September 3

0 comments

5 Cara Mengelola Keuangan Untuk Meningkatkan Profit Perusahaan Anda

Penjualan terus meningkat tetapi kemana uangnya, kok profit tetap menipis? Anda harus tahu cara yang tepat untuk mengelola keuangan perusahaan Anda agar tidak merugi. Baca artikel kali ini hingga akhir.

Tidak ada siapa pun di dunia ini yang menginginkan bisnisnya rugi. Untuk mencegah agar bisnisnya mengalami kerugian, perlu sekali mengetahui bagaimana cara mengatur keuangan yang baik.

Tonton video di bawah ini untuk mencegah kecurangan dan meningkatkan profit perusahaan melalui pengelolaan keuangan yang baik dan tepat.

Pada kesempatan kali ini kita akan mencoba membahas tentang 3 Faktor Penting Membuat Bisnis yang Berkembang dan Berkelanjutan. Sebelumnya kita membahas PEOPLE dan SYSTEM, karena kita menganalogikan bahwa bisnis adalah sebuah bangunan dan pilarnya ada 3, yaitu PEOPLE, SYSTEM and FINANCE. Pada bagian FINANCE kita punya 5 strategi untuk mengembangkan, mengatur atau mengelola keuangan kita supaya bisa berkembang. 

Yang pertama adalah buat laporan keuangan yang real time, yang kedua adalah bangunlah divisi internal control, yang ketiga cek laporan keuangan multi periode, yang keempat adalah lakukan analisa rasio – rasio yang terkait dengan aktivitas usaha, dan yang kelima lakukan manajemen cash flow yang tepat. 

mengelola keuangan

Membuat report progres mengelola keuangan real time 

Biasanya perusahaan hanya punya report keuangan sebatas “profit and loss” atau laba dan rugi, perusahaan untung atau tidak. Ternyata yang harus kita tahu bahwa laporan keuangan bukan hanya laporan laba rugi saja. Karena banyak sekali unsurnya, pada artikel ini saya akan membahas 3 hal  terkait apa saja unsur – unsur dalam laporan keuangan

Yang pertama adalah laporan profit and loss atau laporan laba rugi, yang kedua adalah laporan balance sheet atau neraca dan yang ketiga adalah laporan cash flow report atau laporan arus kas. 

Sedikit terkait laporan profit and loss, adalah laporan laba dan rugi dan melalui itu Anda bisa tahu apakah perusahaan sedang mengalami kerugian atau keuntungan. Laporan neraca atau balance sheet adalah laporan untuk mengetahui posisi di mana kita memiliki posisi aktiva dan pasiva. Aktiva di sini adalah kas, bank, persediaan, aset tetap, dan sebagainya.

Melalui laporan neraca Anda dapat mengetahui posisi terakhir bagaimana seluruh daripada seluruh komponen keuangan di perusahaan. Pada bagian cash flow Anda bisa melihat bagaimana uang, atau cash perusahaan di gunakan untuk mendanai apa saja, apakah untuk operasional, apakah untuk investasi, ataukah untuk pembiayaan yang lain. 

Seberapa penting laporan keuangan untuk mengelola keuangan

Sekarang pertanyaannya, banyak perusahaan yang mungkin mendapatkan laporan keuangan ini?

Apakah hanya setahun sekali. Alasannya kenapa?

Karena mungkin bagian accounting tidak bisa menerbitkan laporan keuangan yang valid atau datanya supplynya tidak bagus atau laporan keuangan sekarang terbitnya baru 4 bulan mendatang.  

Tahukan Anda apabila laporan keuangan terbit hanya 4 bulan sekali atau setahun sekali, yang terjadi adalah Anda tidak bisa melihat apakah kesehatan di perusahaan sudah benar dan tentunya dengan kondisi seperti ini, seringkali terjadi rawan fraud. Penting sekali kita pikirkan bagaimana kita bisa menerbitkan laporan keuangan dengan waktu minimal H+10.

Maksudnya adalah, misalnya saja sekarang kita ada di bulan Februari 2019, maka di bulan februari 2019 kita harus bisa menerbitkan report laporan keuangan di bulan Maret 2019, dan maksimal plus tanggal 10. Dan ketika kita bisa menerbitkan laporan keuangan di tanggal 10 bulan berikutnya maka yang terjadi adalah perusahaan dapat lebih cepat mengetahui kondisi keuangan di bulan Maret.

Lebih bagus lagi apabila perusahaan menggunakan program atau system yang baik, sehingga bisa melihat laporan keuangan kapan pun. Laporan bisa di cek every time, dan dapat di lihat berapa jumlah omset, cost, biaya dan lain sebagainya secara real time. 

mengelola keuangan

Bangunlah divisi internal control yang mengelola keuangan

Hal penting berikutnya adalah, adalah bangun divisi internal control. Sudah punya laporan keuangan yang baik, tapi apakah mungkin perusahaan kita bisa bebas dari fraud atau kecurangan? Karena kecurangan tidak selalu terlihat besar tetapi bisa juga kecil.

Seperti di cash transaction, yakinkah bagian pendanaan, penerimaan dan pengeluaran kas semua sudah tercatat dengan benar? Bisa saja kas banknya atau kas kecilnya di ambil atau di pinjam dulu oleh bagian yang bersangkutan.

