Mei 7

0 comments

Tips Mengubah Bisnis Apapun Agar Bisa Punya Untung Besar

Menentukan jenis usaha yang cocok untuk pemula memang menjadi pertimbangan penting. Anda harus membuat dua pilihan dalam hidup, pertama menjadi pekerja, dan kedua menjadi pengusaha. Terkadang beberapa orang sudah siap memulai bisnis dengan harapan bisa punya untung besar. Namun banyak alasan untuk memulainya, dan salah satunya masih bingung tentang usaha yang cocok untuk pemula.

Harus mempertimbangkan dengan cermat bagaimana menentukan jenis usaha yang cocok untuk pemula. Salah satu yang sering terlintas di benak Anda adalah jenis usaha yang cocok untuk pemula? Selain itu, Anda mungkin masih memikirkan banyak pertanyaan, terutama bagi para pemula.

Tahun demi tahun, peluang usaha semakin meningkat. Kalaupun banyak orang memasuki dunia usaha, bagi Anda yang masih pemula akan selalu ada peluang. Salah satu kendala yang membuat orang banyak bergerak dalam usaha adalah memilih usaha yang tepat.

Padahal pada dasarnya semua usaha itu berpeluang bagus. Jenis usaha hanya sebagian kecil menjadi penyebab usaha merugi. Untung atau rugi suatu usaha tergantung dari pemilik usaha dalam mengelolanya. Jika pengelolaannya saja sudah buruk, bagaimana usaha itu akan berjalan hingga mendapatkan keuntungan? Tentu tidak akan bisa beroperasi.

Lalu bagaimana membentuk jenis usaha yang kita bangun agar menjadi usaha yang menguntungkan?

Ada 2 pilar utama yang menjadi pegangan sejak dulu hingga kini di dunia usaha agar bisa sukses, yakni usaha yang memiliki goal dan bisa autopilot. Sekilas terlihat sederhana, tapi untuk mencapai itu semua butuh proses yang cukup panjang. Simak penjelasannya berikut ini.

1. Memiliki goal yang tepat

Bagi yang ingin memulai usaha pasti memiliki tujuan perusahaan jangka panjang dan jangka pendek. Seperti kapten tanpa kompas, seperti perusahaan tanpa tujuan. Dengan menetapkan tujuan perusahaan yang tepat, Anda tidak akan tersesat.

Tujuan itu sendiri terbagi menjadi dua, yaitu tujuan jangka panjang (long-term goals) dan jangka pendek (short-term goals). Visi perusahaan memiliki tujuan jangka panjang, dan visi jangka panjang memiliki masa kerja 10 hingga 20 tahun. Sedangkan tujuan jangka pendek diturunkan dari visi perusahaan berupa tujuan yang harus dicapai dalam waktu yang relatif singkat (biasanya antara tiga sampai lima tahun).

Visi juga menjadi sarana bagi perusahaan untuk mencapai tujuan sebagai berikut:

  • Komunikasikan alasan keberadaan perusahaan berdasarkan tujuan dan tanggung jawab utama perusahaan.
  • Menunjukkan kerangka hubungan antara perusahaan dan pemangku kepentingannya.
  • Menyatakan sasaran utama untuk meningkatkan dan mengembangkan kinerja perusahaan
  • Menjadi acuan yang digunakan untuk mempersatukan seluruh pihak yang terlibat di dalam perusahaan

Dengan seperangkat visi ini, langkah selanjutnya adalah mengubahnya menjadi serangkaian tugas yang lebih pendek

Misi ibarat kompas yang dapat memandu Anda untuk menemukan arah dan menunjukkan jalan yang benar untuk memulai bisnis Anda. Oleh karena itu rangkaian kalimat dalam misi harus di ungkapkan dalam satu bahasa dan janji, dan semua pihak yang terkait dapat memahami dan merasakan maknanya. Setiap pemikiran yang terkandung dalam misi pasti mengandung tujuan yang harus di capai, yang dapat di ukur secara kuantitatif. Misalnya: pangsa pasar, keuntungan, jumlah cabang, cakupan, dll.

