Juli 3

0 comments

Proyeksikan Laba Rugi Sebagai Strategi Keuangan Usaha Saat Krisis

Banyak usaha di Indonesia terkena dampak negatif dari krisis Covid-19 yang tengah melanda dan mungkin Anda salah satunya. Sebagai pengusaha kita harus terus berjuang untuk mengatasi hal ini. Kita harus menyiapkan beberapa strategi agar bisa survive, salah satunya adalah Proyeksikan Laba Rugi

Keadaan krisis ini sangat mempengaruhi perekonomian negara secara keseluruhan, akibatnya banyak perusahaan yang memutuskan untuk melakukan PHK massal. Terdapat besaran biaya yang tetap harus dikeluarkan oleh perusahaan namun tidak memiliki omzet yang cukup untuk menanggulangi biaya tersebut. Perusahaan akan semakin sulit, apalagi mau mengembangkan usaha yang sudah pasti akan sangat sulit!

Perusahaan harus bertahan hidup, jika semakin banyak perusahaan yang melakukan PHK massal maka masalah makin bertambah. Pengangguran akan meningkat dan tentunya menjadi masalah baru bagi negara. Apa yang bisa dilakukan untuk dapat menanggulangi masalah ini?? Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan proyeksikan laba rugi, yaitu :

1. Miliki Dashboard Keuangan untuk Proyeksikan Laba Rugi

Miliki sebuah dashboard keuangan. Apa yang dimaksud dengan dashboard keuangan? Ibaratnya sebagai manusia perlu melakukan check up secara berkala untuk mengetahui kondisi kesehatan. Dari sini kita bisa mengetahui kondisi sedang sehat atau tidak sehat dan sakit apa yang dialami. Demikian pula dengan perusahaan, ini lah yang dimaksud dashboard keuangan. Apa saja dashboard keuangan perusahaan? Secara umumnya adalah laporan keuangan. Laporan keuangan ini bisa terdiri dari laporan laba rugi, laporan neraca, laporan arus kas, dan laporan lainnya terkait keuangan.

Kebanyakan pebisnis yang awam, mungkin tidak membuat laporan keuangan secara kompleks. Biasanya hanya membuat laporan laba rugi saja. Dimana laporan laba rugi ini berisi segala macam biaya yang mengurangi setiap penghasilan dan pemasukan yang ada. Lalu bagaimana anda dapat mengerti apakah perusahaan anda sedang sehat atau tidak dalam kondisi krisis seperti ini.

Walaupun perusahaan anda hanya membuat laporan laba rugi saja, buatlah laporan laba rugi yang tepat. Laporan ini harus mempresentasikan bulan sebelumnya apakah perusahaan kita mengalami keuntungan plus atau minus dan berapa persen keuntungan.

Berdasarkan dari laporan laba rugi bulan sebelumnya, anda dapat membuat proyeksi laporan laba rugi untuk bulan ini hingga 3 bulan ke depan. Proyeksikan laba rugi dengan mengestimasi berapa persen kenaikan atau penurunan omzet yang dimiliki. Estimasikan proyeksi ini dalam 3 bulan ke depan. Tujuan dari proyeksi ini adalah untuk mengetahui perkiraan pendapatan atau perkiraan uang masuk yang bisa didapatkan setiap bulan ke depan dalam perusahaan.

2. Memilah Biaya yang Bisa Dikurangkan

Buat perkiraan biaya yang harus Anda keluarkan setiap bulan dan sebelumnyna harus dipisahkan terlebih dahulu antara fixed cost dan variable cost. Dalam biaya perusahaan pasti ada biaya yang pasti dikeluarkan setiap bulannya (fixed cost). Selain itu juga pasti ada biaya yang tidak harus anda keluarkan setiap bulan (variable cost)

Setelah mengetahui yang mana fixed cost dan variable cost, pilah-pilah lagi biaya yang bisa diminimalkan. Variable cost ini bisa dipertimbangkan lagi biaya mana yang bisa dikurangi atau dihilangkan. Variable cost bisa lebih mudah untuk dikurangkan karena biaya yang tidak menjadi kepentingan utama perusahaan. Contohnya di biaya iklan, promosi dan entertainment. Biaya iklan mungkin tidak harus dihilangkan tapi dapat dikurangi atau diminimalkan. Sedangkan biaya promosi dan entertainmen bagaimana? Pertanyaannya apakah jika melakukan promosi dan entertainmen saat pandemi seperti apakah berdampak besar pada usaha? Tentu jawabannya kemungkinan besar adalah tidak. Maka biaya-biaya ini bisa dihilangkan.

Selain itu juga perlu kita perhatikan biaya operasional, terutama biaya gaji. Kendala yang kerap terjadi padahal omzet menurun bisa diatas 50% tapi tetap saja biaya gaji tidak bisa dikurangkan. Harapannya PHK bukanlah sebuah opsi yang dilakukan. Anda dapat menyampaikan secara baik-baik bahwa memang kondisinya tidak memungkinkan. Lakukan negosiasi ulang kepada karyawan bahwa kondisi seperti apa yang harus dilakukan. Tentu jika dikomunikasikan dengan baik pasti mengerti karena memang wabah ini sudah mendunia.

Banyak hal yang bisa diupayakan untuk dilakukan agar usaha tetap bisa survive di masa pandemi seperti ini. Kreativitas kita diuji untuk tetap mempertahankan usaha & semoga penjelasan diatas dapat menambah wawasan bagi pengusaha di Indonesia. Untuk penjelasan lebih lanjut, silahkan Anda tonton di video di bawah ini.


Tags

bisnis, corona, covid-19, keuangan, keuangan perusahaan, laporan keuangan, laporan laba rugi, proyeksi laba rugi


You may also like

Tanggal Setor & Lapor Pajak Anda Harus Tahu. Belum Tahu? BAHAYA!

Negosiasi Utang ke Bank atau Supplier dalam Strategi Keuangan

Leave a Repl​​​​​y

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top
Jakarta OfficeSurabaya OfficeInstagramFacebookYouTube