Agustus 4

0 comments

5 Tips dan Cara Mengatur Keuangan Bisnis Pasca Pandemi COVID-19

Salah urus keuangan adalah salah satu alasan utama banyak bisnis gagal. Apalagi di masa pandemi seperti ini di mana banyak bisnis yang terdampak, kemampuan dan cara mengatur keuangan secara efektif menjadi sangat penting.

Pemberlakuan PSBB dan PPKM ternyata berdampak pada beberapa sektor usaha dan mengakibatkan kerugian. Merebaknya pandemi virus corona (Covid-19) sangat berdampak pada perekonomian Indonesia dan juga telah mengubah cara kebiasaan masyarakat bekerja, belajar, memenuhi kebutuhan sehari-hari, bahkan berinteraksi.

Seiring dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) atau Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), sejumlah sektor usaha mulai dituntut untuk mengembangkan model bisnis yang lebih berkelanjutan dan memanfaatkan keunggulan digital saat ini.

mengelola keuangan

Menurut berbagai sumber, beberapa sektor usaha yang terdampak parah bahkan merugi akibat pandemi Covid-19, usaha-usaha tersebut di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Hotel dan Pariwisata

Pariwisata dan perhotelan adalah sektor yang paling terpukul oleh pandemi COVID-19. Menurut Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), pandemi ini telah menyebabkan lebih dari 2.000 hotel dan 8.000 restoran tutup.

Akibat penutupan itu, potensi pendapatan yang hilang selama Januari-April 2020 sebesar Rp70 triliun, di antaranya Rp30 triliun untuk sektor perhotelan dan Rp40 triliun untuk sektor restoran.

2. Penerbangan

Industri penerbangan merupakan salah satu sektor yang terkena dampak pandemi virus corona. Indonesia menutup pintu bagi wisatawan asing, di ikuti dengan larangan mudik yang di keluarkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020.

Penurunan penumpang dan kerugian di alami oleh maskapai penerbangan di Indonesia. Sejak Januari-April 2020 di empat bandara besar di Indonesia, yakni Jakarta, Bali, Medan, dan Surabaya, terjadi penurunan penumpang internasional sebesar 45 persen. Sementara untuk penumpang domestik, penurunan terjadi sebanyak 44 persen dari Januari-April 2020. Kerugian yang di alami maskapai dari empat bandara besar tersebut, jika di bandingkan periode yang sama tahun 2018 mencapai sekitar USD812 juta.

Sedangkan khusus untuk pasar domestik dan internasional, maskapai mengalami kerugian sekitar USD 749 juta atau sekitar Rp. 1 triliun untuk pasar nasional dan Rp. 1,2 triliun untuk pasar internasional.

3. Rapat, Insentif, Konferensi, Pameran (MICE)

Industri Meeting, Incentive, Conference, Exhibition (MICE) di prediksi merugi hingga Rp 7 triliun akibat dampak pandemi Covid-19.

Berdasarkan data Indonesia Event Industry Council, potensi kerugian sektor MICE akibat pandemi Covid-19 berkisar Rp. 2,69 triliun – Rp. 6,94 triliun. Data mencatat sekitar 96,43 persen acara di 17 provinsi harus di tunda, dan 84,20 persen lainnya di batalkan.

Selain kerugian materiil, pandemi Covid-19 juga berdampak pada 90.000 pekerja industri. Dengan adanya pandemi ini, ia mengimbau para pelaku bisnis untuk mulai menjajaki bisnis online.

4. Bar dan Restoran

Salah satu sektor yang terkena dampak dari pandemi penyakit corona virus 2019 (covid-19) adalah bisnis restoran. Restoran, kafe, dan bar terpaksa menutup sementara kios mereka. Tujuannya untuk mencegah penyebaran virus corona. Selain itu, social distancing dan gerakan #dirumahaja juga memaksa bisnis tutup sementara.

Sementara di Indonesia, Grup Ismaya termasuk yang terdampak. Pada April 2020, grup tersebut mengumumkan telah menutup 15 merek restoran dan bar di Jakarta. Sebut saja Djournal House, Djournal Coffee, Tokyo Belly, Skye, hingga Pizza E Birra.

5. Bioskop dan Konser

Menonton di bioskop mungkin bukan pilihan bijak untuk mencari hiburan di masa wabah corona saat ini. Data menunjukkan, pada Maret 2020, sekitar 50% masyarakat akan mengurangi aktivitas hiburan, salah satunya bioskop.

