Desember 2

0 comments

Perhitungan BEP (Break Even Point) Yang Tepat Untuk Pemula

Sebagai pebisnis, Anda sering mengambil keputusan terkait investasi untuk pengembangan pemasaran dengan perhitungan BEP.

Untuk menghitung berapa tahun perusahaan dapat menghasilkan keuntungan atau untuk menentukan kapan bisnis Anda akan mengalami pengembalian investasi.

Oleh karena itu Anda harus memahami cara menghitung Break Even Point (BEP) dan menganalisisnya.

Break Even Point atau nama lain dari analisis impas di definisikan sebagai suatu keadaan atau titik di mana perusahaan dalam operasinya tidak memperoleh keuntungan dan juga tidak menderita kerugian.

Total keuntungan dan biaya suatu perusahaan berada pada posisi yang sama atau seimbang, sehingga dalam prosesnya tidak ada keuntungan dan kerugian.

perhitungan bep

Pengertian Perhitungan BEP (Break Even Point)

Break Even Point (BEP) adalah titik di mana pendapatan sama dengan modal yang di keluarkan, tidak terjadi kerugian maupun keuntungan.

Total untung dan rugi berada pada posisi 0 (nol).

Hal ini dapat terjadi jika perusahaan menggunakan biaya tetap dalam operasinya, dan volume penjualan hanya cukup untuk menutup biaya tetap dan biaya variabel.

Jika penjualan hanya cukup untuk menutupi biaya variabel dan sebagian biaya tetap, berarti perusahaan mengalami kerugian.

Sebaliknya jika penjualan melebihi biaya variabel dan biaya tetap yang harus di keluarkan, maka perusahaan akan memperoleh laba.

Break Even Point (BEP) sangat penting bagi sebuah perusahaan karena dapat membantu Anda dalam mengambil keputusan, misalnya apakah perlu menaikkan harga produk atau menurunkan biaya operasional.

Selain itu, informasi ini sering di gunakan oleh investor saham.

Perhitungan saham yang di lakukan dengan metode Break Even Point (BEP) pada saat seseorang melakukan jual beli saham dapat menganalisa kapan waktu yang tepat untuk membeli (call) dan kapan waktu yang tepat untuk menjual (put).

BACA JUGA:  Rahasia Ampuh mendapatkan Profit yang Lebih Besar Tanpa Menambah Modal

Konsep Titik Impas

Perhitungan atau penutupan BEP tergantung pada konsep atau asumsi yang mendasari yang di gunakan di dalamnya.

Menurut Susan Irawati dalam bukunya “Manajemen Keuangan”, ada beberapa asumsi dasar yang di gunakan dalam menghitung Break Even Point (BEP), yaitu sebagai berikut:

  • Biaya yang dikeluarkan dalam suatu perusahaan harus diklasifikasikan menjadi biaya tetap dan biaya variabel.
  • Biaya variabel yang berubah secara total sesuai dengan perubahan volume, sedangkan biaya tetap tidak berubah secara total.
  • Total biaya tetap tidak berubah walaupun ada perubahan aktivitas, sedangkan biaya tetap per unit akan bervariasi.
  • Harga jual per unit konstan selama periode yang dianalisis.
  • Banyaknya produk yang dihasilkan dianggap selalu habis terjual.
  • Perusahaan menjual dan memproduksi satu jenis produk, jika perusahaan membuat atau menjual lebih dari satu jenis produk maka “saldo penjualan” untuk setiap produk adalah tetap.

Selain itu, ada juga istilah Break Even Analysis yang menjadi dasar dari semua metode impas.

Fungsi Break Even Analysis adalah untuk mengetahui volume penjualan mana yang akan menghasilkan keuntungan atau kerugian.

Manfaat Perhitungan BEP

  1. Memberikan informasi tentang jumlah investasi yang dibutuhkan untuk mengimbangi pengeluaran awal.
  2. memberikan margin sebagai langkah pembatas agar tidak mengalami kerugian
  3. Digunakan secara luas, baik dalam analisis jual beli saham maupun analisis anggaran berbagai proyek yang dilakukan oleh perusahaan.

Komponen dalam Perhitungan BEP (Break Even Point)

Sebelum Anda menghitung nilai Break Even Point (BEP), baik dalam satuan produksi maupun Rupiah, Anda harus memahami terlebih dahulu komponen-komponen penting di dalamnya:

  1. Biaya Tetap, baik pada saat perusahaan berproduksi maupun tidak berproduksi.
  2. Biaya Variabel (Variable Cost), komponen ini bersifat dinamis dan bergantung pada tingkat volume produksi. Jika produksi meningkat, biaya variabel juga akan meningkat.
  3. Harga Jual, harga jual per satuan barang atau jasa yang telah diproduksi.
  4. Pendapatan (Revenue), adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh penjual barang.
  5. Laba (Profit), merupakan sisa pendapatan setelah dikurangi biaya tetap dan biaya variabel.
BACA JUGA:  Tips Mengatur Cash Flow Agar Keuangan Perusahaan Tetap Aman!

Metode Perhitungan dan Rumus Cara Menghitung

Dalam dunia akuntansi, perhitungan BEP sering di gunakan untuk mencari persamaan di mana biaya yang di keluarkan untuk produksi barang sesuai dengan pendapatan yang di peroleh dalam satu periode.

BEP = Biaya Tetap : (Harga jual per unit – biaya variabel per unit )

Selisih antara penurunan harga jual per unit dan biaya variabel per unit merupakan rumus margin kontribusi.

Metode ini dapat di gunakan untuk menentukan titik di mana total beban setara dengan total biaya dan jumlah unit yang di keluarkan.

BEP = Biaya tetap : Margin kontribusi per unit

BEP tidak hanya bisa di hitung dalam satuan, jika sudah mengetahui berapa unit yang harus terjual untuk menutupi biaya produksi, Anda bisa mengalikannya dengan biaya per unit.

Jika di inginkan dalam Rupiah, maka dari rumusan rumus titik impas dalam satuan di kalikan harga, maka:

BEP dalam bentuk mata uang = harga jual per unit x BEP per unit

Setelah mengetahui rumus menghitung Break Even Point (BEP) suatu bisnis, Anda juga perlu mengetahui tentang margin kontribusi.

Margin kontribusi dapat menentukan berapa banyak laba yang telah di jual suatu produk, dengan mengukur pengaruh penjualan terhadap laba.

Rumus untuk menghitungnya adalah:

Margin kontribusi : Total sales – Biaya variabel

Dalam menghitung margin kontribusi, hal penting yang harus di perhatikan adalah biaya variabel yang di bebankan, baik yang berkaitan dengan total biaya maupun terhadap total sales atau penjualan suatu perusahaan.

Dengan menggunakan margin kontribusi, perusahaan dapat memisahkan biaya produksi tetapnya dari keuntungan yang di perolehnya.

Dengan begitu perusahaan mengetahui interval harga produk yang akan di jual.


Tags

akuntansi, arus kas, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, karyawan, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, modal, online, peluang, promosi


You may also like

5 Rekomendasi Aplikasi Pencatatan Keuangan Usaha

5 Rekomendasi Aplikasi Pencatatan Keuangan Usaha

3 Cara Membuat Standar Operasional Prosedur Perusahaan yang Ideal

3 Cara Membuat Standar Operasional Prosedur Perusahaan yang Ideal
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top