Desember 30

0 comments

Tips Jitu Memahami Rasio Likuiditas Dengan Rumus Ini!

Bagaimana cara menghitung rasio likuiditas perusahaan dengan menggunakan rumus? Kenali juga apa saja jenis-jenis rasio likuiditas seperti current, quick dan cash ratio. Setiap perusahaan harus dapat memenuhi kewajiban keuangannya yang harus di penuhi.

Menurut S. Munawir dalam buku yang di tulisnya menjelaskan bahwa rasio likuiditas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya yang harus segera di penuhi, atau kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya pada saat di tagih.

Oleh karena itu, setiap perusahaan harus memahami rasio likuiditas dalam catatan keuangan perusahaan yang terdiri dari beberapa jenis yaitu rasio lancar, rasio cepat, dan rasio kas.

Untuk lebih jelasnya berikut akan di jelaskan cara menghitung rasio likuiditas dengan beberapa langkah.

rasio likuiditas

Apa itu Rasio Likuiditas?

Rasio likuiditas adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya atau membayar hutang jangka pendeknya.

Rasio ini dapat di gunakan untuk mengukur seberapa likuid suatu perusahaan.

Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban membayar utang jangka pendeknya yang harus segera di lunasi dengan menggunakan aktiva lancar seperti utang usaha, utang dividen, utang pajak, dan lain-lain.

Jika perusahaan dapat memenuhi kewajibannya berarti perusahaan tersebut likuid, sedangkan jika perusahaan tidak dapat memenuhi kewajibannya berarti perusahaan tersebut likuid.

Cara mengukur likuid atau tidaknya suatu perusahaan, Anda bisa membandingkan komponen-komponen dalam laporan keuangan neraca yaitu total aktiva lancar dengan total kewajiban lancar (utang jangka pendek).

Pengukuran ini dapat di lakukan untuk beberapa periode sehingga dapat di lihat perkembangan likuiditas perusahaan dari waktu ke waktu.

Biasanya perusahaan dengan tingkat likuiditas yang tinggi akan memiliki peluang yang lebih baik untuk mendapatkan berbagai dukungan dari banyak pihak, mulai dari lembaga keuangan, kreditur, dan pemasok.

Dengan mengetahui rasio likuiditas yang di miliki perusahaan, Anda bisa mendapatkan beberapa keuntungan seperti:

  • Mengantisipasi dana yang dibutuhkan saat ada kebutuhan yang mendesak.
  • Mempermudah nasabah (untuk lembaga keuangan atau bank) yang ingin melakukan penarikan dana.
  • Titik balik bagi suatu perusahaan untuk mendapatkan persetujuan investasi atau bisnis lain yang menguntungkan.
BACA JUGA:  Sering Salah Arti! Ini Apa Yang Dimaksud Dengan Distributor

Jenis-jenis Rasio Likuiditas dan Cara Menghitungnya

Nah, sampai di sini penasaran apakah perusahaan Anda memiliki likuiditas yang baik atau tidak?

Untuk menghitungnya, Anda bisa menggunakan rumus rasio likuiditas.

Perhitungan ini di bagi menjadi 4 jenis rasio likuiditas, apa saja itu?

Cara Menghitung Rasio Lancar (Current Ratio)

Rasio lancar merupakan cara menghitung rasio likuiditas yang paling sederhana di bandingkan dengan metode lainnya.

Perhitungan ini di maksudkan untuk mengetahui tingkat kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan aktiva lancar perusahaan lancar atau aktiva lancar.

Aset jenis ini merupakan aset yang dapat di tukarkan dengan uang tunai dalam waktu satu tahun.

Rumus perhitungan current ratio adalah sebagai berikut:

Rasio Lancar (Current Ratio) = Aset Lancar (Aset Lancar) / Liabilitas Lancar (Liabilitas Lancar)

Misalnya, sebuah perusahaan memiliki aktiva lancar sebesar Rp. 10.000.000 dan kewajiban lancar sebesar Rp. 5.000.000.

Jadi rasio lancar perusahaan adalah 10.000.000 : 5.000.000 = 2,0

Jika rasio lancar suatu perusahaan lebih dari 1,0 kali, maka perusahaan tersebut memiliki kemampuan yang baik untuk melunasi kewajibannya.

Karena rasio asetnya lebih besar daripada kewajiban yang di milikinya.

Namun, jika rasio lancar perusahaan di bawah 1,0 kali, maka kemampuannya melunasi utang masih di pertanyakan.

Selain itu, jika rasio lancar suatu perusahaan lebih dari 3,0, bukan berarti perusahaan tersebut dalam kondisi keuangan yang baik.

Bisa jadi perusahaan tidak mengalokasikan aset lancarnya secara optimal, tidak menggunakan aset lancarnya secara efisien, dan tidak mengelola modalnya dengan baik.

Cara Menghitung Rasio Cepat (Quick Ratio)

Quick ratio merupakan penjelasan lebih lanjut dari current ratio.

Perhitungan rasio cepat hanya menggunakan aktiva lancar yang paling likuid untuk dibandingkan dengan kewajiban lancar.

