Agustus 7

0 comments

9 Perusahaan Besar yang Bangkrut di Indonesia dan Penyebabnya yang Sering Dilakukan Pebisnis

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dilanda badai kebangkrutan yang amat tinggi. Ini meliputi startup hingga perusahaan besar yang sudah lama beroperasi. Kebangkrutan ini menjadi perhatian serius karena berdampak pada ekonomi dan tenaga kerja. Tidak sedikit perusahaan raksasa melakukan pemutusan kerja besar-besaran agar tidak bangkrut di Indonesia. Beberapa melakukan ini karena tidak melakukan pengelolaan keuangan dengan baik, akibat tidak menggunakan software akuntansi seperti Mekari Jurnal ataupun beberapa akibat lainnya.

Pada dasarnya terdapat faktor utama perusahaan di Indonesia gulung tikar, baik dari internal maupun eksternal. Informasi ini didapat dari analisa konsultan bisnis. Parahnya, penyebab kebangkrutan ini banyak dilakukan pebisnis secara tidak sadar. Nah, sebagai pembelajaran, berikut daftar perusahaan bangkrut di Indonesia dan penyebabnya yang sering dilakukan pebisnis.

Perusahaan Bangkrut di Indonesia yang Sudah Lama Beroperasi

Kebangkrutan perusahaan di Indonesia tidak hanya dialami bisnis kecil, tapi juga beberapa perusahaan besar yang lama beroperasi. Fenomena ini mengungkapkan betapa pentingnya manajemen dan adaptasi terhadap perubahan pasar. Berikut adalah daftar perusahaan bangkrut besar di Indonesia yang telah menyatakan bangkrut:

1. Toko Buku Gunung Agung

Toko Buku Gunung Agung, yang berdiri selama 70 tahun, tidak mampu bertahan di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan kebiasaan konsumen. Menurut beberapa analisa konsultan bisnis, mulai banyak pembaca yang beralih ke buku digital dan membeli buku secara online daripada datang ke toko fisik. Pandemi Covid-19 juga memperparah kondisi ini, menyebabkan toko buku legendaris ini akhirnya gulung tikar.

2. Airy Rooms

Perusahaan bangkrut di Indonesia selanjutnya adalah Airy Rooms, sebuah startup yang menawarkan layanan pemesanan hotel. Pada 31 Mei 2020, Airy Rooms resmi menghentikan operasinya akibat dampak pandemi Covid-19 yang menyebabkan penurunan bisnis dan berkurangnya SDM. Setelah melakukan PHK terhadap lebih dari 70 persen karyawannya April 2020, Airy Rooms dinyatakan sebagai perusahaan bangkrut di Indonesia mesi pernah bekerja sama dengan Traveloka sejak 2015.

3. Pegipegi

Selain Airy Room, Pegipegi, sebuah startup agen perjalanan online (OTA),  yang per 11 Desember 2023 dinyatakan bangkrut setelah beroperasi selama 12 tahun. Meskipun penyebab bangkrutnya Pegipegi tidak diumumkan secara resmi, banyak yang menduga bahwa persaingan ketat dengan layanan serupa seperti Traveloka, Tiket.com, dan Agoda menjadi faktor utamanya. Para pesaing tersebut menawarkan promo yang lebih menarik dan produk serta layanan yang lebih beragam.

4. HOOQ

HOOQ, platform streaming yang didirikan oleh Singtel, Sony Pictures Television, dan Warner Bros Entertainment pada 2015, juga masuk dalam daftar perusahaan bangkrut di Indonesia. Meskipun sempat bekerja sama dengan Telkomsel dan Grab, tetapi menurut analisa konsultan bisnis, HOOQ tak mampu bertahan di pasar Indonesia. Pada 30 April 2020, HOOQ memutuskan menghentikan operasinya karena sulit menutup biaya operasional dan kurangnya pendanaan dari investor.

5. Zenius

Selanjutnya adalah Zenius, startup di bidang pendidikan yang beroperasi selama 20 tahun, yang juga mengalami kesulitan operasional. Meskipun menerima pendanaan dari Northstar Group dan MDI Ventures, Zenius tetap tak mampu bertahan dan sedang dalam tahap diskusi untuk menjual perusahaan. Pada 2022, Zenius juga melakukan PHK terhadap sebagian karyawannya akibat perubahan kondisi makro ekonomi dan perilaku konsumen.

