Januari 29

0 comments

3 Risiko Transaksi Bisnis yang Harus Diwaspadai

Risiko merupakan bagian tak terpisahkan yang bisa mempengaruhi performa dan keberhasilan sebuah usaha. Memulai bisnis memang penuh dengan tantangan, risiko, dan ancaman. Namun, pengusaha yang sukses adalah mereka yang mampu menghadapi, menavigasi, dan kemudian bahkan mengambil keuntungan dari semua hal tersebut. 

transaksi

Ada beberapa langkah untuk meminimalisir risiko, pertama identifikasi risiko terlebih dahulu dengan mengali risiko-risiko yang mungkin muncul. Analisis risiko yang baik membantu mengurangi dampak yang mungkin timbul. Selesai mengidentifikasi risiko, lakukan pengendalian dan pencegahan dengan membuat strategi pengendalian untuk kemudian mengurangi risiko. Ini bisa termasuk kebijakan keamanan data, diversifikasi pemasok, atau asuransi bisnis. Berikutnya lakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala dengan melakukan pemantauan secara berkala terhadap risiko yang diidentifikasi. Evaluasi terus-menerus membantu dalam penyesuaian strategi dan kemudian pengambilan keputusan yang tepat waktu.

Evaluasi bukan merupakan step akhir dalam langkah untuk kemudian minimalisir risiko, penyusunan rencana darurat merupakan langkah berikutnya setelah pemantauan dan evaluasi. Siapkan rencana darurat jika terjadi risiko yang tak terduga. Hal ini kemudian dapat membantu dalam mengurangi dampak buruk dari risiko yang terjadi. Berikutnya komitmen terhadap kepatuhan, pastikan untuk selalu mematuhi regulasi yang berlaku.

Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan dapat mengurangi risiko hukum yang mungkin timbul. Risiko dalam transaksi bisnis tidak bisa dihindari sepenuhnya, tetapi bisa dikelola dengan baik dengan perencanaan yang matang dan kewaspadaan terhadap perubahan di lingkungan bisnis dan regulasi yang ada. Berikut merupakan beberapa risiko dalam menjalankan bisnis:

1. Risiko Keuangan

Kekurangan modal menjadi salah satu resiko keuangan yang muncul dalam menjalankan usaha. Umunya cash flow yang tidak lancar, karena kesulitan dalam mengelola aliran kas, terutama saat biaya operasional melebihi pendapatan. Risiko lainnya seperti, kesulitan mendapatkan modal tambahan untuk kemudian ekspansi, pengembangan, atau penyelesaian masalah keuangan mendadak. 

BACA JUGA:  Cara Meningkatkan Kepuasan Pelanggan pada Bisnis

Kredit dan piutang juga menjadi isu tak terpisahkan, seperti keterlambatan pembayaran atau pelanggan yang gagal membayar utang bisa berdampak pada likuiditas dan operasional perusahaan. Kesulitan perusahaan dalam membayar utang atau bunga pinjaman, juga berpotensi menimbulkan masalah finansial. Selain itu, fluktuasi nilai mata uang juga masih menjadi ancaman karena perubahan nilai mata uang bisa mempengaruhi harga bahan baku impor atau eksportir yang dapat mempengaruhi margin keuntungan.

2. Risiko Operasional

Pemahaman yang mendalam terkait risiko operasional membantu dalam mengelola ketidakpastian dan mengantisipasi gangguan dalam layanan kepada pelanggan. Faktor SDM menjadi risiko yang umum dalam risiko operasional misalnya kesalahan input atau penanganan yang salah. Pelatihan karyawan yang kurang menghasilkan karyawan yang tidak terlatih dan kemudian dapat menyebabkan kesalahan dalam operasional. Selain faktor SDM, gangguan teknis atau infrastruktur juga bagian dari risiko operasional seperti gangguan pada sistem komputer, database, atau perangkat lainnya kemudian dapat mengganggu operasional

Di era digitalisasi seperti saat ini, risiko operasional yang paling mungkin terjadi yakni risiko keamanan seperti kehilangan data atau informasi penting dan ketidakmampuan untuk kemudian melindungi informasi penting. Sudah selayaknya pelaku bisnis memproteksi dengan baik terkait dengan keamanan dari system perusahaan.  

3. Risiko Hukum dan Kepatuhan

Risiko lainnya yang kemudian dapat ditimbulkan ialah risiko hukum dan kepatuhan, dimana perubahan dalam peraturan atau kebijakan pemerintah bisa berdampak pada cara bisnis dijalankan, mempengaruhi biaya atau kepatuhan. Disisi lain risiko terkait dengan tuntutan hukum dari pihak eksternal, kontrak yang tidak jelas, atau pelanggaran hukum dalam bisnis masih menjadi ancaman dalam kelangsungan bisnis perusahaan. Risiko hukum yang mungkin terjadi, diantaranya pelanggaran kontrak, hak kekayaan intelektual, sengketa hukum dan dan kemudian ketidaksesuaian hukum. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatisipasi risiko hukum dan kepatuhan, antara lain :

  1. Melibatkan tim hukum atau konsultan hukum untuk kemudian memberikan panduan dan nasihat terkait kepatuhan dan risiko hukum.
  2. Melakukan audit terkait kepatuhan untuk kemudian mengidentifikasi dan menangani ketidaksesuaian yang mungkin terjadi.
  3. Menerapkan sistem pengawasan internal yang kuat untuk kemudian memastikan bahwa kebijakan dan prosedur diikuti dengan benar.
  4. Memantau perubahan regulasi atau hukum yang relevan dan kemudian menyesuaikan kebijakan dan prosedur bisnis sesuai kebutuhan.
BACA JUGA:  Apa Itu Sistemasi Bisnis dan Bagaimana Cara Menerapkannya?

Penulis: Nugraheni Taherawati, Consultant of D’Consulting Group


Tags

akuntansi, arus kas, bayar pajak, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, karyawan, kena pajak, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, lapor pajak, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, modal


You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top

SIAP KEMBANGKAN BISNIS!

Otomatisasi Bisnis dengan Metode PSF

Sudah bukan jamannya bisnis malah bikin stres..

Hari
Jam
Menit
Detik