September 2

0 comments

7 Poin Penting Membangun Karyawan Berkualitas di Perusahaan

PROFIT ANDA TERKURAS UNTUK MEMBIAYAI KARYAWAN YANG CUKUP BANYAK? KARYAWAN YANG BERKUALITAS AKAN MAMPU MENGATASI BANYAK PEKERJAAN SEKALIGUS DAN MEMPERSEMPIT JUMLAH KARYAWAN. ARTIKEL INI AKAN MEMBANTU ANDA DALAM MEMBANGUN KARYAWAN YANG BERKUALITAS.

Dengan memiliki SDM yang hebat, pencapaian target yang diinginkan perusahaan bukan hal yang mustahil untuk dicapai. Hal ini akan sesuai dengan visi dan misi perusahaan, dan tentunya akan memuat perusahaan lebih jauh berkembang.

Lalu bagaimana strategi yang tepat untuk membangun karyawan yang hebat dan berkualitas? Simak pada video di bawah ini.

Memiliki karyawan yang berkualitas merupakan aset yang sangat berharga bagi perusahaan. Namun untuk mendapatkannya bukan perkara mudah. Kebanyakan perusahaan mengeluhkan hal ini. Padahal karyawan yang berkualitas bukan sekedar merekrut orang yang berkualitas, tapi juga harus mampu menjaga dan mengembangkannya. Bagaimana dengan bisnis di perusahaan Anda?

Membangun dan menjalankan bisnis adalah sebuah tantangan sekaligus seni karena terkadang pemilik bisnis harus melakukan sesuatu yang unik dan beda supaya bisnisnya bisa tetap bertahan. Banyak juga yang berkata business like a building atau seperti bangunan, dan ketika bangunan itu dibangun maka ada pondasi dan pilar yang menyangga sehingga bangunan tersebut tetap bisa berdiri. Jadi ketika sebuah bisnis mau terus bertumbuh harus ada pondasi dan pilar juga yang menyangga supaya sebuah bisnis tetap bisa selalu bertahan dan berkembang. 

Secara keuangan ada setidaknya 3 formula yang bisa dijadikan sebuah pondasi atau pilar yang biasa disebut PSF dalam sebuah bisnis. Pilar yang pertama adalah PEOPLE yang mewakili huruf P dalam formulasi PSF. PEOPLE adalah sebuah pilar pertama yang menyangga supaya bisnis dapat semakin berkembang. Kemudian ada pilar kedua adalah SYSTEM yang mewakili huruf S dalam PSF. Dan yang terakhir adalah FINANCE.

Pada artikel ini kami akan mencoba membahas formula PEOPLE terlebih dahulu dan setidaknya ada 7 faktor penting yang juga harus diperhatikan dipelajari sebelum diterapkan pada perusahaan.

7 Formula ‘PEOPLE’ Membangun Karyawan Berkualitas

Dalam formula PEOPLE ini yang pertama harus di perhatikan adalah pada proses rekrutmen karyawan, proses pengarahan, proses pelatihan yang intensif, proses pengembangan, proses pengontrolan, proses pendelegasian dan yang terakhir adalah proses penghargaan.

karyawan

1. Proses Rekruitmen Karyawan

Sekarang kita akan belajar dulu pada proses yang pertama, yakni proses rekrutmen. Banyak orang yang tidak sadar bahwa proses rekrutmen ini adalah suatu faktor yang sangat penting di dalam perusahaan kita. Karena, begitu orang masuk di dalam perusahaan, kita tidak tahu orang ini seperti apa atau orang ini akan menjadi seperti apa. Jadi bisa di ibaratkan sebuah perusahaan itu seperti sebuah bus, dan ketika bus akan melaju ke suatu tujuan dalam proses rekrutmen sama halnya kita memilih orang yang akan bersama perusahaan menuju sebuah tujuan yang sudah di tentukan. 

Sehingga ketika sebuah proses rekrutmen tidak dilakukan dengan baik maka kita tidak tahu orang yang akan bekerja bersama kita akan berperilaku baik atau malah sebaliknya. Sama halnya dengan ketika ada di dalam bus ternyata ada seorang pembunuh atau  ada seorang penculik. apakah kira – kira bus ini dapat berlangsung ke tempat tujuan kita? Jawabannya pasti tidak bisa. 

