Januari 13

0 comments

Rumus Return On Equity Untuk Menghitung Pengembalian Ekuitas

Rumus Return On Equity adalah perhitungan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba bersih dengan menggunakan modal sendiri bahkan menghasilkan laba bersih yang tersedia bagi pemilik atau investor.

Perhitungan ROE dapat di jadikan bahkan tolak ukur kinerja keuangan suatu perusahaan.

Rumus Return On Equity sangat bergantung pada besar kecilnya perusahaan, misalnya untuk perusahaan kecil tentunya memiliki modal yang relatif kecil, sehingga ROE yang di hasilkan kecil, begitu pula sebaliknya untuk perusahaan besar.

rumus return on equity

Pengertian Rumus Return on Equity (ROE)

Return on equity (ROE) adalah pengembalian laba bersih terhadap ekuitas dan di nyatakan dalam persen.

ROE di gunakan untuk mengukur kemampuan badan usaha dalam menghasilkan laba bahkan dengan modal ekuitas yang telah di tanamkan oleh pemegang saham.

ROE di nyatakan dalam persentase dan di hitung dengan menggunakan rumus ROE (Return On Equity) selain itu membandingkan laba bersih setelah pajak dengan ekuitas yang di tanamkan oleh pemegang saham perusahaan (Van Horne dan Wachowicz, 2005:225).

Rasio ini menunjukkan kekuatan bahkan untuk menghasilkan pengembalian investasi berdasarkan nilai buku pemegang saham, dan sering di gunakan dalam membandingkan dua atau lebih perusahaan untuk peluang investasi yang baik dan manajemen biaya yang efektif.

ROE sangat menarik bagi pemegang saham dan calon pemegang saham, dan juga bagi manajemen, karena rasio ini merupakan ukuran atau indikator penting dari penciptaan nilai pemegang saham.

Artinya semakin tinggi rasio ROE maka semakin tinggi pula nilai perusahaan, hal ini tentunya menjadi daya tarik bagi investor untuk menanamkan modalnya pada perusahaan tersebut.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pengembalian Ekuitas Pemilik (ROE)

Setelah mengetahui penjelasan tentang ROE, penjelasan selanjutnya adalah faktor-faktor yang mempengaruhi ROE.

BACA JUGA:  Pentingnya Belajar Bisnis Digital Untuk Mengembangkan Usaha

Pada dasarnya ada dua faktor yang mempengaruhi tingkat ROE yaitu laba bersih dan ekuitas:

Laba bersih atau Net Income

Sesuai dengan pernyataan Ikatan Akuntan Indonesia (1999:94): Laba bersih (laba bersih) faktanya sering di gunakan sebagai ukuran kinerja atau sebagai dasar ukuran lain seperti ROE atau laba per saham.

Unsur-unsur yang berhubungan langsung dengan pengukuran laba adalah pendapatan atau beban.

Tentunya dalam menentukan nilai return on equity perlu di ketahui besarnya keuntungan yang di peroleh perusahaan dengan menghitung laba bersih.

Ekuitas atau Equity

Ekuitas adalah jumlah modal yang menggambarkan hak kepemilikan seseorang bahkan atas aset perusahaan.

Jadi dari ekuitas inilah di ketahui seberapa besar kepemilikan seseorang terhadap suatu perusahaan.

Dalam laporan keuangan, ekuitas dapat kita temukan selain itu dalam Laporan Posisi Keuangan (Neraca).

Jenis ekuitas yaitu modal disetor, laba di tahan, bahkan juga dividen dan saham.

Cara Menghitung Rumus Return on Equity (ROE)

Berikut rumus menghitung ROE bahkan juga kasus dan cara menghitungnya yang dalam bahasa Indonesia sering di sebut dengan Return on Equity Ratio.

Rumus ROE (Return On Equity) adalah sebagai berikut:

Return On Equity = laba bersih bahkan setelah pajak: ekuitas

Jadi Contoh soal:

Pada tahun 2017, rata-rata ekuitas pemegang saham PT Maju Bersama adalah Rp625.000.000 bahkan memiliki laba bersih Rp1.000.000.000.

Maka nilai return on equity dari perhitungan di atas adalah.

Rp 1.000.000.000 : Rp 625.000.000 = 1,6 atau 160% ROE

Fakta Informasi:

Hasil perhitungan ROE mendekati 1 menunjukkan semakin efektif dan efisien penggunaan ekuitas perusahaan untuk menghasilkan pendapatan, begitu pula sebaliknya jika ROE mendekati 0 berarti perusahaan tidak mampu mengelola modal yang tersedia secara efisien untuk menghasilkan pendapatan. .

BACA JUGA:  Tips Sukses Mendapat Omzet Tinggi Dari Bisnis Jual Pulsa

Cara Menggunakan Informasi Return on Equity (ROE)

Berikut cara menggunakan informasi ROE (return on equity):

  1. Bandingkan ROE perusahaan selama 5-10 tahun terakhir. Hal ini akan memberikan informasi pertumbuhan perusahaan yang lebih signifikan. Walaupun peningkatan ROE dalam rentang 5-10 tahun tidak menjamin perusahaan akan terus tumbuh dengan kecepatan tersebut. Namun setidaknya dari informasi ini kita akan mengetahui grafik pendapatan rata-rata perusahaan.
  2. Bandingkan angka ROE untuk perusahaan dengan ukuran dan industri yang sama. Di samping itu, rendahnya angka ROE tersebut karena industri yang mereka geluti memiliki margin keuntungan yang rendah.
  3. Properti dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi cenderung memiliki ROE yang tinggi karena sayangnya mampu menghasilkan pendapatan tambahan tanpa membutuhkan pendanaan eksternal.

Mengingat pentingnya menghitung return on equity (ROE) bagi perusahaan untuk menarik investor sekaligus sebagai bentuk pertanggungjawaban bagi pemegang saham, maka sebaiknya perusahaan selalu menyiapkan dan membagikan informasi tingkat pengembalian ekuitas ini secara rutin dan benar kepada mereka yang membutuhkannya.

ROE ini menggambarkan dengan baik bahkan untuk mengukur sejauh mana suatu perusahaan menggunakan setiap rupiah yang di perolehnya.

Oleh karena itu seorang investor harus selalu mengeksplorasi pasar untuk menemukan perusahaan yang dapat memperoleh angka ROE yang baik & wajar.

Misalnya, jika ada perusahaan yang memiliki rekor ROE 7%.

Tentunya perusahaan dengan ROE 7% akan kurang menarik bagi investor, sehingga wajar jika deposito di Indonesia berada pada kisaran tersebut.

Investor akan berpikir, untuk apa memilih investasi berisiko tinggi jika return-nya tidak lebih baik dari instrumen investasi yaitu deposito, sukuk, dan obligasi lainnya.

Kegiatan perhitungan ini terlihat sulit bahkan dilakukan.


Tags

akuntansi, arus kas, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, karyawan, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, modal, online, pajak, peluang


You may also like

5 Rekomendasi Aplikasi Pencatatan Keuangan Usaha

5 Rekomendasi Aplikasi Pencatatan Keuangan Usaha

3 Cara Membuat Standar Operasional Prosedur Perusahaan yang Ideal

3 Cara Membuat Standar Operasional Prosedur Perusahaan yang Ideal
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top