Hal ini membuat para pelaku bisnis bioskop salah satunya XXI berinovasi dengan membuat layanan pesan antar makanan di XXI Cafe miliknya. Ini merupakan langkah survival agar operasional perusahaan tidak berhenti sama sekali.

6. Olahraga

Semua acara olahraga telah di batalkan: olimpiade, liga sepak bola, Formula 1 hingga UFC. Bencana Covid-19 benar-benar menjadi momentum kematian industri olahraga.

7. Mal dan Ritel

Sebelum adanya Covid-19, mal telah beralih fungsi tidak lagi sebagai tempat belanja, tetapi menjadi destinasi rekreasi dan kuliner. Karena epidemi saat ini, sebagian besar mal hanya membuka gerai untuk bahan makanan dan barang-barang penting.

8. Elektronik

Elektronik konsumen bukanlah kebutuhan esensial bagi masyarakat sehingga di tengah krisis Covid-19, konsumen termasuk yang pertama mengabaikannya.

Tak heran jika nilai pasar sektor ini turun lebih dari 25%. Perubahan perilaku konsumen yang lebih fokus pada kebersihan dan kesehatan di tangkap oleh para pelaku industri tersebut dengan menciptakan inovasi produk baru. Sharp dan Xiaomi telah memasuki pasar dengan meluncurkan pembersih udara.

9. Otomotif

Industri otomotif menjadi salah satu lini bisnis yang terkena dampak pandemi virus Corona Covid-19 di Indonesia. Bahkan, penjualan kendaraan di Tanah Air mengalami penurunan yang cukup signifikan bahkan berdampak pada Industri Kecil.

mengelola keuangan

Adaptasi Pasca Pandemi Dengan Cara Mengatur Keuangan

Sebagai pelaku bisnis, kita tidak hanya harus memperhatikan arus kas di masa sekarang, tetapi juga perlu memikirkan masa depan setelah pandemi Covid-19 berakhir. Dengan cara merencanakan dan mengatur keuangan dengan matang, kita bisa segera beradaptasi kembali ketika situasi sudah kembali normal.

Ada 5 ukuran bisnis yang perlu di perhatikan oleh para pelaku bisnis sebagai tolak ukur dalam cara mengatur keuangan bisnisnya. Ketika kelima hal ini berjalan dengan baik, maka keuangan bisnis bisa aman dan bisnis bisa berjalan dengan lancar. Apa saja lima hal tersebut?

Penghasilan

Semua pebisnis memahami betapa pentingnya memiliki aliran pendapatan yang stabil. Salah satu tantangan terbesar, terutama bagi pelaku UKM di masa pandemi seperti ini, adalah penurunan pendapatan yang drastis. Pasalnya, di saat seperti ini aktivitas masyarakat sangat berkurang karena hanya di rumah.

Oleh karena itu, di perlukan analisis yang cermat terhadap pendapatan usaha. Dengan meninjau pendapatan harian, mingguan, bulanan, triwulanan, dan tahunan, Anda dapat menganalisis tren pendapatan dan memperkirakan keadaan bisnis Anda saat ini.

Meskipun situasi saat ini membuat prediksi bisnis lebih sulit, meninjau pendapatan bisnis secara akurat bahkan lebih penting. Tidak hanya untuk melihat keadaan bisnis Anda, pendapatan bisnis Anda juga digunakan oleh pemberi pinjaman sebagai ukuran untuk melihat apakah Anda akan mampu membayar hutang Anda nanti atau tidak.

Pengeluaran

Dengan meninjau pengeluaran, Anda dapat mengetahui biaya yang di perlukan untuk menjalankan bisnis Anda. Jika Anda tidak yakin, seorang akuntan dapat membantu Anda mengkategorikan pengeluaran ini. Misalnya, beberapa biaya mungkin berhubungan dengan biaya produksi, sedangkan biaya lainnya adalah biaya tetap seperti sewa kantor. Selisih antara pengeluaran dan pendapatan menentukan apakah bisnis Anda dapat berjalan dengan baik dan menguntungkan atau tidak.

Dalam situasi ekonomi seperti ini, mengatur pengeluaran secara detail menjadi sangat penting. Salah satu cara untuk mengukur setiap pengeluaran adalah dengan menganalisis apakah itu membantu menjaga bisnis Anda tetap berjalan, menghasilkan ROI (laba atas investasi) atau menambah nilai bisnis.

