Maret 2

0 comments

Tips Meningkatkan Produktifitas Kerja Selama WFH

Apa itu WFH? WFH adalah singkatan dari work from home yang artinya bekerja dari rumah.

Jika Anda seorang karyawan yang bekerja dari rumah, Anda akan terhindar dari kemacetan lalu lintas yang membuat stres atau transportasi umum yang penuh sesak dan mungkin Anda juga akan mengenakan piyama sepanjang hari di tempat kerja.

Mengapa Anda harus bekerja dari rumah? Mungkin ada situasi seperti bencana alam, wabah penyakit atau hal-hal yang berkaitan dengan sifat pribadi seorang karyawan yang mengharuskan karyawan bekerja dari rumah atau dikenal dengan istilah WFH.

wfh

Apa itu WFH?

WFH adalah singkatan dari work from home yang artinya bekerja dari rumah. Secara umum, work from home biasanya diartikan sebagai cara karyawan bekerja di luar kantor.

Baik dari rumah, dari kafe atau restoran sesuai keinginan karyawan. Sistem kerja WFH memang memiliki fleksibilitas yang tinggi. Hal ini untuk mendukung keseimbangan karyawan antara pekerjaan dan kehidupan.

Namun nyatanya kini WFH menjadi solusi karena adanya wabah virus corona. Hal ini untuk mengurangi risiko penularan virus corona dan keselamatan karyawan.

Kelebihan Work From Home (WFH)

Menghemat Biaya Pengeluaran bagi Karyawan

Bagi karyawan, WFH dapat menghemat biaya makan dan transportasi yang harus dikeluarkan, serta bagi perusahaan yang dapat mengatur anggaran dengan lebih hemat.

Berbeda halnya jika pergi ke kantor. Walaupun mendapatkan biaya transportasi dan makan dari kantor, namun biasanya dengan keluar rumah, godaan untuk membeli makanan di restoran tertentu membuat biaya yang dikeluarkan melebihi anggaran yang telah ditetapkan.

Fleksibel

WFH memang membuat karyawan lebih fleksibel dan bisa menentukan mau bekerja jam berapa. Pasalnya, setiap orang memiliki jam produktif yang berbeda satu sama lain.

Jam kerja karyawan tidak lagi terikat pada sistem jam 8-5 atau 9-6. Posisi duduk, pakaian dan jam makan bisa diatur sesuai keinginan.

Mendekatkan Diri Kepada Keluarga

Bekerja dari rumah tentu akan sangat menguntungkan seseorang yang sudah berkeluarga. Moment to moment bersama keluarga akan didapatkan seiring berjalannya waktu. Meski begitu, Anda tetap harus membatasi pekerjaan dan keluarga di rumah.

BACA JUGA:  6 Ide Usaha Online Yang Menguntungkan Di Tahun 2022

Kekurangan Work From Home (WFH)

Sedangkan WFH yang adalah singkatan dari work from home juga memiliki beberapa kekurangan, apa saja itu?

Terganggu Keluarga

Tak bisa dipungkiri, kedekatan Anda dengan keluarga juga bisa berujung menjadi gangguan. Apalagi jika Anda sudah memiliki anak. Anda tidak bisa mengabaikan mereka begitu saja. Batasan yang Anda lewati dapat menyebabkan Anda meninggalkan pekerjaan Anda.

Jam Kerja Tidak Teratur

Sistem WFH fleksibel, tetapi jika Anda terlalu fleksibel, Anda tidak akan memiliki jam kerja terbatas yang seharusnya.

Anda dapat terlalu mementingkan pekerjaan sepanjang hari Anda 24/7 atau Anda mungkin mengabaikan pekerjaan Anda dan menundanya terus-menerus.

Kurang Termotivasi

Bagi sebagian orang, melihat bagaimana orang lain bekerja di kantor menjadi motivasi tersendiri.

Lingkungan dengan situasi persaingan di kantor juga menjadi acuan sebagian orang untuk terus maju.

Cara bekerja sendirian dari rumah ini cenderung membuat Anda tidak termotivasi dan kurang kompetitif.

Tips Solutif Agar WFH Tetap Produktif

Tapi, bagaimana WFH bisa membuatmu tetap produktif? Apakah itu berarti beban kerja Anda saat WFH tetap sama dengan saat Anda bekerja di kantor?

Cara memastikan hal-hal tersebut memang berbeda antara satu orang dengan orang lainnya.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diingat oleh setiap karyawan WFH agar tetap fokus dan memisahkan pekerjaan rumah tangga dari pekerjaan, apa saja?

Memiliki Ruang Kerja Saat WFH

Ruang kerja ini tidak harus berupa kantor yang memiliki pintu khusus di dalam rumah.

Anda hanya perlu memiliki ruang kerja yang menempatkan Anda secara fisik dan kemudian mental ke dalam mode kerja.

Misalnya, Anda bisa meletakkan meja dan kursi kecil di sudut ruang tamu untuk menjauhkannya dari sofa yang bisa membuat Anda malas.

Atau bisa juga bekerja di ujung meja makan agar tetap bisa bekerja sambil ngemil makanan.

Idealnya, hindari tempat-tempat di mana Anda bisa bersantai. Misalnya seperti kamar tidur atau sofa kesayangan.

Cobalah beberapa tempat di area rumah Anda untuk menemukan posisi ruangan yang paling nyaman dan kemudian paling produktif bagi Anda untuk menyelesaikan pekerjaan.

BACA JUGA:  5 Langkah Efektif Membuat Standar Operasional Prosedur (SOP)

Menetapkan Konsistensi Kerja

Ini adalah bagian tersulit bagi sebagian orang saat beradaptasi bekerja dari rumah.

