November 11

0 comments

Strategi Menyusun Beserta Contoh Pembukuan Sederhana

Dalam proses contoh pembukuan sederhana, Anda harus mencatat uang yang keluar dan juga uang yang masuk, karena dokumentasi adalah kuncinya sehingga Anda harus pintar-pintar dalam mengelolanya.

Bagaimana cara membuat pembukuan keuangan sederhana baik untuk usaha atau usaha kecil?

Apa Itu Pembukuan?

Menurut Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007, pengertian pembukuan adalah suatu proses pencatatan yang di lakukan secara teratur untuk mengumpulkan data dan informasi keuangan yang meliputi harta, kewajiban, modal, pendapatan, dan biaya, serta jumlah biaya perolehan dan penyerahan. barang atau jasa yang di tutup dengan menyusun laporan keuangan sederhana berupa neraca dan laporan laba rugi periode berjalan.

Data seperti transaksi, biaya yang masih harus di bayar dan informasi keuangan lainnya dapat di pertanggungjawabkan melalui pembukuan.

Peran proses ini sangat penting dalam menjalankan sebuah organisasi, karena memungkinkan untuk melacak semua informasi keuangan yang di perlukan.

Informasi ini penting untuk memudahkan Anda dalam mengambil keputusan pembiayaan dan operasional yang baik kedepannya.

Seseorang yang memiliki kemampuan atau keahlian dalam mengelola transaksi keuangan dan pencatatan bisnis di sebut pemegang buku.

Melalui pembukuan yang efektif, bisnis, Anda dapat memastikan pencatatan dan pengelolaan aset dan kewajiban keuangan yang akurat dan efisien.

Hal ini tentunya dapat membantu dalam proses pengambilan keputusan bisnis internal, seperti alokasi pendapatan surplus.

Bisa juga untuk pengambilan keputusan eksternal, seperti pilihan investor untuk mendanai operasi bisnis.

Cara kerja pembukuan dalam akuntansi bervariasi tergantung pada jenis metode akuntansi yang Anda pilih untuk digunakan.

Misalnya, Anda mungkin lebih suka menggunakan metode basis akrual untuk mencatat setiap transaksi yang terjadi untuk mencatat kas masuk dan keluar dan kredit.

Demikian pula jika Anda memilih untuk menggunakan metode akuntansi kas maka hanya akan mencatat transaksi yang menukarkan uang tunai.

Jika Anda sudah mengetahui metode akuntansi yang akan di gunakan, maka Anda dapat meninjau pembukuan keuangan Anda untuk mencapai tujuan bisnis Anda.

Akuntansi keuangan bisnis sangat penting untuk kelangsungan bisnis dan untuk menghindari kebingungan antara keuangan bisnis dan keuangan pribadi.

Mengapa Bisnis Perlu Menyusun Pembukuan?

Jumlah barang yang banyak ini membuat anggapan bahwa pembukuan hanya di butuhkan oleh perusahaan besar.

Padahal usaha kecil juga sangat membutuhkannya karena banyaknya manfaat pembukuan yang bisa di dapatkan oleh usaha tersebut.

Walaupun transaksinya masih kecil, manfaat pembukuan dapat di rasakan pada usaha baru dan kecil yang sering bingung dan kecolongan dalam alokasi modal dan dana.

Oleh karena itu permasalahan yang terjadi saat ini adalah banyak usaha kecil yang gulung tikar karena belum menyadari manfaat pembukuan sehingga tidak konsisten dalam pencatatan atau bahkan tidak melakukannya.

Ada banyak alasan mengapa banyak pemilik usaha kecil tidak mencatat bisnis mereka:

  • Mereka merasa proses ini cukup merepotkan dan tidak mengerti bagaimana melakukannya, sehingga mereka malas melakukannya, padahal banyak sekali aplikasi pembukuan murah yang beredar di pasaran seperti yang ada di Jurnal yang sangat mudah digunakan untuk diselesaikan. masalah.
  • Tidak mengerti sehingga inilah yang membuat pemilik bisnis merasa harus membayar lebih untuk menyewa seorang akuntan.
  • Pemilik bisnis sering mengeluh tentang terbatasnya waktu yang mereka miliki untuk melakukannya
BACA JUGA:  Mencapai Kesuksesan Melalui Rencana Bisnis yang Inovatif

Untuk itu, pemilik usaha bisa melakukan cicilan dengan membuat catatan kecil setiap kali transaksi selesai.

Setelah itu, catatan kecil ini hanya perlu di rapikan setelah jam kerja dan di masukkan ke dalam posting buku besar.

Metode Contoh Pembukuan Sederhana

Jika Anda ingin membuat buku bisnis Anda tetap sederhana, ada dua metode yang dapat di pilih.

Kedua cara atau metode tersebut dapat di terapkan secara manual atau menggunakan bantuan aplikasi seperti excel.