Atau mungkin kas bon bermasalah, atau adanya kwitansi palsu? Di bagian inventory dapat terjadi banyak barang rusak, banyak stok yang tidak sama. Kemudian pada bagian logistic, bagaimana pertanggung jawaban bbm, bagaimana pertanggung jawaban sparepart.

Di bagian produksi, ada banyak bahan reject, stok tidak terpakai kemana hasilnya, stock reject ke mana hasilnya?

Berikutnya misalnya saja di bagian sales, sudahkah sales memberikan harga yang tepat, atau memberikan barang yang tepat, diskon yang tepat?

Dengan adanya divisi internal control, kita tugaskan mereka untuk bisa mengecek satu persatu bagian daripada departemen yang kita miliki. Dan tentunya, kita harus punya teknik bagaimana bisa merolling agar divisi internal control ini dapat berjalan dengan maksimal.

laporan perubahan modal

Cek laporan keuangan multi periode

Setelah punya report, punya control, dan tahu letak terjadi fraud di mana. Maka yang ketiga adalah cek laporan keuangan multi periode.  Maksudnya, adalah Anda akan mendapat laporan keuangan dari bagian keuangan dari accounting yang mana terdapat profit and loss, balance sheet dan lain sebagainya. Contohnya adalah laporan laba rugi. Bandingkan laporan laba rugi ini setiap bulan maka Anda dapat melihat apakah laporan keuangan Anda sekarang sudah benar atau tidak. 

Perbandingan di sini dapat dicontohkan dengan kasus pendapatan Desember 150 juta, Januari 200 juta, Februari 250 juta. Cogs atau harga pokok penjualan 90 juta, 120 juta, dan 200 juta. Ketika Anda bandingkan setiap bulan seperti ini, Anda akan langsung melihat apakah persentase dari setiap bagian sama atau tidak. Ini akan memudahkan Anda untuk melihat perusahaan Anda ada fraud atau tidak. Contohnya, di bulan Desember gross profit 60%, Januari 60%, dan Februari 80%. Apabila terjadi seperti ini tentu Anda akan bisa langsung memanggil manajer produksi, manajer pabrik. Kenapa terdapat angka 80%? Tentunya Anda tidak perlu cek satu persatu tetapi Anda bisa langsung melihat dari report yang ada. 

Hal lain yang perlu di perhatikan adalah bahwa terdapat jenis biaya yang bisa berubah seiring dengan omset. Di sini dapat kita umpamakan dengan biaya gaji, perusahaan selalu mempunyai treatment bahwa biaya gaji berbanding lurus dengan pendapatan.

Maka dapat di lihat, ketika di bulan Desember di berikan misalnya saja sejumlah 20 juta, yakni 13% daripada omset. Januari 45 juta, 22.5% daripada omset, bulan Februari 33 juta, 13% daripada omset. Dapat di simpulkan di bulan Januari kemungkinan terjadi penggelapan daripada gaji yang ada. 

Lakukan analisa rasio-rasio yang terkait dengan aktivitas usaha

Beralih pada bagian keempat. Analisa ratio – ratio LK perusahaan Anda. Setelah mengetahui laporan keuangan dengan baik, maka kita harus paham juga bagaimana rasio – rasio di dalam perusahaan. Pertama adalah, analisa likuiditas. Analisa likuiditas adalah berkaitan dengan kemampuan perusahaan dalam membayar hutang.

Berikutnya adalah analisa persediaan, persediaan di sini dapat di lihat melalui turn over seberapa lama dan berapa lama persediaan tersimpan di gudang. Lalu analisa piutang dan analisa profit. Keduanya penting di analisa untuk memastikan jumlah profit atau loss pada perusahaan Anda. 

Lakukan cash flow manajemen yang tepat

Yang kelima adalah, lakukan cash flow manajemen yang tepat dalam mengelola keuangan. Contohnya, kita  membeli barang di hari pertama plus dengan membayar DP atau kita full payment dan kemudian h+15 atau dua minggu setelahnya, kita menerima barang dan barang tersebut di simpan di gudang. Lalu, setelah di simpan di gudang h+25, 10 hari setelah barang di terima, barang tersebut terjual.

Jadi rata-rata penjualan setelah 10 hari, barang tersebut masuk ke dalam gudang. Kemudian, H+85 ternyata customer baru membayar dalam sehingga dapat di artikan perusahaan memberikan piutang kepada customer sekitar 60 hari atau 2 bulan. Lalu H+90 uang masih di dalam tabungan dan tidak berguna untuk apa – apa. H+100, cash ini di gunakan untuk pesan barang ulang. Dengan adanya supply chain, kita bisa melihat bahwa kita membutuhkan waktu 100 hari untuk bisa memutarnya. 

Mungkin sebagian dari Anda masih bingung, bagaimana kondisi PSF, People, System dan Finance di perusahaan Anda, maka kami berikan kesempatan terbatas untuk melakukan BUSINESS CHECK UP dengan tim konsultan kami untuk menganalisa bagaimana pilar-pilar PSF yang ada di dalam perusahaan Anda.


Tags

akuntansi, arus kas, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, karyawan, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, modal, online, peluang, promosi


You may also like

5 Langkah Efektif Membuat Standar Operasional Prosedur (SOP)

5 Langkah Efektif Membuat Standar Operasional Prosedur (SOP)

7 Poin Penting Membangun Karyawan Berkualitas di Perusahaan

7 Poin Penting Membangun Karyawan Berkualitas di Perusahaan
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top
Jakarta OfficeSurabaya OfficeInstagramFacebookYouTube