Dengan media sosial yang memungkinkan Anda dan atasan atau klien menghubungi Anda 24/7.

Usahakan bekerja sesuai dengan jam kerja di kantor, misalnya jika Anda berada di kantor dari pukul 09.00 – 18.00, maka lakukanlah jam yang sama saat Anda WFH.

Jadwalkan juga jam istirahat yang sama seperti yang Anda lakukan di tempat kerja jika memungkinkan.

Idealnya, Anda harus mencoba menyisihkan waktu istirahat untuk kemudian minum kopi atau berjalan-jalan di halaman rumah.

Sehingga Anda tidak akan stres karena terlalu lama berdiam diri.

Jika tidak memungkinkan untuk keluar rumah,

Anda bisa melakukan hobi seperti menonton film atau memasak makanan favorit Anda.

Bagi sebagian karyawan, work from home ini membuat karyawan tersebut merasa terisolasi. Kemudian cobalah untuk berinteraksi dengan rekan kerja secara teratur.

Tanyakan kabar mereka atau katakan saja “Halo!” dan “Selamat pagi.” Kemudian saat berangkat kerja pagi.

Anda juga dapat mengadakan pertemuan dengan aplikasi untuk menjaga jalur komunikasi tetap terkendali.

Tidak peduli bagaimana Anda terhubung, kemudian jangan biarkan email menjadi satu-satunya cara Anda berinteraksi dengan rekan kerja.

Pada akhirnya, cobalah untuk mengakhiri pekerjaan Anda pada waktu yang sama setiap hari.

Tentunya, memang ada kalanya suatu pekerjaan menjadi terlambat karena di luar jam kerja.

Namun jangan memaksakan diri, Anda tetap harus membalas email kantor yang masuk pada pukul 10.00 malam. Keesokan harinya.

Berpakaian Rapi

Memang, mungkin terlihat aneh saat Anda bekerja dari rumah tetapi berpakaian seperti pergi ke kantor.

Idealnya, saat berada di rumah, kemudian Anda pasti ingin mengenakan piyama atau pakaian santai.

Namun, untuk menjaga rutinitas dan produktivitas, usahakan berpakaian rapi di waktu yang Anda sisihkan untuk bekerja.

Ini akan membantu Anda tetap merasa seperti sedang bekerja. Kemudian apalagi jika Anda harus melakukan video call dengan atasan atau klien Anda.

Memahami Kondisi Tubuh

Anda harus tahu bagaimana tubuh Anda merasa nyaman saat bekerja. Misalnya, Anda bisa membeli kursi yang nyaman untuk bekerja.

BACA JUGA:  Pengelolaan Barang Sisa Proyek Pada Perusahaan Kontraktor

Meskipun ini terkesan berlebihan atau mahal, bukankah sulit bekerja dengan sakit punggung karena tidak nyaman?

Luangkan juga waktu untuk bangun dari kursi Anda dan regangkan kaki dan lengan Anda dan pastikan ruang kerja memiliki penerangan yang baik sehingga tidak mengganggu penglihatan Anda.

Menurut The American of Ophthalmology, ada aturan 20-20-20, yaitu 20 menit tanpa melihat layar komputer, lalu fokuskan pandangan Anda pada sesuatu yang berjarak 20 kaki dari Anda selama 20 detik.

Tingkatkan Fokus

Pastikan semua orang di keluarga Anda tahu bahwa saat Anda bekerja, kemudian Anda tidak ingin menyelesaikan pertengkaran anak-anak.

Di sinilah ruang kerja masuk, kemudian Anda dapat diisolasi dari area umum keluarga. Anda juga dapat memiliki earphone agar anggota keluarga Anda tahu bahwa Anda tidak dapat diganggu dan tidak dapat mengobrol selama jam kerja.

Jika memang Anda sudah memiliki anak, biasakan melakukan hal yang sama saat Anda bekerja di kantor. Jangan biarkan diri Anda terlena untuk mengubah kebiasaan bersama anak saat kemudian sudah WFH.

Selain menurunkan produktivitas, hal ini juga akan menurunkan kinerja Anda terhadap perusahaan dan justru bisa berakibat lebih fatal bagi kehidupan anak di masa depan.

Dapatkan Peralatan Yang Di Butuhkan

Anda telah menerima saran tentang berbagai alat tambahan seperti meja, kursi, dan kemudian earphone untuk bekerja dari rumah.

Anda juga bisa mengajukan peralatan yang menurut Anda bisa menjadi investasi perusahaan.

Misalnya laptop, mouse, keyboard tambahan dan aplikasi penggajian, hingga aplikasi keuangan.

Penggunaan teknologi memang semakin mendukung cara kerja WFH. Selain laptop atau mouse, Google Hangout atau Zoom juga bisa digunakan untuk meeting dengan atasan atau rekan kerja atau berkomunikasi dengan klien.

Anda juga harus memastikan bahwa Anda memiliki jaringan internet yang baik, jangan sampai pertemuan Anda terganggu karena jaringan yang macet.

Kemudian jika Anda seorang pemilik bisnis, akuntan atau Anda memegang pembukuan bisnis, Anda bisa mulai beralih dari cara manual ke cara digital.


Tags

akuntansi, arus kas, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, karyawan, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, modal, online, peluang, promosi


You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top

SIAP KEMBANGKAN BISNIS!

Otomatisasi Bisnis dengan Metode PSF

Sudah bukan jamannya bisnis malah bikin stres..

Hari
Jam
Menit
Detik