Beberapa pengeluaran jelas lebih penting daripada yang lain dan perlu di perketat agar bisnis tetap stabil. Saat menghadapi situasi seperti ini, coba pikirkan pengeluaran mana yang “harus dilakukan” dan mana yang “akan lebih baik jika ada”. Kemudian hapus pengeluaran “lebih baik jika ada” dari pertimbangan anggaran setidaknya untuk saat ini. Saat ini tujuan utama Anda adalah mengelola pengeluaran sedemikian rupa untuk melindungi keuangan bisnis.

Selain itu, jangan lupa juga untuk mempertimbangkan peran vendor yang Anda gunakan untuk berbisnis. Mereka bisa sangat berperan dalam menentukan pengelolaan arus kas bisnis Anda pasca pandemi. Mereka tentu tidak ingin bisnis Anda tutup. Oleh karena itu, saat ini adalah waktu yang tepat untuk bernegosiasi dengan mereka, misalnya dengan memperpanjang batas waktu pembayaran dari 1 bulan menjadi 2 bulan.

Piutang

Hal yang satu ini tidak boleh Anda abaikan. Jika Anda menawarkan opsi pembayaran melalui kredit atau cicilan, perhatikan apakah mereka konsisten membayar tepat waktu atau tidak.

Setiap bisnis berbeda, tetapi jika arus kas tidak lancar karena piutang dari waktu ke waktu, keuntungan bisnis Anda akan habis untuk menutupi pembayaran yang terlambat. Ada beberapa opsi yang bisa Anda lakukan untuk mencegah keterlambatan pembayaran.

Pertama Anda dapat menagih secara teratur dalam waktu 30 hari sampai batas waktu pembayaran. Cara lain adalah dengan menawarkan diskon bagi mereka yang melunasi lebih awal. Cara terakhir adalah dengan memberlakukan pembayaran tunai hanya untuk pelanggan yang tidak dapat memenuhi tenggat waktu yang di tentukan atau memblokirnya sepenuhnya.

Tenggat Utang Usaha

Begitu pula sebaliknya, Anda juga harus memperhatikan tenggat waktu utang Anda. Jika vendor yang Anda gunakan menawarkan diskon untuk pembayaran awal, ambil kesempatan untuk mengurangi pengeluaran.

Ini juga bisa menjadi alternatif negosiasi dengan vendor yang tidak mau memberikan perpanjangan waktu. Mungkin daripada memperpanjang batas waktu pembayaran, mereka bisa menawarkan diskon untuk pembayaran lebih awal, misalnya 10 hari atau 20 hari sebelum batas waktu.

Arus Kas Bisnis

Ketika pendapatan bisnis masuk, itu menjadi salah satu aset dalam bisnis Anda. Sedangkan pengeluaran adalah kewajiban. Aset dan kewajiban bisnis Anda menentukan apakah bisnis Anda dapat bergerak dan menghasilkan keuntungan di masa depan atau gagal.

Anda dapat mengukur arus kas Anda dengan membagi aset dengan kewajiban. Ini adalah pengukuran yang penting. Jika Anda merasa ragu untuk melakukannya sendiri, sebaiknya gunakan jasa akuntan dengan cara mengatur keuangan yang tepat. Idealnya, rasio aset Anda terhadap liabilitas adalah 2 banding 1. Ini berarti Anda memiliki aset 2 kali lebih banyak daripada liabilitas.

Empat poin sebelumnya harus ada dalam laporan arus kas Anda. Dengan memahami setiap aspek dan hubungannya satu sama lain, Anda akan dapat cara menganalisis dan mengatur keuangan bagaimana dan seberapa besar dampak virus corona terhadap bisnis Anda dan menyusun strategi untuk bertahan.


Tags

akuntansi, arus kas, bayar pajak, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, karyawan, kena pajak, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, lapor pajak, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, modal


You may also like

5 Cara Mengelola Keuangan Untuk Meningkatkan Profit Perusahaan Anda

5 Cara Mengelola Keuangan Untuk Meningkatkan Profit Perusahaan Anda

5 Langkah Efektif Membuat Standar Operasional Prosedur (SOP)

5 Langkah Efektif Membuat Standar Operasional Prosedur (SOP)
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top
Jakarta OfficeSurabaya OfficeInstagramFacebookYouTube