Sistem Entry Tunggal

Contoh pembukuan sederhana dengan metode ini adalah hanya menggunakan satu entri untuk semua bentuk transaksi pendapatan dan pengeluaran.

Metode ini hanya cocok untuk usaha skala kecil.

Hal ini karena usaha kecil memiliki jumlah transaksi yang relatif kecil.

Metode pembukuan single entry sekilas menyerupai print out rekening giro.

Sistem Entry Ganda

Sistem double entry jauh lebih cocok jika di gunakan untuk pembukuan bisnis skala besar.

Anda dapat memisahkan entri debit dan kredit di setiap akun yang berbeda.

Dengan metode pencatatan yang terpisah, memudahkan akuntan untuk mengelola dan memantau kompleksitas arus keuangan dalam bisnis skala besar.

Contoh Pembukuan Sederhana Untuk Pemula

Selanjutnya Anda juga harus memahami cara membuat dan contoh pembukuan keuangan bisnis sederhana.

Berikut beberapa contoh dan langkah-langkah cara membuat pembukuan sederhana dalam akuntansi:

Membuat Buku Kas Sederhana

Hal pertama yang harus di lakukan adalah membuat catatan pengeluaran atau buku kas khusus.

Tujuannya adalah untuk memulai bisnis dengan perhitungan modal awal yang detail.

Dengan begitu, akan lebih mudah bagi Anda untuk merencanakan strategi bisnis sehingga Anda dapat segera mengembalikan modal Anda.

Pengeluaran-pengeluaran yang harus Anda catat antara lain biaya pembelian bahan baku untuk produksi, biaya operasional usaha, gaji karyawan dan pengeluaran-pengeluaran lain yang menunjang pembukaan usaha.

Membuat Buku Kas Sederhana

Membuat Buku Kas Pemasukan

Setelah membuat buku khusus untuk mencatat pengeluaran, langkah selanjutnya adalah membuat catatan khusus pemasukan.

Buku ini akan menjadi referensi untuk setiap transaksi pengeluaran yang Anda lakukan.

Karena dari buku ini Anda bisa mengetahui sumber penghasilan terbesar.

Selain itu, dari sini Anda bisa memantau berapa keuntungan yang di hasilkan bisnis setiap harinya.

Maka dari buku ini Anda juga bisa melakukan berbagai evaluasi terkait strategi bisnis maupun transaksi lainnya.

BACA JUGA:  Tips Mengelola Bisnis Makanan Ringan yang Mudah Kadaluarsa
Membuat Buku Kas Pemasukan

Contoh Buku Catatan Arus Kas atau Buku Kas Induk

Pembukuan ini sering juga disebut sebagai buku kas. Ini berisi catatan gabungan dari transaksi pengeluaran dan pendapatan.

Dalam proses pembuatannya, tentunya Anda perlu menuliskan semua catatan pemasukan dan pengeluaran yang terjadi.

Dengan mencatat pendapatan atau income secara rutin dan benar, Anda dapat dengan mudah mengetahui jumlah profit yang Anda dapatkan setiap harinya.

Begitu juga dengan mencatat pengeluaran, Anda bisa lebih mudah membuat rencana pengembalian modal usaha, target penjualan, dan lain sebagainya.

Berbagai macam transaksi pengeluaran seperti pembelian bahan baku, kegiatan administrasi, operasional perusahaan, gaji pegawai, dan sebagainya.

Contoh Buku Catatan Arus Kas atau Buku Kas Induk

Seperti yang di tunjukkan pada contoh di atas, dalam menyimpan catatan arus kas, Anda perlu membuat daftar beberapa transaksi yang terjadi.

Sebut saja biaya untuk membeli bahan baku, membayar tenaga ahli atau tukang, mencatat transaksi penjualan, retribusi, parkir, dan lain-lain.

Namun, hal pertama yang harus Anda lakukan sebelum melakukan pembukuan ini, pastikan saldo awal sama dengan saldo akhir pada hari sebelumnya.

Contoh Pembukuan Sederhana

Selain menyimpan buku kas, Anda juga perlu menyimpan buku inventaris karena berhubungan langsung dengan buku penjualan.

Saat terjadi transaksi penjualan, pastikan persediaan produk selalu ada.

Demikian juga, pada akhir siklus akuntansi, Anda harus memastikan bahwa tidak ada kekurangan persediaan tetapi juga tidak terlalu penuh.

Jika persediaan terlalu menumpuk justru akan menimbulkan kerugian bagi perusahaan.

Dengan ini, Anda juga dapat meminimalkan penipuan yang mungkin di lakukan oleh karyawan atau pemasok Anda.

Apalagi jika perusahaan Anda memiliki persediaan yang banyak dan intensitas transaksi yang tinggi.

Selain berfungsi sebagai pengawas segala jenis barang yang keluar masuk bisnis Anda.

Berikut adalah contoh sederhana pembukuan stok atau inventaris untuk usaha kecil atau untuk bendahara menggunakan Excel:

Contoh Pembukuan Sederhana

Anda dapat melihat pada contoh pembukuan saham di atas, bahwa ada beberapa hal yang perlu Anda masukkan.