Hal-hal yang perlu di perhatikan saat merumuskan misi meliputi:

  • Tunjukkan dengan jelas tujuan yang ingin di capai perusahaan dan area utama aktivitas perusahaan terkait.
  • Ini jelas berisi operasi yang harus dilakukan untuk mencapainya.
  • Mengundang masyarakat luas untuk berpartisipasi dalam pengembangan wilayah utama tempat perusahaan berpartisipasi.

2. Bisnis dapat berjalan secara Autopilot

Salah satu cara yang dapat dilakukan pedagang adalah dengan memperbaiki sistem bisnis dan menjadikannya sebagai sistem bisnis autopilot agar bisnis yang berjalan tidak tersendat di sana dan dapat menjadi area bisnis yang terus berkembang.

Lantas, bagaimana cara yang benar untuk membangun sistem bisnis autopilot?

Anda dapat membangun sistem bisnis dengan autopilot dalam beberapa langkah. Di sini, kami akan memperkenalkan informasi untuk Anda. Namun sebelumnya kita akan memahami terlebih dahulu apa itu bisnis autopilot, kemudian kita akan membahas langkah-langkah yang tepat untuk membangun sistem bisnis autopilot.

Jika Anda ingin belajar membangun sistem bisnis autopilot untuk menjadikan bisnis Anda perusahaan yang jangka panjang dan berkelanjutan, maka ada beberapa langkah tentang cara membangun sistem bisnis autopilot yang dapat di terapkan. Langkah-langkah dalam tahap pembuatan sistem bisnis autopilot adalah sebagai berikut:

a. Tahap penguasaan

Pada tahap ini, Anda harus terlebih dahulu memahami pengetahuan paling dasar tentang menguasai di semua bisnis, yaitu membuat kekacauan dan celah lebih terkendali.

Oleh karena itu, jika bagian atau bagian tertentu masih di luar kendali, cara yang terbaik adalah mencoba mengendalikannya semaksimal mungkin. Tujuan, waktu, keuangan, dan layanan dalam bisnis Anda perlu di kuasai.

b. Tahap marketing

Pada tahap ini, Anda mulai fokus pada area pemasaran usaha Anda. Anda harus tahu bahwa sukses tidaknya usaha di tentukan pada tahap pemasaran ini. Apakah pemasaran Anda benar-benar dapat menarik perhatian pasar atas produk yang Anda hasilkan atau produk yang tidak di produksi.

Jika Anda sudah mengetahui bagaimana cara memperoleh teknik pemasaran yang tepat, maka semua kendala dalam sistem bisnis akan teratasi, sehingga ketika produk yang di jual secara otomatis di pasarkan akan memberikan dampak yang sangat memuaskan.

c. Tahap memberikan pengaruh

Dengan cara ini, dampak terhadap usaha yang Anda jalankan sangat besar, dan sistem dapat berkembang menjadi sebuah bisnis yang autopilot, maka Anda perlu membangun sistem untuk setiap bagian usaha tersebut.

d. Tahap membangun team yang solid

Saat membangun tim dengan sistem bisnis autopilot, pasti ada sesuatu seperti tim inti. Beberapa pekerjaan tim inti di perusahaan Anda telah di sesuaikan dengan kemampuannya sehingga pada akhirnya Anda dapat berpartisipasi dalam pengembangan usaha Anda.

Tim inti biasanya mencakup dua aspek, yaitu tim produksi dan tim manajemen. Tim produksi penting dalam pencarian sumber produk, dan tim manajemen penting dalam pemasaran dan pengembangan usaha yang sudah mapan.

Agar Anda memiliki tim inti yang kuat, kemudian dari proses seleksi awal, Anda harus memastikan bahwa Anda memiliki bibit yang berkualitas tinggi agar delegasi dapat di yakinkan sepenuhnya dan menyerahkan usaha ke tim inti. Tanpa semua itu, bisnis autopilot tidak akan pernah berjalan.


Tags

akuntansi, arus kas, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, karyawan, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, modal, online, peluang, promosi


You may also like

Konsultan Bisnis Serang Terbaik

SOP Perawatan Peralatan Operasional di Perusahaan Kontraktor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top
Jakarta OfficeSurabaya OfficeInstagramFacebookYouTube