Agustus 31

0 comments

Wajib Pajak Harus Tahu! Apa Saja Yang Termasuk Pajak Langsung

Di Indonesia, perpajakan terkelompokkan menjadi langsung dan tidak langsung. Apa itu perpajakan langsung dan jenis perpajakan apa saja yang termasuk pajak langsung? Anda dapat menemukan penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Pengertian Pajak Langsung

Wajib Pajak Harus Tahu! Apa Saja Yang Termasuk Pajak Langsung

Pajak Langsung adalah pungutan perpajakan yang menjadi beban penanggung, dan tidak dapat terbebankan atau teralihkan kepada pihak lain. Jika meninjau dari proses pembayarannya, perpajakan ini memiliki sifat pungutan yang teratur dan berlangsung secara berkala.

Hal ini dapat berlangsung sepanjang Wajib Pajak dapat memenuhi unsur-unsur sesuai dengan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku.

Macam-Macam Pajak Langsung

Perlu Anda ketahui, perpajakan langsung dan tidak langsung merupakan pengelompokan jenis perpajakan berdasarkan golongan atau cara pemungutannya. Jenis perpajakan yang termasuk dalam kategori tidak langsung adalah pajak pertambahan nilai (PPN), perpajakan ekspor, dan perpajakan bea masuk.

Sedangkan jenis perpajakan langsung meliputi perpajakan kendaraan bermotor, bumi dan bangunan (PBB), dan penghasilan.

Selain kategori ini, ada dua jenis pengelompokan lainnya. Pertama, berdasarkan sifatnya, terbagi menjadi dua jenis, yaitu subjektif dan objektif. Jenis perpajakan ini biasanya terkaitkan dengan perlu atau tidaknya melihat keadaan atau status penanggung.

Kedua, berdasarkan siapa yang melakukan pemungutan dan pengelolaan perpajakan. Berdasarkan ketentuan ini, perpajakan terklasifikasikan menjadi dua, yaitu pusat dan daerah.

Selain memperhatikan siapa yang memungut perpajakan, pengelompokan ini juga berkaitan dengan peruntukan atau penerima pungutan/dana perpajakan.

Contoh-Contoh Pajak Langsung

Seperti yang sudah ada di atas, ada beberapa contoh perpajakan langsung yang mungkin sudah Anda ketahui atau setidaknya pernah Anda dengar. Agar lebih memahami secara detail, berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing contoh perpajakan di atas.

1. Pajak Bumi dan Bangunan

Jenis yang pertama adalah Pajak Bumi dan Bangunan. Di Indonesia, perpajakan ini telah ada dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1985 yang telah berubah dan menyesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1994.

BACA JUGA:  Perhitungan PPh 21 Jika Kerja di 2 Perusahaan Berbeda

Pengenaan perpajakan langsung khususnya Pajak Bumi dan Bangunan berdasarkan pada Nilai Jual Objek Pajak yang nilainya menyesuaikan dengan pasar per daerah.

Hal ini membuat besarnya perpajakan selalu berubah setiap tahunnya. Untuk setiap perubahan besaran perpajakan, informasinya akan tersosialisasikan melalui Surat Pemberitahuan.

Pajak Bumi dan Bangunan ini berlaku untuk orang pribadi atau orang pribadi dan badan. Kedua jenis wajib pajak tersebut sama-sama memiliki hak atas tanah, sekaligus kuasa atas bangunan.

Jenis tanah dan bangunan yang terkena Pajak Bumi dan Bangunan seperti rumah ibadah, panti asuhan, sekolah, hutan lindung, serta tempat pemakaman. Untuk pelunasan perpajakan jenis ini paling lambat 6 bulan setelah Wajib Pajak menerima Surat Pemberitahuan Terutang. Anda dapat menggunakan ATM atau layanan pendapatan terdekat.

2. Pajak Penghasilan (PPh)

Subjek perpajakan ini adalah wajib perpajakan yang menerima atau memperoleh penghasilan dalam jumlah tertentu.

Biasanya penghitungan perpajakan berlangsung selama satu tahun. Termasuk dalam jenis wajib perpajakan ini adalah orang pribadi dengan PKP dan badan/perusahaan yang memiliki izin usaha yang sah, seperti koperasi, CV, PT, BUMD, dan BUMN.

Pendapatan mengacu pada kapasitas ekonomi tambahan yang masuk oleh wajib perpajakan. Kemudian pendapatan tersebut terpakai untuk meningkatkan kekayaan dan konsumsi penanggung yang bersangkutan.

Perpajakan ini juga memiliki beberapa jenis, yaitu PPh Pasal 21, Pasal 22, Pasal 23, Pasal 24, Pasal 25, dan Pasal 26. Tata cara pembayaran dan pelaporannya juga berbeda-beda sesuai dengan jenis yang wajib perpajakan kena.

3. Pajak Kendaraan Bermotor

Pajak Kendaraan Bermotor juga termasuk dalam jenis perpajakan langsung. Perpajakan ini berlaku kepada setiap orang yang memiliki kendaraan roda dua atau lebih. Tarifnya sendiri telah ada dalam Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2001.

BACA JUGA:  Pelaporan Pajak Untuk Anda Yang Usaha Online Shop

Wajib Pajak yang mendapatkan pungutan ini adalah pemilik semu kendaraan bermotor, baik orang pribadi maupun yang berbentuk badan atau perusahaan.

Untuk menentukan besarnya retribusi melihat dari nilai jual kendaraan bermotor yang bersangkutan. Selain itu menambah pula dengan perhitungan berat dan dampak penggunaan kendaraan berdasarkan tingkat pencemaran atau kerusakan jalan. Pembayaran perpajakan ini berlaku dalam Sistem Administrasi Manunggal Terpadu Satu Pintu.

Keberadaan Perpajakan Sangat Penting Bagi Suatu Negara

Adanya pungutan perpajakan di suatu negara, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota akan sangat bermanfaat bagi pembangunan suatu daerah.

Retribusi perpajakan yang dilakukan oleh pemerintah dapat digunakan untuk membiayai berbagai sarana dan prasarana bagi masyarakat.

Untuk itu sangat penting bagi masyarakat untuk patuh dalam membayar semua perpajakan yang telah dibebankan untuk membantu pembangunan daerah tempat tinggalnya.


Tags

bayar pajak, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, karyawan, kena pajak, keuangan, keuntungan, kuliner, lapor pajak, mengatur keuangan, modal, online, pajak, pajak bisnis online, pajak dokter, pajak hotel, pajak makelar, pajak penghasilan


You may also like

Ukur Kinerja Karyawan Dengan Metode Balanced Scorecard

Ukur Kinerja Karyawan Dengan Metode Balanced Scorecard

Desainer Wajib Tahu Ini! Pajak Yang Dikenakan Pada Desainer

Desainer Wajib Tahu Ini! Pajak Yang Dikenakan Pada Desainer
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top

WORKSHOP MARKETING SYSTEM

4 Formula Menentukan Strategi Marketing yang Tepat di Bisnis untuk Tetap Berkembang di Masa Sulit

Hari
Jam
Menit
Detik