Dari hal itu jadi kita tahu ketika kita memilih atau merekrut team yang akan bekerja di perusahaan harus di pastkan dulu supaya kita merekrut orang yang tepat. 

Dan permasalahannya sekarang adalah mencari calon karyawan atau team yang tepat tidak semudah seperti dulu. Maka dari itu Bapak Ibu, ketika kita mau memasang lowongan kerja, kita melakukan proses rekrutmen, kita harus pikirkan dulu 3 hal. 

Perusahaan harus tampak menarik di mata calon kandidat karyawan

Tampak menarik ini, bukan berarti kita pura – pura menarik. Tapi, kita harus tahu kelebihan perusahaan kita di banding perusahaan lain apa. Dan itu harus kita masukkan pada iklan lowongan kerja. Misalnya perusahaan sudah berdiri dan banyak klien multinasional, pegawai ratusan / ribuan dapat di masukkan di profile company. Sehingga, kandidat yang akan masuk akan berpikir bahwa perusahaan yang mereka lamar adalah perusahaan yang bonafit. Lalu setelah kita pikirkan bagaimana kita menampilkan suatu perusahaan yang bonafit di mata kandidat. 

Yang perlu kita pikirkan adalah, ketika kita mendapatkan lamaran yang semakin sedikit maka perusahaan mensortir lamaran ini juga akan semakin sedikit. Jadi, perusahaan harus berbuat seusatu supaya kandidat pelamar kerja tertarik. 

Bagaimana cara mempromosikan iklan lowongan kerja ke publik

Mungkin masih ada orang yang membuat lamaran dengan di pasang di koran. Jaman dulu hal tersebut mungkin berlaku, zaman sekarang mungkin tidak. Sekarang saatnya beralih ke media online seperti instagram dan website. Kemudian jangan lupa pastikan keuntungan bagi mereka ketika kandidat melamar di perusahaan.

Proses pemanggilan kandidat 

Jangan lupa pastikan bahwa proses rekruitmen ini kandidat di hubungi atau di telpon dengan benar, di berikan instruksi dengan benar, di berikan info dengan baik. Dan tentunya, bagi HR yang akan menelpon harus di berikan informasi supaya tidak terjadi miss understanding. 

karyawan

2. Proses Pengarahan Sesuai SOP

Setelah kandidat ini di rekrut, maka mereka akan masuk ke perusahaan dengan peraturan yang sudah di infokan sebelumnya. Terkadang masih ada saja karyawan baru merasa bingung apa yang harus di kerjakan, dan tidak tahu apa yang akan dilakukan. Permasalahan utama biasanya ternyata, perusahaan belum melakukan proses pengarahan yang tepat. 

Jadi, apa yang harusnya kita pikirkan, apa yang kita lakukan ketika pertama kali kandidat tersebut masuk apa yang bisa di briefingkan kepada mereka? 

Pertama yang harus di tanyakan adalah memberikan pengarahan terkait visi dan misi perusahaan, kemudian budaya kerja perusahaan, dan apa tujuan perusahaan. Sehingga ketika kandidat masuk, mereka sudah tahu apa visi misi dan goals perusahaan yang mereka lamar. Lalu yang terpenting lagi adalah kita tunjukkan apa peraturan dari perusahaan. Mereka harus tahu dulu di awal. Setelah itu, mereka juga harus tahu apa bisnis prosesnya, atau flow kerjanya seperti apa. Karena apabila tidak di informasikan, maka karyawan baru kita akan bingung dan bertanya Tanya “oh saya mau ngapain nih”. 

Atau ketika mereka masuk, bisa kita berikan manual book, atau buku saku kecil, sehingga mereka  bisa pelajari. Harapannya mereka bisa tahu pekerjaan yang harus dilakukan apa. 

Kemudian, yang berikutnya adalah job description, yakni ketika mereka masuk, maka akan di pelajari. Misalnya, harus menyetorkan report jam berapa, saya harus melakukan apa dll.  Harapannya ketika mereka sudah tahu, mereka dapat melakukan dan mereka dapat menyelesaikan apa yang menjadi tanggung jawabnya secara benar.  

