Oktober 22

0 comments

Trik Jitu Membuat Laporan Laba Rugi bagi Penjual E Commerce

Laporan laba rugi merupakan komponen terpenting dalam mengetahui perkembangan usaha di berbagai sektor usaha salah satunya E Commerce

Laporan ini merupakan tujuan utama untuk mengetahui besarnya keuntungan atau kerugian dalam suatu periode tertentu.

Meski begitu, masih banyak pelaku usaha yang belum memahami cara membuat laporan laba rugi yang ideal.

Laporan laba rugi digunakan oleh perusahaan besar dan kecil, termasuk penjual di e-commerce.

Pencatatan keuntungan dan kerugian bagi penjual di platform e-commerce berfungsi untuk memantau keuntungan dan kerugian finansial selama kegiatan penjualan produk.

Dalam laporan laba rugi, biasanya berisi dan merangkum penjualan, pendapatan, dan biaya yang dikeluarkan oleh penjual selama menjalankan bisnisnya di e-commerce.

Laporan laba rugi merupakan laporan awal yang paling sederhana karena memerlukan data yang lebih sederhana dibandingkan dengan laporan neraca dan laporan arus kas yang lebih kompleks.

e commerce

Komponen Laba Rugi Sederhana E Commerce

Laporan berguna untuk memantau pendapatan dan pengeluaran penjual dalam menjalankan usahanya.

Pelaporan tidak lepas dari komponen utama yang menyertainya.

Komponen-komponen untuk membuat laporan laba rugi sederhana termasuk laporan laba rugi toko online untuk penjual di e-commerce adalah sebagai berikut:

A. Pedapatan

Penghasilan yang diperhitungkan sebagai komponen laporan laba rugi adalah penghasilan yang diperoleh dari kegiatan usaha operasional dan non-operasional.

Contoh pendapatan dari aktivitas operasi adalah keuntungan dari produksi, penjualan, dan pemasaran produk.

Sedangkan pendapatan non operasional berasal dari kegiatan jual beli di luar, seperti bunga dari modal usaha di bank, persewaan properti bisnis, dan kemitraan strategis.

B. Harga Pokok Penjualan

Harga pokok penjualan adalah jumlah pengeluaran dan biaya pokok yang di keluarkan untuk memproduksi barang dan/atau jasa di tempat di mana barang tersebut dapat di jual atau di gunakan.

BACA JUGA:  Pentingnya Nomor Akun Akuntansi Perusahaan Dagang Untuk Anda

Salah satu contohnya adalah biaya pembelian persediaan barang yang akan di jual.

C. Laba Kotor

Laba kotor adalah seluruh laba dari total pendapatan yang telah di kurangi dengan harga pokok penjualan.

Biasanya di gunakan sebagai tolak ukur untuk menentukan apakah penjual perlu menaikkan harga jual atau mengurangi harga pokok penjualan.

Perhitungan laba kotor tidak termasuk pemotongan pajak dan tambahan bunga.

Komponen ini juga penting dalam laporan laba rugi toko online untuk penjual di e-commerce.

D. Biaya Operasional

Biaya operasional adalah semua pengeluaran dan biaya di luar harga pokok penjualan.

Contoh biaya operasional penjual di e-commerce adalah biaya iklan, biaya foto produk, dan gaji karyawan jika ada.

E. Laba Bersih

Laba bersih di peroleh dari jumlah total pendapatan dan laba kemudian di kurangi harga pokok penjualan dan biaya pajak.

Hal inilah yang menjadi sumber pendapatan bagi penjual.

F. Kerugian

Kerugiannya di sini adalah biaya yang mungkin di keluarkan untuk hal-hal selain bisnis utama.

Misalnya, biaya yang di gunakan untuk penjualan aset yang menurun atau merugi, biaya tuntutan hukum, dan biaya tak terduga lainnya.

Dengan membuat laporan laba rugi toko online untuk penjual di e-commerce, Anda akan tahu apakah Anda rugi atau untung.

Laporan Laba Rugi Bagi Penjual

Setelah mengetahui komponen utama dalam membuat laporan laba rugi sederhana, tenaga penjual harus memahami cara yang ideal untuk menyusun laporan laba rugi.

Berikut cara membuat laporan laba rugi sederhana.

1. Buatlah jurnal transaksi dengan menggunakan data-data seperti pendapatan, harga pokok penjualan, biaya operasional, dan sebagainya.

2. Daftar semua aktivitas transaksi dalam buku besar.
Membuat laporan neraca saldo dan menyusun kertas kerja atau lembar kerja.

BACA JUGA:  NPWP Adalah Identitas Wajib Pajak, Simak Apa Kegunaannya!

3. Catat semua saldo di akun pendapatan dari penjualan produk di e-commerce dan pengeluaran di kolom untung rugi.

4. Pahami format yang di sajikan. Tuliskan identitas penjual atau nama toko, jenis laporan laba rugi, dan periode di atas laporan.

5. Kemudian buat daftar tiga komponen utama, yaitu total pendapatan, total harga pokok penjualan, dan laba atau rugi. Ketiga komponen ini merupakan inti dari laporan laba rugi yang harus di sajikan.

6. Data pendapatan dan harga pokok penjualan di kutip dari kertas kerja pada kolom laba rugi. Sedangkan komponen untung rugi adalah selisih antara total pendapatan dengan total harga pokok penjualan.

7. Jika total pendapatan lebih besar dari harga pokok penjualan, keuntungan terjadi. Sebaliknya, jika total pendapatan tidak lebih besar dari harga pokok penjualan, maka terjadi kerugian.

Itulah beberapa tips cara membuat laporan laba rugi untuk bisnis toko online atau e-commerce.

Semoga informasi di atas dapat membantu Anda!


Tags

akuntansi, arus kas, bayar pajak, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, karyawan, kena pajak, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, lapor pajak, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, modal


You may also like

5 Rekomendasi Aplikasi Pencatatan Keuangan Usaha

5 Rekomendasi Aplikasi Pencatatan Keuangan Usaha

3 Cara Membuat Standar Operasional Prosedur Perusahaan yang Ideal

3 Cara Membuat Standar Operasional Prosedur Perusahaan yang Ideal
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top