Juni 9

0 comments

SOP Perawatan Peralatan Operasional di Perusahaan Kontraktor

Peralatan dan perlengkapan alat berat di perusahaan kontraktor biasanya digunakan di bidang pekerjaan seperti hortikultura, pertambangan, pengembangan, pergudangan hingga fabrikasi. Memanfaatkan peralatan yang luar biasa dalam bisnis ini dapat meningkatkan efisiensi yang ideal dalam antarmuka mempersiapkan item yang berbeda. Beberapa alat berat yang sering di gunakan antara lain wheel loader, excavator, truk, traktor, forklift, dan lain-lain.

Tentu saja, sama seperti bagian dari perangkat keras yang luar biasa, beban kerja peralatan yang berlebihan juga berat. Beban kerja yang luar biasa tidak di ragukan lagi harus di sesuaikan dengan pemeliharaan atau perawatan yang benar. Karena jika ada kerusakan, maka penggantian yang di lakukan untuk beberapa perangkat keras yang berlebihan cenderung tinggi. Bukan sebaliknya, produktivitas bisa terganggu hingga menyebabkan kemalangan terkait uang hingga metodenya terlambat.

Perawatan mesin mencakup upaya untuk menghindari atau memperbaiki komponen yang rusak, dan upaya perawatan agar kinerja mesin tetap ideal seperti tidak digunakan. Selanjutnya, dengan kondisi yang beragam, tidak di ragukan lagi bahwa pengerjaan dan material masih memiliki pekerjaan yang paling besar untuk melaksanakan beban kerja. Dengan penggunaan program pendukung yang tepat, maka hasil kerja tetap maksimal dan dalam jangka panjang dapat meningkatkan efektivitas terkait uang sehubungan dengan mengurangi terulangnya pembelian perangkat keras modern yang berlebihan.

Berikut beberapa panduan perawatan pada peralatan pada perusahaan kontraktor:

kontraktor

Melakukan check up alat sebelum di pakai

Arahan utama yang harus di perhatikan adalah melanjutkan untuk memeriksa beberapa waktu sebelum menjalankan mesin. Mulai dari bahan bakar, keadaan komponen, hingga penghematan suku cadang. Tidak hanya untuk menghindari dampak kemacetan aktivitas di tengah jalan, pemeriksaan semacam ini di perlukan untuk menjamin keamanan klien dan lingkungannya.

Beberapa waktu sebelum digunakan, tepatnya saat motor yang tidak digunakan di hidupkan, perhatikan baik-baik apakah ada suara tidak wajar atau getaran yang tidak pas. Jika gigi besar membuat keributan atau hal-hal aneh lainnya, itu berarti ada penurunan atau penggilingan dalam efektivitas kapasitas motor. Untuk masalah seperti ini, ada baiknya untuk segera menyelesaikannya suatu saat nanti perangkat tersebut akan merugikan nantinya. Karena mengemudikan penggunaan mesin atau alat yang tidak ideal, dapat menyebabkan kerugian yang lebih mematikan atau berdampak pada kecelakaan dalam pengoperasiannya.

Melakukan perawatan secara periodik

Tidak seperti kontrol biasa, peralatan yang di gunakan harus bebas dari kotoran yang merusak kapasitas perangkat. Jadi pembersihan perangkat sangat berharga untuk menjaga komponen yang di gunakan secara teratur, terutama untuk beban kerja yang berlebihan. Ini akan meminimalkan hambatan pengembangan alat, dan mengontrol kondisi komponen agar tetap terjaga.

Melaksanakan perawatan secara rutin yang mencakup waktu kerja mesin atau biasa di sebut sebagai HM. Biasanya untuk mengetahui umur yang tidak tepat dari suku cadang yang harus di ganti beberapa waktu sebelum terjadi kerusakan. Paling sering di temukan di bagian yang berhubungan dengan pelumas dan bahan bakar.

manajemen gudang

Overhaul & Condition Base Maintenance

Agar peralatan masih sesuai dengan pedoman, Overhaul harus melakukan pengkondisian suku cadang dan komponen dari alat-alat. Harus ada pengaturan secara rutin sebelum kerusakan terjadi. Selanjutnya, Anda harus mengatur untuk melakukan Condition Base Maintenance (CBM) untuk mengontrol peralatan masih dalam kondisi sama seperti sebelumnya, atau detail setting standart seperti hasil produksi.

Dalam melakukan tindakan Overhaul dan CBM, lakukan pengurangan downtime unit. Biasanya perencanaan agar daya tampung alat tetap ideal meski sudah kuno. Selain itu, kerusakan yang di kenali lebih awal memungkinkan Anda untuk mengurangi biaya yang tidak perlu.

Jika tahapan di atas telah di lakukan, maka pekerjaan operasional yang membutuhkan peralatan dapat berjalan dengan mudah. Dengan memahami langkah-langkah pemeliharaan peralatan dan perlengkapan sesuai dengan petunjuk dari produsen, di perlukan kesadaran karyawan untuk inisiatif melakukan perawatan pada peralatan dan komponen di dalamnya.

Setelah mengetahui bagaimana cara perawatannya, agar perawatan ini bisa dilakukan oleh karyawan di perusahaan kontraktor Anda, maka perlu Standar Operational Procedure (SOP). Lalu SOP seperti apa yang tepat dan bagaimana cara menerapkannya? Simak video berikut ini untuk penjelasan yang lebih detail.


Tags

akuntansi, arus kas, bayar pajak, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, karyawan, kena pajak, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, lapor pajak, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, modal


You may also like

1300 Cabang di 9 Negara, Simak Rahasia Sukses Kebab Turki Baba Rafi

5 Tips Mengelola Keuangan Bisnis Pasca Pandemi COVID-19

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top
Jakarta OfficeSurabaya OfficeInstagramFacebookYouTube