3. Proses Pelatihan Yang Intensif

Pada proses ini mereka sudah di arahkan karena ternyata perusahaan berjalan beberapa bulan, karyawan bapak dan ibu tidak perform. Mereka tidak menghasilkan kinerja yang optimal. Karyawan yang lain ternyata qualified perform dengan baik. Ternyata banyak sekali masalah ketika orang tersebut masuk dan ternyata mungkin person di dalam perusahaan kita tidak dapat langsung menyesuaikan diri. Mungkin dari culture, atau team yang main gap, ada batas antara senior dan junior akhirnya mereka tidak berani bertanya, kenapa tim mereka tidak perfom selama bekerja di perusahaan Anda, dan sebatas keinginan mendapat gaji dan tidak menghasilkan yang baik. Maka dari itu, kita harus bertanya di mana permasalahan tersebut berasal. 

Dan ternyata, permasalahan tersebut muncul dari perusahaan sendiri. Kenapa, karena Anda tidak melakukan beberapa proses. Misalnya, ketika masuk karyawan di biarkan belajar sendiri dan tidak di training secara bagus. Ternyata cara tersebut kurang tepat, kita harus berikan mereka training regular. Harus ada orang yang bisa mentraining mereka, apabila Anda tidak bisa melakukan training sendiri. Training ini dapat memberi tahu mereka apa yang harus dilakukan kedepan. 

Eksternal Training

Setelah melakukan training, mungkin mereka juga perlu di ikutkan workshop. Karena kemampuan perusahaan yang terbatas untuk melakukan training, maka kita perlu ikutkan mereka pada sebuah workshop supaya mereka dapat makin berkembang. Atau saat ini perlu di perlihatkan youtube, sehingga mereka dapat belajar di sana, dan tetap kita arahkan. Yakin dan percaya bapak dan ibu, orang – orang di dalam perusahaan Bapak dan Ibu adalah orang – orang yang luar biasa. Tapi tergantung kita bagaimana bisa mengasah mereka agar menjadi orang yang lebih luar biasa. 

Setelah youtube, kita buatkan hal lain misal mereka bisa di suruh melihat training dari internet. Kemudian pada akhirnya, department A, B, C dapat lebih mudah apabila di buatkan kurikulum training. Seperti perusahaan kami DConsulting sudah memiliki kurikulum training, untuk mentraining konsultan. Sehingga, para konsultan bisa langsung mengerti apa yang harus di kerjakan dan mereka bisa perform di dunia konsultan.

Nah setelah hal itu semua sudah di buat, maka kita harus pikirkan bagaimana agar dapat di automasi. Jadi ketika melakukan training, jangan sampai training sendiri. Bagaimana cara agar dapat melakukan automasi kurikulum training? Fungsinya adalah agar lebih optimal, dan dapat meminimalisir kebanyakan waktu yang digunakan, untuk memberi arahan karyawan yang baru tersebut. 

job description

4. Proses Pengembangan Karyawan Berkualitas

Setelah mendapat pengarahan dan training, maka yang juga kita perlukan adalah “bagaimana mengembangkan tim kita secara continue ?” 

ketika karyawan sudah berkembang dan mendapatkan proses training dan sampai proses tertentu mereka dapat menjadi best employee. Ketika mereka pada titik tertentu sebuah jabatan, maka biasanya akan timbul beberapa hal lain seperti, ego, gengsi dan sombong. Ego, gengsi dan sombong yang naik, di saat itulah tim Anda biasanya akan jatuh. Karena orang yang sombong semakin tidak mau belajar, dan tim yang lain akan lebih giat dalam belajar agar lebih pintar di banding orang tersebut. 

Saat mereka sudah paham secara skill, tapi apakah mereka memiliki hati yang baik? Ini harus kita bangun dalam perusahaan kita. Berbicara soal hati, hati kita di bagi dua yakni hati yang negative dan hati yang positif. Ketika karyawan Anda banyak yang berhati positif maka yakin dan percaya, perusahaan akan lebih mudah berkembang. Saya akan beri satu bocoran. Ketika kita ingin perusaahaan menjadi lebih baik, maka yakinkan Anda sebagai pimpinan Anda juga positif dan Anda menunjukkan sifat yang positif kepada tim Anda. 

Setelah skill yang baik kita harus pikirkan bagaimana membentuk mindset yang baik serta soft skill yang baik. Seperti cara berkomunikasi, leadership/memimpin, cara manajemen kerja dan lain sebagainya. Hal ini juga harus kita buatkan satu kurikulum tersendiri untuk membangun di luar hal daripada hard skill. 

