April 20

0 comments

PPN 11 Persen Berlaku! Apa yang Harus Pengusaha Lakukan?

RESMI!!! PPN NAIK JADI 11%, HAL INI HARUS DIPERSIAPKAN OLEH PENGUSAHA! Pemerintah secara resmi menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 10 persen menjadi 11 persen mulai hari ini, Jumat (1/4/2022). Kebijakan tarif PPN 11 persen tersebut tertuang dalam Pasal 7 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP).

Lalu, bagaimana dengan Anda sebagai pengusaha, apakah harus bayar PPN lebih besar lagi? Apakah bisa merugikan perusahaan? Apa yang harus dilakukan? Simak pada video berikut ini.

PPN merupakan pungutan pemerintah yang di kenakan atas setiap transaksi jual beli barang atau jasa yang di lakukan oleh Wajib Pajak orang pribadi atau Wajib Pajak badan yang telah menjadi Pengusaha Kena Pajak (PKP).

Di kutip dari situs Kementerian Keuangan, kenaikan PPN di maksudkan untuk memperkuat perekonomian Indonesia dalam jangka panjang dan membantu pembiayaan anggaran negara. Khususnya dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional, antara lain pemberian berbagai insentif dalam menanggulangi dampak Covid-19.

Polemik Kenaikan PPN 11 Persen

Kenaikan tarif PPN hingga 11 persen akan menaikkan harga barang dan jasa yang tidak di bebaskan dari PPN. Hal ini di karenakan pihak yang dikenakan PPN adalah konsumen atau pembeli akhir.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan, kenaikan PPN sebesar 1 persen masih di bawah rata-rata PPN dunia. “Kalau rata-rata PPN dunia 15 persen, kalau kita lihat negara-negara OECD dan lain-lain, Indonesia 10 persen. Kita naikkan menjadi 11 (persen) dan nanti 12 (persen) pada 2025,” kata Menkeu. di kutip dari Kontan.co.id.

Menkeu memahami bahwa saat ini perhatian publik dan dunia usaha terfokus pada pemulihan ekonomi.

Namun, hal tersebut tidak menghalangi pemerintah untuk membangun fondasi perpajakan yang kuat. Apalagi di masa pandemi, APBN merupakan instrumen yang kerjanya luar biasa sehingga perlu segera di rehabilitasi.

ppn 11 persen

“Jadi kita lihat saja masih ada ruang di mana Indonesia setara dengan kawasan OECD atau negara atau negara manapun di dunia. Tapi Indonesia tidak melebih-lebihkan,” ujarnya.

BACA JUGA:  Pahami Perbedaan Pajak Langsung dan Tidak Langsung dengan Mudah

Menkeu menegaskan, pajak merupakan gotong royong dari sisi perekonomian Indonesia dari kalangan relatif mampu. Pasalnya, pajak yang terkumpul akan di gunakan kembali untuk masyarakat.

“Kita jelas masih butuh pendidikan yang lebih baik, kesehatan yang lebih baik, bahkan kita perlu TNI kita lebih kuat, polisi lebih kuat sehingga kepastian hukum baik, keamanan kita baik. Semua itu bisa di lakukan, kita akan mencapainya, dan Kami akan membangunnya selangkah demi selangkah jika fondasi perpajakan kuat,” pungkasnya.

Dengan adanya kenaikan PPN menjadi 11%, pengusaha di tuntut untuk meningkatkan kemampuan untuk mempelajari perpajakan agar dapat mengelola pajak yang harus di bayarkan bisa lebih murah. Belajar pajak UMKM dengan mudah di ONLINE COURSE Mahir Pajak UMKM dalam 21 Hari.


Tags

akuntansi, arus kas, bayar pajak, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, karyawan, kena pajak, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, lapor pajak, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, modal


You may also like

Ukur Kinerja Karyawan Dengan Metode Balanced Scorecard

Ukur Kinerja Karyawan Dengan Metode Balanced Scorecard

Desainer Wajib Tahu Ini! Pajak Yang Dikenakan Pada Desainer

Desainer Wajib Tahu Ini! Pajak Yang Dikenakan Pada Desainer
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top

WORKSHOP MARKETING SYSTEM

4 Formula Menentukan Strategi Marketing yang Tepat di Bisnis untuk Tetap Berkembang di Masa Sulit

Hari
Jam
Menit
Detik