Agustus 20

0 comments

Regulasi Terbaru Terkait E Faktur Yang Perlu Anda Ketahui

Setiap Wajib Pajak (WP) Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang melakukan transaksi barang/jasa kena PPN, wajib membuat Faktur Pajak elektronik atau e Faktur. Namun dalam PER-03/PJ/2022 PKP dapat membuat Faktur Pajak kertas dalam keadaan tertentu.

Faktur Pajak Elektronik atau eFaktur muncul pada tahun 2013 dengan ketentuan yang ada dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak (Perdirjen Pajak).

Ketentuan mengenai perubahan Faktur Pajak elektronik telah mengalami beberapa kali perubahan sampai dengan terbitnya PER-16/PJ/2014 Pasal 1 ayat (1) yang mewajibkan PKP tertentu untuk membuat eFaktur.

Ada beberapa ketentuan yang berlaku dalam pembuatan e-Faktur dan pelaporan e-Faktur dalam hal ini penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Masa PPN atau PPnBM (Pajak Penjualan Barang Mewah).

Sebelum mulai membuat eFaktur dan melaporkan SPT PPN, sebaiknya pahami dulu penjelasan umum dari e Faktur ini.

Pengertian Faktur Pajak sendiri adalah bukti pungutan pajak yang telah terlapor oleh PKP.

Faktur Pajak sangat penting karena berkaitan dengan perhitungan PPN Keluaran dan PPN Masukan, yang akan mempengaruhi besarnya PPN terutang yang harus melalui penyetoran oleh PKP ke kas negara.

e faktur

Pengertian

e-Faktur adalah aplikasi untuk membuat Faktur Pajak elektronik atau bukti pemungutan PPN atau PPnBM secara elektronik atau online.

Sebelum ada mekanisme Faktur Pajak elektronik yang tersusun melalui aplikasi e-Faktur, Faktur Pajak melalui pengaturan secara manual.

Namun, proses penerbitan Faktur Pajak secara manual ternyata menimbulkan beberapa masalah.

Masalah ini muncul baik karena banyaknya proses administrasi dan menjadi beban bagi PKP, maupun karena kecurangan seperti:

  • Faktur Pajak Fiktif
  • Nomor seri ganda
  • penyalahgunaan faktur
  • Faktur Pajak tidak dapat terbit atau terlambat untuk penerbitan
  • Hingga masalah sulitnya penelusuran penerbitan Faktur Pajak oleh pihak yang tidak berwenang
BACA JUGA:  NPWP Adalah Identitas Wajib Pajak, Simak Apa Kegunaannya!

Oleh karena itu, pada tahun 2014 Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mulai memperkenalkan e-Faktur.

Maka mekanisme ini wajib sejak 1 Juli 2016.

Hingga update sistem e-Faktur terakhir pada bulan Oktober 2020 adalah update e-Faktur 3.0 untuk dapat membuat e-Faktur.

Permohonan eFaktur dapat melalui penetapan dan/atau ada melalui DJP dan/atau Pejabat Penyedia Jasa Permohonan Pajak (PJAP) yang telah tertunjuk oleh DJP.

Melalui aplikasi e-Faktur, PKP tidak perlu lagi membuat Faktur Pajak secara manual.

Selain itu, PKP juga mudah karena beban administrasi Faktur Pajak menjadi lebih ringan melalui aplikasi eFaktur.

pada sisi lain, DJP juga memiliki keuntungan karena pengawasan perpajakan menjadi lebih mudah.

Siapa yang Wajib Membuat?

Ingat, tidak semua wajib pajak harus membuat faktur pajak atau e-faktur.

Pihak yang berkewajiban membuat Faktur Pajak atau eFaktur adalah Wajib Pajak yang telah sah sebagai PKP oleh DJP.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009 tentang PPN dan PPnBM, pengertian PKP adalah pengusaha yang mengajukan BKP dan/atau mengajukan JKP.

Jenis E Faktur Pajak

Dalam dunia bisnis, ada istilah faktur komersial yang sebenarnya tidak jauh berbeda dengan faktur pajak. Faktur komersial ini terbit dalam rangka memberikan informasi penting terkait penjualan dengan perhitungan pembayaran

Nah, macam-macam jenis invoice tersebut adalah sebagai berikut:

1.Faktur pajak Biasa

Umumnya, faktur bermanfaat untuk transaksi sederhana. Artinya, invoice jenis ini umumnya terbit pada saat transaksi pada umumnya dan memiliki sistem yang lebih sederhana dalam kehidupan sehari-hari atau dalam jual beli barang atau jasa.

2. Faktur Pajak Pro Forma

Faktur pro forma adalah jenis faktur yang sifatnya sementara. Biasanya invoice ini akan terbit sebelum penyerahan barang secara penuh. Artinya, pro forma invoice ini sebagai invoice pengganti sementara karena barang yang datang kepada konsumen langsung secara pararel melanjutkan proses pengiriman secara bertahap atau barang belum datang secara utuh.

BACA JUGA:  Pentingnya Nomor Akun Akuntansi Perusahaan Dagang Untuk Anda

Apabila barang telah diterima seluruhnya atau seluruhnya, maka invoice ini akan diganti dengan invoice biasa.

3. Faktur Konsuler

pengertian dari faktur konsuler adalah faktur yang diterbitkan khusus untuk dapat melakukan perdagangan luar negeri atau ekspor dan impor.

pada jenis faktur ini harus memiliki legalitas dari perwakilan negara tujuan pengimpor yaitu trade handler, kantor konsuler, dan kedutaan negara pengimpor yang berada di negara pengekspor.

Sedangkan Faktur Pajak Elektronik secara umum terbagi menjadi dua yaitu Faktur Pajak Pengeluaran dan Faktur Pajak Masukan.

Faktur Pajak Keluaran adalah Faktur Pajak yang harus dibuat oleh PKP penjual BKP atau JKP. Sedangkan Faktur Pajak Masukan adalah Faktur Pajak yang digunakan untuk dapat mengkredit Pajak Masukan oleh PKP pembeli sebagai bukti telah dipotong atau ditarik PPN.

Nah, beberapa jenis e-faktur pajak adalah faktur pajak gabungan, faktur pajak standar, faktur pajak cacat, faktur pajak sederhana, faktur pajak batal, faktur pajak pengganti dan faktur pajak beragun.


Tags

akuntansi, arus kas, bayar pajak, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, karyawan, kena pajak, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, lapor pajak, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, modal


You may also like

Ukur Kinerja Karyawan Dengan Metode Balanced Scorecard

Ukur Kinerja Karyawan Dengan Metode Balanced Scorecard

Desainer Wajib Tahu Ini! Pajak Yang Dikenakan Pada Desainer

Desainer Wajib Tahu Ini! Pajak Yang Dikenakan Pada Desainer
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top