5. Proses Pengontrolan Kinerja

Sudah pintar dan best performance, dan di berikan hati yang baik maka setelah itu harus ada proses control. Contohnya, ketika tim perform dan tidak perform, sebagai pengusaha yang baik maka harus di pikirkan bagaimana kita dapat tahu mana yang perform mana yang tidak. Caranya adalah dengan menggunakan KPI (Keep Performance Indicator) atau rapor perorangan yang menunjukkan skill, attitude, bagaimana performancenya, bagaimana komunikasinya, dan sebagainya. 

Sehingga kita harus belajar menganalisa apakah mereka bagus atau tidak. Ketika kita menilai dengan KPI, jangan di nilai dari atasan saja melainkan dengan KPI 360’ . Apa itu KPI 360’? 

Ketika perusahaan menilai KPI kita harus pastikan bahwa yang mengisi adalah kanan dan kiri yakni teman – temannya, atas dan bawah yakni pimpinan dan asisten, maka kita bisa mendapatkan hasil yang objekti. Penilaian ini dapat di lakukan setahun, dan bisa juga di buat bulanan yang tidak terlalu detail yakni team teladam / team of the month. 

6. Proses Pendelegasian Job Description

Ketika orang tersebut sudah di nilai, maka orang tersebut harus di berikan kepercayaan untuk dapat menghandle suatu tanggung jawab yang lebih besar. Karena apabila yang bersangkutan di berikan beban kerja yang monoton maka yang mungkin terjadi adalah mereka akan resign dari perusahaan. Kemudian, yang perlu Anda pikirkan adalah apakah saat ini Anda dapat pergi jauh apabila Anda sendirian? Maka sangat penting sekali kita dapat memberikan kepercayaan pada tim kita agar dapat berjalan lebih jauh dan memikirkan bagaimana cara untuk sama – sama sukses

karyawan

7. Proses Penghargaan Karyawan Berkualitas

Perusahaan harus tetap menghargai tim kita yang qualified people dan the best employee of this year. Orang – orang tersebut harus di berikan reward. Misalnya dengan di berikan fasilitas royal cruise, ke menara Eiffel ataupun umroh misalnya. Hal ini bisa memberikan rasa di hargai atas kerja kerasnya dan mau berjuang.

Dalam perusahaan, Sumber Daya Manusia (SDM) di kelola divisi Human Resource (HR) karena memang sangat penting dalam keberlangsungan perusahaan. Agar perusahaan bisa berkembang sesuai dengan nilai dan budaya yang diterapkan, pentingnya manajemen SDM untuk rekrutmen dan mengembangkan karyawan perlu di terapkan dengan tepat.

Untuk itulah, setiap perusahaan perlu tahu bagaimana cara kerja manajemen SDM dan kualifikasi apa yang harus di penuhi calon karyawan sehingga lolos dalam proses rekrutmen. Mendapatkan SDM yang berkualitas sangat penting, mengingat mereka inilah nanti yang akan membantu perusahaan mencapai tujuan.

Namun sekali pun Anda sudah memiliki karyawan yang berkualitas tapi tidak memiliki SOP (Standar Operasional Prosedur) yang tepat, sama saja perusahaan Anda tidak dapat berjalan dengan baik. Setiap perusahaan memiliki SOP yang berbeda, tergantung dari kebutuhan masing-masing perusahaannya. Tetapi, untuk membuat SOP yang efektif dan tepat sasaran bukanlah hal mudah.

SOP sangat diperlukan di perusahaan agar setiap tindakan operasional berjalan seragam dan sesuai standar. Ingin tahu kunci sukses membuat dan menerapkan SOP yang tepat? Dapatkan akses video series kami dengan mengisi form di bawah ini.


Tags

akuntansi, arus kas, bayar pajak, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, karyawan, kena pajak, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, lapor pajak, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, modal


You may also like

5 Cara Mengelola Keuangan Untuk Meningkatkan Profit Perusahaan Anda

5 Cara Mengelola Keuangan Untuk Meningkatkan Profit Perusahaan Anda

5 Langkah Efektif Membuat Standar Operasional Prosedur (SOP)

5 Langkah Efektif Membuat Standar Operasional Prosedur (SOP)
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top
Jakarta OfficeSurabaya OfficeInstagramFacebookYouTube