Agustus 6

0 comments

Tips Mengelola Kasbon Agar Keuangan Usaha Tetap Lancar

Kasbon atau hutang adalah salah satu tantangan yang terkadang tidak bisa dihindari, terutama saat menjalankan toko kelontong. Terkadang oleh sebagian pengusaha warung, kasbon malah dijadikan sebagai salah satu kelebihan dan daya tarik sehingga masyarakat menjadi pelanggan di warungnya. Hal ini sebenarnya tidak salah, namun diperlukan kebijakan dan trik yang terencana agar nantinya penerimaan kas tidak mempengaruhi kondisi keuangan warung dalam jumlah yang banyak.

kasbon

Tips Agar Tidak Rugi Saat Mengelola Kasbon

Tantangan bagi toko kelontong ini adalah untuk memudahkan pembeli, terutama yang berpenghasilan terbatas. Oleh karena itu, diperlukan cara tersendiri agar “fitur” tersebut tetap dapat digunakan oleh pelanggan, namun di satu sisi tidak merugikan Anda dalam jangka panjang. Berikut adalah tipsnya.

A. Menyusun Skema Jatah Kasbon

Pada dasarnya, Anda dapat memisahkan jumlah uang tunai dengan perhitungan sederhana. Langkah pertama adalah mengetahui pendapatan rata-rata warung dalam sebulan. Pisahkan modal dan keuntungan yang diperoleh pada bulan-bulan tersebut. Perbedaannya akan menjadi keuntungan/kerugian toko Anda.

Jika keuntungannya cukup besar dan bisa menopang kebutuhan sehari-hari, coba pisahkan sekitar 5 sampai 10%. Angka inilah yang dapat Anda gunakan untuk mengetahui berapa banyak uang tunai yang dapat Anda gunakan setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan konsumen Anda terlebih dahulu.

B. Menentukan Batas Maksimal

Setelah mendapatkan angka-angka di atas, kini Anda sudah mengetahui batas maksimal utang yang bisa terbagi. Langkah selanjutnya adalah menentukan jumlah maksimum uang tunai yang dapat menyalur kepada setiap pelanggan. Misalnya, Anda menetapkan jumlah maksimum untuk setiap pelanggan menjadi Rp 100.000.

Jangan memberikan jatah uang tunai di atas hanya untuk satu orang. Tetapkan juga kesepakatan dengan pelanggan, ketika kuota sudah habis mereka tidak bisa melewatinya dan harus segera membayar pembayaran tunai.

BACA JUGA:  Hitung Break Even Point (BEP) Agar Tahu Kapan Bisnis Untung

C. Tetapkan Tanggal Jatuh Tempo

Langkah ini merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Buatlah kesepakatan tentang tanggal jatuh tempo pembayaran tunai ini dan harus mendapatkan kesepakatan bersama. Jangan ragu untuk menagih saat waktunya dan jika pelanggan meminta pengabaian, berikan batas lagi. Jangan berulang kali meminta penundaan pembayaran.

D. Buat Daftar Barang yang Dapat di Kasbon

Untuk bisa meminimalisir kerugian, pilihlah barang yang bisa didiskon terlebih dahulu. Misalnya, memilih barang-barang yang memang sangat perlu untuk kebutuhan sehari-hari, seperti perlengkapan mandi, mencuci pakaian, atau perlengkapan dapur. Untuk sembako sebaiknya tidak memasukkan barang-barang tersebut karena barang-barang tersebut bergerak cepat dan frekuensi pembeliannya bisa lebih dari sekali dalam seminggu.

E. Buat Catatan Stok Barang

Setelah menentukan barang apa saja yang bisa didiskon, langkah selanjutnya adalah selalu memperhatikan stok barang tersebut. Hindari terjadinya stok barang yang kosong hanya karena kebutuhan semua uang tunai. Hal ini dapat berjalan untuk menghindari terjadinya pelanggan lain yang ingin membeli barang yang sama dengan uang tunai.

Meski bisa menambah keuntungan, namun sebaiknya tidak menerapkan sistem cash flow agar perhitungan cash flow tetap lancar. Namun, jika memang harus, ada baiknya Anda memperhatikan hal-hal di atas.

F. Pilih Pelanggan Yang Tepat

Sistem pembayaran tunai sebenarnya bisa membuat pelanggan lebih setia berbelanja di toko Anda. Tapi, jangan sampai kesetiaan membuatmu kalah. Saatnya memilih pelanggan! Jangan biarkan semua pelanggan toko Anda berutang kepada Anda. Anda harus pintar-pintar memilih pelanggan mana yang sudah membayar utang tepat waktu, mudah untuk bisa melakukan telefon, tidak ribet saat melakukan penagihan, dan memang sering berbelanja pada toko Anda.

G. memiliki Sikap Yang Tegas

Jika ada pelanggan yang datang berbelanja dan mencoba membuat kasbon, Anda harus tegas dan berani mengatakan tidak. Dengan memiliki sikap ini, itu pertanda bahwa Anda adalah orang yang memiliki dan menganut prinsip Anda sendiri. Mengatakan tidak tidak berarti Anda kaku dan tidak baik, tetapi itu demi kebaikan dan kemajuan toko Anda sendiri.

BACA JUGA:  Strategi Penjualan Masa Covid-19 Untuk Menjaga Keuangan Usaha

Tags

akuntansi, arus kas, bayar pajak, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, karyawan, kena pajak, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, lapor pajak, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, modal


You may also like

Ingin Penjualan Lancar? Ketahui Apa Itu Segmen Pasar!

Ingin Penjualan Lancar? Ketahui Apa Itu Segmen Pasar!

Usaha Bidang Keuangan? Wajib Tahu Apa Itu Otoritas Jasa Keuangan

Usaha Bidang Keuangan? Wajib Tahu Apa Itu Otoritas Jasa Keuangan
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top