ketahui Apa Itu Segmen Pasar!

Ingin Penjualan Lancar? Ketahui Apa Itu Segmen Pasar!

Usaha Bidang Keuangan? Wajib Tahu Apa Itu Otoritas Jasa Keuangan

Usaha Bidang Keuangan? Wajib Tahu Apa Itu Otoritas Jasa Keuangan
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top