Maret 21

0 comments

TIPS Ampuh Tingkatkan Kemampuan Telemarketing!

Di era digital saat ini, masih ada lho perusahaan yang menggunakan telepon (telemarketing) sebagai media pemasaran. Ada banyak jenis pemasaran, dan (memang) telepon adalah salah satu jenis pemasaran yang kurang populer saat ini. Dengan semakin banyaknya internet dan media sosial, sebagian besar pemasaran beralih ke media sosial atau internet.

Walaupun demikian, namun masih ada lho beberapa perusahaan yang menggunakan telemarketing sebagai alat pemasaran produk. Salah satu alasan mengapa telemarketing masih digunakan oleh perusahaan adalah karena telepon menggunakan sistem komunikasi 2 arah dan strategi komunikasi 2 arah ini lebih efektif dibandingkan dengan yang lain.

Young adult friendly and confidence operator asian man agent with headsets working in a call center with his colleague team working as customer service and technical support workplace in background.

Nah bagi Anda yang berprofesi atau yang ingin menjadi seorang telemarketer, berikut tips  sukses menjalankan profesi telemarketing perusahaan.

1. Melakukan Riset Sebelum Menelpon

Sebelum menelpon, Anda harus melakukan riset terlebih dahulu. Salah satu riset yang harus Anda lakukan adalah mencari tahu siapa yang akan Anda telepon, maka dari itu Anda bisa menyesuaikan kata pembuka yang Anda gunakan. Menjadi telemarketer yang berorientasi pada detail juga akan mendukung riset Anda.

Misalnya, jika Anda menawarkan produk susu bayi, Anda harus mengetahui usia anak, nama, rasa susu favoritnya, atau apakah anak memiliki alergi. Dengan melakukan riset ini, Anda kemudian dapat membuat penawaran yang sesuai dengan kebutuhan mereka, maka calon pelanggan akan merasa dekat dengan Anda.

2. Pahami Produk dengan Sempurna

Sebelum Anda mulai meyakinkan orang lain tentang produk yang akan Anda tawarkan, Anda harus terlebih dahulu meyakinkan diri sendiri tentang produk dengan mengetahui setiap detail keunggulannya. Maka Anda akan dapat meyakinkan calon konsumen terhadap apa yang akan Anda tawarkan.

3. Bersikap Ramah dalam Melakukan Telemarketing

Setiap telemarketer harus memahami bahwa ketika mereka menghubungi prospek, maka mereka mengundang orang lain untuk berbicara. Jadi, karena orang yang Anda ajak bicara tidak dapat melihat ekspresi wajah Anda karena Anda sedang berbicara di telepon, oleh karena itu disarankan agar Anda memiliki nada suara yang ramah dan bersahabat.

BACA JUGA:  Pandemi COVID-19 Berdampak Pada Perusahaan Konstruksi

Kemudian Anda harus menanyakan beberapa hal dengan bahasa yang bersahabat dan tidak harus sama dengan naskah karena hanya perlu mengambil poin-poin penting saja.

4. Tujuan Pertanyaannya Jelas

Dalam dunia telemarketing, mengajukan pertanyaan yang tepat lebih sulit daripada memberikan jawaban yang tepat. Oleh karena itu salah satu kunci sukses pemasaran secara umum adalah selalu menggali semua kemungkinan pertanyaan dari 5W 1H (Why, Who, Where, When, What, dan How).

Tentunya pedoman ini juga dapat dijadikan pedoman bagi para telemarketer dalam menjalankan tugasnya. Kemudian sebelum menelepon, selalu buat daftar kalimat yang biasa Anda gunakan agar bisa disesuaikan dengan kebutuhan calon pelanggan.

Dengan begitu, seorang telemarketer kemudian akan mendapatkan umpan balik yang lebih baik dari calon pelanggan.

5. Telemarketing Bukan Berarti Harus Selalu Jualan

Ingat bahwa memanggil calon pelanggan bukan berarti harus selalu menjual. Jika itu prinsip Anda sebagai telemarketer, maka jangan heran jika Anda sering disemprot saat menjalankan tugas.

Anda memang harus mencapai target penjualan, namun sesekali Anda juga harus menelepon calon pelanggan hanya untuk mengucapkan selamat ulang tahun, selamat berlibur, atau sekedar menanyakan kabarnya. Maka Anda akan menciptakan hubungan yang baik dengan pelanggan potensial Anda.

6. Perhatikan Waktu dalam Melakukan Telemarketing

Kesalahan telemarketing yang sering dilakukan telemarketer adalah menghubungi prospek pada waktu yang salah. Konsumen memiliki aktivitas dan kesibukan yang berbeda-beda, memahami latar belakang calon pelanggan perlu dilakukan agar dapat menghubungi mereka pada waktu yang tepat.

Menelepon mereka pada jam sibuk membuat mereka kemudian enggan dan malas menerima telepon karena merasa terganggu.

7. Tahu Batasan dalam Telemarketing

Karena strategi telemarketing sangat individual, sebaiknya telemarketer tidak bertindak terlalu jauh dan mengganggu privasi calon konsumennya. Kemudian Anda dapat meninggalkan pesan jika calon pelanggan tidak ada saat Anda menghubunginya. Hindari meminta nomor telepon pribadi, jika Anda belum pernah berdialog langsung dengan calon konsumen.

BACA JUGA:  Mengenal Tarif Pajak PPH21 Beserta Cara Perhitungannya

8. Jangan Ragu untuk Melakukan Follow Up

Saat Anda menawarkan atau mempresentasikan produk atau layanan Anda melalui sistem telemarketing, itu bukanlah akhir dari proses penjualan, meskipun calon pelanggan Anda mengatakan akan menghubungi Anda.

Kemudian Anda harus secara proaktif menindaklanjuti apa yang telah Anda tawarkan kepada mereka. Kemudian cobalah untuk menindak lanjuti melalui telepon, cari tahu bagaimana produk atau layanan Anda dapat bermanfaat dan temukan kebutuhan yang dapat Anda penuhi dari calon pelanggan Anda.

Everyone doing his job. Young people working in the call center. New deals is coming.

Itu dia 8 tips sukses menjadi seorang telemarketer, disadari atau tidak, strategi pemasaran melalui telemarketing masih memiliki banyak potensi dan diharapkan dapat dilakukan dengan baik dan tepat sasaran, sehingga terhindar dari kesalahan pemasaran yang memakan biaya besar.


Tags

biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, karyawan, keuangan, kuliner, mengatur keuangan, modal, online, peluang, promosi, supermarket, telemarketing, tips, toko, usaha, waralaba


You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top

SIAP KEMBANGKAN BISNIS!

Otomatisasi Bisnis dengan Metode PSF

Sudah bukan jamannya bisnis malah bikin stres..

Hari
Jam
Menit
Detik