6. JD.ID

Anak usaha JD.com, perusahaan retail terbesar di Cina, yakni JD.ID, mengalami kebangkrutan di Indonesia. JD.ID resmi menghentikan operasionalnya pada 31 Maret 2023. Banyak spekulasi muncul akan alasan penutupannya. Salah satunya adalah kurangnya suntikan dana dan persaingan ketat dengan e-commerce lain seperti Tokopedia, Shopee, Lazada, dan Bukalapak yang sering menawarkan promo besar-besaran.

7. Tupperware

Perusahaan bangkrut di Indonesia lainnya adalah Tupperware. Ini perusahaan yang dikenal produk peralatan rumah tangga, juga menghadapi ancaman kebangkrutan. Menurut beberapa konsultan bisnis, Model bisnis MLM (Multi Level Marketing) yang dipakai Tupperware memang dahulu terlihat eksklusif, sayangnya kini menghadapi banyak kelemahan. Dengan harga yang tinggi dan eksposur yang kurang, banyak konsumen beralih ke produk yang lebih murah melalui saluran pembelanjaan online. Pada 2022, penjualan bersih Tupperware turun 18 persen dan kerugian operasional mencapai 28,4 juta dolar AS, memaksa perusahaan melakukan PHK dan mencari cara untuk kembali bangkit.

8. Fabelio

Fabelio, startup di bidang penjualan jasa desain interior dan furniture, dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Oktober 2022. Meskipun pernah memperoleh pendanaan hingga Rp300 miliar pada 2020 dan mendapat pujian dari Forbes, pandemi COVID-19 memaksa Fabelio menutup toko offline dan mengalami penurunan penjualan. Kondisi keuangan yang memburuk menyebabkan mereka menunggak gaji karyawan dan pembayaran vendor.

9. Elevenia

Selanjutnya adalah Elevenia, platform e-commerce yang merupakan salah satu marketplace di Indonesia, resmi menghentikan operasionalnya pada 1 Desember 2022. Sebagai bagian dari PT XL Planet, sebuah perusahaan patungan antara PT XL Axiata Tbk dan SK Planet dari Korea Selatan, Elevenia beroperasi selama 8 tahun di pasar Indonesia. Penutupan layanan ini menandai akhir perjalanan perusahaan dalam industri e-commerce lokal, yang mengalami tantangan berat dalam bersaing dengan pemain besar lainnya di pasar. 

Konsultasi Sekarang!

Penyebab Bisnis Bangkrut yang Sering Dilakukan Pebisnis

Terdapat berbagai faktor yang dapat menyebabkan kebangkrutan perusahaan, namun yang paling umum adalah masalah keuangan. Dengan begitu, perusahaan tidak bisa melanjutkan produksi. Nah, berikut beberapa penyebab bisnis bangkrut yang sering dilakukan pebisnis menurut konsultan bisnis profesional, D’Consulting.

1. Masalah Keuangan yang Kronis

Salah satu penyebab dari kebangkrutan perusahaan adalah masalah keuangan yang kronis. Ini terjadi karena akumulasi utang yang tidak terkendali atau penurunan penjualan signifikan. Tanpa manajemen keuangan yang baik, perusahaan mungkin kesulitan untuk memenuhi kewajiban utangnya dan akhirnya tidak mampu bertahan. Konsultan bisnis dapat memberikan analisis keuangan mendalam dan strategi untuk memperbaiki arus kas serta merestrukturisasi utang.

2. Manajemen yang Buruk

Manajemen yang buruk dapat menjadi penyebab utama kebangkrutan. Keputusan strategis yang tidak tepat, pengelolaan yang tidak efisien, atau konflik internal dapat menghambat pertumbuhan dan operasional bisnis. Untuk mengurai permasalahan ini, peran konsultan bisnis sangat penting. Pihak ini akan membantu dalam evaluasi memperbaiki struktur manajerial, serta mengimplementasikan praktik terbaik dalam manajemen.