Misalnya kode barang, nama barang, stok awal, stok akhir, mutasi atau keluar masuknya barang, dan harga barang.

Perlu di ingat bahwa ketersediaan stok berkaitan erat dengan penjualan dan keduanya saling mempengaruhi.

Contoh Pembukuan Inventaris

Pembukuan inventaris adalah buku yang berisi catatan tentang aset yang Anda miliki.

Untuk membuatnya, catat setiap barang atau aset yang di beli berdasarkan transaksi pembelian.

Pembukuan persediaan ini akan membantu Anda untuk menjaga dan mengontrol aset perusahaan. Manfaat lain dari menyimpan inventaris barang seperti:

  • Memfasilitasi kontrol aset.
  • Menjaga atau mencegah barang agar tidak mudah hilang.
  • Mempermudah pengecekan barang.
  • Mempermudah kegiatan mutasi atau penghapusan barang.
  • Bentuk pertanggungjawaban dengan memiliki bukti tertulis atas pengelolaan barang.
BACA JUGA:  Tips Menghindari FRAUD yang Terjadi Diproses Penjualan

Berikut ini adalah contoh pembukuan persediaan bendahara yang dapat di gunakan dengan menggunakan excel:

Contoh Pembukuan Inventaris

Manfaat Mengetahui Contoh Pembukuan Sederhana

Berikut ini adalah beberapa manfaat penting dari kegiatan pembukuan keuangan bagi perusahaan:

Pemisan Aset Bisnis dan Aset Pribadi

Menjalankan bisnis berarti Anda berkomitmen untuk menjadi profesional di setiap lini termasuk keuangan.

Jangan pernah menerapkan manajemen rumah tangga di perusahaan.

Manajemen seperti ini adalah pengelolaan aset bisnis dan aset pribadi menjadi satu.

Pemilik bisnis jenis ini akan sulit membedakan mana yang merupakan aset pribadi dan perusahaan. Anda dapat menggunakan keuangan pribadi untuk perusahaan dan sebaliknya.

Jika ini terus berlanjut, maka akan menjadi bom waktu dan merugikan diri sendiri dan bisnis yang Anda jalankan.

Oleh karena itu, Anda harus memahami pentingnya pembukuan bagi perusahaan.

Pembukuan yang di lakukan secara rutin akan membantu Anda, seperti contohnya dalam pengelolaan aset, terutama untuk lebih mudah memisahkan antara aset bisnis dan aset pribadi agar tidak tercampur.

Dengan demikian, hasil yang di peroleh dapat di ketahui dan di alokasikan untuk rencana bisnis ke depan.

Mengetahui Besaran Keuntungan dan Kerugian

Ini bisa di sebut sebagai hal terpenting dalam menjalankan bisnis. Karena memang dalam menjalankan bisnis yang di cari adalah profit.

Apabila terjadi kerugian maka harus segera di carikan solusi agar tidak selalu mengalami kerugian yang dapat berdampak pada matinya atau berakhirnya usaha yang telah di jalankan.

Dengan mengetahui setiap transaksi yang ada setiap hari dan mengetahui aliran distribusi uang dan barang dalam perusahaan, maka Anda dapat mengetahui perkiraan keuntungan yang akan di peroleh atau kerugian yang akan di derita.

Dari pencatatan setiap transaksi yang ada, akan ada angka-angka yang dapat menunjukkan bagaimana perkembangan keuangan usaha tersebut.

Mengetahui Setiap Transaksi yang dilakukan Oleh Perusahaan

Fungsi utama pembukuan adalah untuk mengetahui setiap transaksi yang di lakukan di dalam perusahaan. Tidak akan ada satu pun transaksi yang terlewat atau tidak tercatat.

Dalam hal ini, akurasi sangat di butuhkan untuk merekam. Pencatatan yang cermat dan rapi sangat berpengaruh terhadap ke berlangsungan usaha yang di jalankan.

Dengan mengetahui transaksi apa saja yang terjadi pada hari itu, maka akan di ketahui bagaimana uang itu di bagikan pada hari itu, kemana uang itu pergi, dan dari siapa uang itu keluar. Tidak hanya distribusi uang tetapi juga mengetahui distribusi barang.

Berapa banyak barang yang telah di keluarkan pada hari itu dan berapa banyak barang yang telah di masukkan dalam perusahaan.

Semua ini dapat dengan mudah di ketahui hanya dengan melihat dan memeriksa pembukuan keuangan Anda.


Tags

akuntansi, arus kas, bayar pajak, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, karyawan, kena pajak, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, lapor pajak, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, modal


You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top

SIAP KEMBANGKAN BISNIS!

Otomatisasi Bisnis dengan Metode PSF

Sudah bukan jamannya bisnis malah bikin stres..

Hari
Jam
Menit
Detik