Oktober 21

0 comments

Sistemasi Cara Pengelolaan Keuangan Bisnis Retail

Pengelolaan keuangan di dalam bisnis retail juga sangat penting untuk kemudian diperhatikan. Bisnis retail atau sering di kenal jual eceran memiliki tingkat presentase profit yang lebih kecil ketimbang jenis bisnis yang lain. Ketidaktepatan dalam pengelolaan keuangan kemudian dapat memicu kerugian akibat tidak efektif dan efisiennya pemanfaatan sumber daya keuangan. Yuk cermati 7 hal yang dapat memperbaiki cara pengelolaan keuangan bisnis retail.

7 hal yang perlu di perhatikan untuk pengelolaan keuangan bisnis retail

1. Tentukan jumlah modal bisnis 

Pengelolaan keuangan yang pertama kali di lakukan adalah dengan memisahkan modal bisnis dan keuangan pribadi. Tentukanlah jumlah modal di awal dan pisahkan lokasinya dengan keuangan pribadi. Hal ini bertujuan agar kemudian tidak terjadi campur aduk antara keduanya yang berakibat sulit mengidentifikasi jumlah masing-masing. Selain itu juga untuk kemudian menghindari pengeluaran dari dana pribadi untuk kepentingan usaha selain tambahan modal. 

2. Buat alokasi keuangan

Alokasi keuangan sama dengan membuat anggaran. Alokasi keuangan merupakan bentuk pengelolaan keuangan yang kemudian membantu pengusaha menjadi tidak impulsif dalam memanfaatkan sumber daya keuangan. Sebaiknya tidak menggunakan 100% uang yang ada, idealnya 80% untuk biaya utama dan kemudian 20% sebagai uang jaga-jaga.

3. Tools pencatatan untuk pengelolaan keuangan real time

Setiap harinya terjadi banyak mutasi uang pada bisnis retail. Dengan kondisi tersebut, tools pencatatan keuangan menjadi alat sangat penting kemudian dalam pengelolaan keuangan bisnis retail. Terdapat dua cara yakni, manual dan software (aplikasi). Jika jumlah mutasi masih sedikit di bawah 100 transaksi per hari misalnya, mungkin cara manual sudah cukup. Cara manual maksudnya menggunakan alat tulis pada umumnya. 

Namun, jika transaksi rata-rata harian mencapai ratusan, sebaiknya menggunakan software (aplikasi) untuk kemudian efisiensi waktu dan efektifitas kerja. Sekarang banyak sekali software yang menawarkan tools terkait pembukuan. Software membantu automasi transaksi tersusun menjadi laporan keuangan.

BACA JUGA:  Persiapan Sebelum Memulai Bisnis yang Wajib Dilakukan

4. Tentukan harga pokok produk

Ketika pembelian barang biasanya terdapat 2 opsi pengakuan harga pokok produk, yaitu total harga beli dan harga beli setelah di kurangi potongan pembelian. Dengan opsi pertama, jika kemudian terdapat potongan pembelian maka akan di akui sebagai laba. Sedangkan opsi kedua, tidak mengakui potongan pembelian. Penentuan harga pokok produk mempengaruhi besarnya profit yang kemudian ingin di capai.

5. Pengelolaan keuangan dengan analisa persediaan

Pengelolaan keuangan selanjutnya adalah analisa persediaan. Analisa persediaan di maksudkan untuk mengidentifikasi sifat setiap persediaan. Apakah persediaan tersebut dead stock, slow moving, atau kemudian fast moving. Fast moving merupakan persediaan yang paling menguntungkan alias paling laku di jual. Memprioritaskan produk fast moving adalah pilihan yang tepat untuk kemudian memastikan penjualan stabil atau bahkan meningkat. 

Berbeda dengan fast moving barang slow moving atau bahkan dead stock sebaiknya di hindari. Caranya adalah dengan menghitung umur lama persediaan di simpan (sampai terjual atau tidak terjual). Agar barang kondisi tersebut dapat keluar/ terjual, dapat menerapkan strategi seperti bundling produk fast moving dengan slow moving atau dead stock, jual rugi agar persediaan segera keluar, atau melakukan retur kepada supplier. 

6. Administrasi retur

Administrasi retur perlu di perhatikan, karena seringnya hanya penjualan dan pembelian yang diawasi. Retur yang terjadi setelah penjualan atau pembelian kemudian pada kenyataannya juga memberikan dampak yang luar biasa terhadap profit perusahaan. Atas penjualan, retur mengurangi pendapatan dan atas pembelian retur mengurangi kerugian terhadap barang yang buruk.

Dalam hal ini mari fokus kepada retur pembelian. Beberapa alasan yang mendasari terjadinya retur pembelian adalah barang tidak sesuai, barang rusak, jumlah barang lebih, dan kemudian barang tidak laku atau dead stock. Seringnya barang dengan kondisi tersebut tidak di retur dan terbaikan. Padahal, apabila di lakukan retur, maka kemudian tidak akan menyebabkan kerugian akibat barang tidak laku. 

BACA JUGA:  Operator Produksi adalah Tulang Punggung Industri

Oleh karena itu, jika menemui kondisi barang yang dapat di retur, segeralah untuk kemudian retur karena supplier seringnya tidak mau menerima barang yang sudah dibeli lama tetapi baru-baru ini diretur.

7. Akuntan sebagai eksekutor pengelolaan keuangan

Pengelolaan keuangan adalah paling tepat di eksekusi oleh orang yang paham di bidang pembukuan atau dikenal akuntan. Seorang akuntan yang kompeten memahami alur dan aturan dari mulai terjadi transaksi hingga penyusunan laporan keuangan. Akuntan akan melakukan pengelolaan keuangan termasuk melakukan pengawasan. Yang terpenting adalah akuntan kemudian akan menerbitkan laporan keuangan perusahaan baik tahunan maupun bulanan.

Sekian 7 hal untuk diperhatikan demi pengelolaan keuangan yang ideal. Perbaiki hal-hal tersebut dan rasakan kenyamanan karena pengelolaan keuangan bisnis retail anda telah baik.


Tags

akuntansi, arus kas, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, karyawan, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, modal, online, peluang, promosi


You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top

SIAP KEMBANGKAN BISNIS!

Otomatisasi Bisnis dengan Metode PSF

Sudah bukan jamannya bisnis malah bikin stres..

Hari
Jam
Menit
Detik