BACA JUGA:  Bagaimana Pengelolaan Utang Perusahaan agar Menjadi Aset

Persediaan tidak termasuk dalam perhitungan rasio cepat karena sulit untuk ditukarkan dengan uang tunai, sehingga rasio cepat jauh lebih ketat daripada rasio lancar.

Cara menghitung quick ratio yaitu rumus likuiditas :

Rasio cepat (quick ratio) = (Aset Lancar – Persediaan) / Liabilitas Lancar

Misalnya perusahaan Maju Jaya memiliki aset lancar sebesar Rp. 20.000.000, persediaan Rp. 2.000.000 dan kewajiban lancar sebesar Rp. 6.000.000.

Maka rasio cepatnya adalah (Rp. 20.000.000 – Rp. 2.000.000) : Rp. 6.000.000.000 = 3,0

Hasil perhitungan quick ratio jika lebih dari 1,0 maka menunjukkan kemampuan perusahaan yang baik dalam memenuhi kewajibannya.

Namun jika dalam perhitungan rasio nilainya di atas 3,0 kali, bukan berarti kondisi likuiditas perusahaan baik.

Mungkin kas perusahaan besar karena tidak di alokasikan kemana-mana sehingga tidak produktif.

Alasan lainnya adalah karena tingginya piutang perusahaan.

Dengan dapat di gunakan sebagai referensi yang lebih baik karena berfokus pada aset lancar yang mudah di ubah menjadi uang tunai.

Rasio Kas (Cash Ratio)

Yang di maksud dengan rasio kas adalah cara menghitung likuiditas yang melibatkan kas perusahaan.

Manfaatnya mirip dengan current ratio dan quick ratio yaitu untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan kas sebagai acuan.

Berikut cara menghitung rasio likuiditas jenis kas:

Rasio kas (cash ratio) = (Cash + Securities) / Current debt

Misalnya, sebuah perusahaan memiliki kas senilai Rp. 5.000.000, surat berharga senilai Rp. 3.000.000 dan kewajiban lancar sebesar Rp. 5.000.000.

Maka rasio kasnya adalah (5.000.000 + 3.000.000) : 5.000.000.000 = 1,6.

Rasio kas jarang di gunakan oleh perusahaan karena tidak realistis dan nilainya tidak mudah di pertahankan.

Jumlah kelebihan kas yang ada pada perusahaan yang mampu menutupi kewajiban lancar seringkali di anggap sebagai kas yang tidak produktif yang tidak di manfaatkan dengan baik.

BACA JUGA:  Strategi Pemasaran Lapak yang Efektif

5 jenis item yang sering di gunakan dalam menghitung rasio likuiditas perusahaan adalah aktiva lancar, kewajiban lancar, kas, surat berharga, persediaan.

Untuk mengetahui nilai akhir dari perhitungan ke 5 item tersebut, perusahaan tentunya membutuhkan proses pencatatan akuntansi yang cermat dan tepat.

Memang banyak software akuntansi yang menawarkan bantuan dalam menghitung serta mencatat transaksi dalam akuntansi.

Rasio Perputaran Kas dalam Rasio Likuiditas (Cash Turnover Ratio)

Anda juga dapat menghitung likuiditas menggunakan rasio perputaran kas.

Di mana dengan rasio ini, Anda dapat melihat berapa kali perputaran kas perusahaan dalam satu periode yang di nilai melalui penjualan.

Untuk menghitung rasio perputaran kas, berikut adalah rumus yang dapat Anda gunakan:

Rasio perputaran kas = Penjualan bersih / Kas rata-rata

Jika ternyata nilai rasio ini semakin besar, maka kemampuan keuangan perusahaan juga di anggap semakin besar.

Peredaran kas menunjukkan semakin cepat kas masuk ke perusahaan.

Artinya pendapatan semakin meningkat sehingga kas untuk kegiatan operasional juga lancar.

Manfaat Rasio Likuiditas Perusahaan

Menjaga tingkat likuiditas merupakan hal penting yang harus di lakukan oleh perusahaan.

Di mana dengan menjaga likuiditasnya, perusahaan dapat memperoleh kepercayaan dari pihak internal maupun eksternal.

Pihak internal yang di maksud di sini misalnya karyawan, dengan tingkat likuiditas yang baik, perusahaan mampu membayar gaji karyawan sesuai tanggal yang ditentukan.

Namun, terlepas dari likuiditasnya, ada kemungkinan gaji karyawan selalu di bayar mundur.

Hal ini tentunya akan mempengaruhi kinerja karyawan yang juga akan mempengaruhi perkembangan usaha.

Sedangkan untuk pihak eksternal, seperti pemasok, likuiditas ini dapat membuat pihak eksternal semakin mempercayai perusahaan Anda.

Tidak hanya untuk pemasok, Anda juga bisa dengan mudah mendapatkan pinjaman modal dari bank, investor, dan pihak lainnya.

Itulah penjelasan mengenai cara menghitung rasio likuiditas perusahaan dan rumus yang penting untuk diketahui. Semoga informasi di atas bermanfaat.


Tags

akuntansi, arus kas, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, karyawan, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, modal, online, pajak, peluang


You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top

SIAP KEMBANGKAN BISNIS!

Otomatisasi Bisnis dengan Metode PSF

Sudah bukan jamannya bisnis malah bikin stres..

Hari
Jam
Menit
Detik