3. Kurangnya Riset Pasar

Banyak bisnis yang mengalami kebangkrutan karena kurangnya riset pasar yang memadai. Memahami tren pasar, kebutuhan pelanggan, dan posisi pesaing adalah kunci untuk sukses. Tanpa informasi yang akurat, perusahaan mungkin meluncurkan produk atau layanan yang tidak sesuai dengan permintaan pasar. Konsultan bisnis dapat membantu melakukan riset pasar yang komprehensif untuk mengidentifikasi peluang dan ancaman yang ada.

4. Inovasi yang Tidak Memadai

Perusahaan yang gagal berinovasi cenderung tertinggal di belakang pesaing yang lebih adaptif. Dalam dunia bisnis yang terus berubah, ketidakmampuan untuk beradaptasi dengan tren dan teknologi baru dapat mengakibatkan penurunan daya saing. Dalam mengatasi ini, biasanya D’Consulting akan memberi wawasan tentang tren industri terbaru dan membantu merancang strategi inovasi yang efektif.

5. Strategi Pemasaran yang Tidak Efektif

Strategi pemasaran yang tidak efektif dapat mengakibatkan penurunan penjualan dan berdampak negatif pada reputasi perusahaan. Kesalahan dalam menargetkan audiens yang tepat, penggunaan saluran pemasaran yang kurang optimal, atau promosi yang gagal bisa menyebabkan kerugian. Sebagai langkah penanganan, Anda perlu untuk menggunakan layanan konsultan bisnis. Pihak ini akan membantu dalam perancangan dan pelaksanaan strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran.

Rekomendasi Konsultan Bisnis Terbaik

Jika Anda mencari rekomendasi konsultan bisnis terbaik, D’Consulting adalah pilihan tepat. Dengan pengalaman menangani permasalahan  lebih dari 450 perusahaan, konsultan bisnis ini siap membantu perusahaan Anda menghadapi berbagai tantangan bisnis. D’Consulting memiliki berbagai penawaranan dan layanan  bisnis cermat dan tepat sasaran, menjadikan mereka mitra andal dalam mengoptimalkan performa bisnis Anda. 

Bersama D’Consulting, Anda tidak perlu menghadapi tantangan bisnis sendirian. Bergabunglah dengan lebih dari 450 perusahaan yang telah kami bantu di seluruh Indonesia dan temukan solusi terbaik untuk mengoptimalkan bisnis Anda. 

Mengapa Harus Menggunakan Konsultan Bisnis D’Consulting

D’Consulting hadir sebagai konsultan bisnis terbaik yang memiliki tim konsultan dengan jam terbang tinggi. Tim konsultan D’Consulting berpengalaman menangani berbagai macam bisnis hingga mencapai 450 perusahaan. 

Tim ahli D’Consulting selalu siap memberikan solusi yang tepat sasaran, membantu Anda meningkatkan efisiensi operasional dan mengoptimalkan strategi bisnis. Selain itu, layanan konsultasi yang ditawarkan D’Consulting bersifat komprehensif dan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik perusahaan. Dengan D’Consulting, Anda tidak hanya mendapatkan solusi bisnis inovatif tetapi juga mitra yang andal dalam meraih kesuksesan jangka panjang. Untuk informasi lengkap, klik tombol di bawah ini!

Klik disini!


Tags

akuntansi, arus kas, bayar pajak, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, kantor akuntan publik, kantor akuntan publik jakarta, kantor akuntan publik surabaya, karyawan, kena pajak, konsultan bisnis, konsultan keuangan, konsultan manajemen, konsultan pajak, konsultan pajak jakarta, konsultan pajak surabaya


You may also like

Tax Planning Akhir Tahun 2026: 5 Pengeluaran yang Bisa Dibiayakan untuk Tekan PPh Badan, Ini Syarat DJP

Tax Planning Akhir Tahun 2026: 5 Pengeluaran yang Bisa Dibiayakan untuk Tekan PPh Badan, Ini Syarat DJP

3 Kesalahan Tax Planning Akhir Tahun yang Bikin Perusahaan Kehilangan Rp500 Juta, Begini Cara Menghindarinya

3 Kesalahan Tax Planning Akhir Tahun yang Bikin Perusahaan Kehilangan Rp500 Juta, Begini Cara Menghindarinya
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like