Februari 4

0 comments

Pentingnya Pettycash Dalam Pembukuan Bagi Pengusaha

Bisnis adalah salah satu usaha untuk memperoleh keuntungan melalui kegiatan penyediaan jasa atau penyediaan produk bagi konsumen terutama pettycash. Dalam kegiatan bisnis, baik besar maupun kecil, salah satu hal penting yang menjadi faktor penentu keberhasilan adalah manajemen keuangan. Pettycash merupakan salah satu metode yang umum di gunakan – atau sering di sebut dengan kas kecil

Manajemen keuangan penting untuk melihat bagaimana perusahaan berkembang berdasarkan pendapatan dan pengeluaran yang di lakukan. Manajemen keuangan harus di kembangkan dengan baik oleh para pekerja dari divisi keuangan, termasuk memilih sistem yang tepat untuk perusahaan. Catatan di buat tidak hanya perubahan besar tetapi juga perubahan kecil.

pettycash

Pengertian Pettycash

Pengeluaran perusahaan tidak hanya melalui pengeluaran yang besar dari suatu transaksi tetapi juga melalui transaksi yang kecil tetapi kuantitasnya besar. Seringkali karena nominalnya kecil, pengeluaran ini luput dari perhatian dan menimbulkan masalah serius. Pendataan keuangan harus di lakukan dalam catatan-catatan tertentu agar mudah di ketahui.

Pettycash dapat di artikan sebagai sejumlah kecil uang yang di siapkan oleh perusahaan untuk di gunakan ketika ada pengeluaran kecil. Biasanya dari sejumlah kecil uang yang di siapkan, akan di gunakan ketika ada transaksi mendadak atau rutin yang di butuhkan perusahaan. Nah, dari kas kecil itu berupa uang, bukan bahan yang di siapkan.

Ciri khas dari Pettycash adalah jumlah nominalnya telah di tentukan sebelumnya oleh manajemen perusahaan dalam jumlah tertentu atau terbatas.

Biasanya besaran nominal yang di gunakan bergantung pada kebijakan perusahaan tertentu yang di sesuaikan dengan skala operasional. Penggunaan kas kecil misalnya untuk membeli kebutuhan ATK yang rumit jika harus melalui prosedur.

Tujuan Pettycash

Pembuatan kas kecil bukan tanpa alasan mengingat keberadaannya yang penting dalam sebuah bisnis. Bahkan perusahaan besar pun masih menyimpan kas kecil. Beberapa tujuan kas kecil adalah sebagai berikut:

  • Hindari prosedur yang sangat tidak efisien dan tidak ekonomis ketika diperlukan pengeluaran mendadak dalam jumlah yang relatif kecil.
  • Memfasilitasi karyawan atau staf ketika ingin melakukan pelayanan maksimal namun mengalami kendala dalam beberapa hal. Penting juga untuk menjaga hubungan perusahaan dengan mitra.
  • Mempercepat terwujudnya suatu kegiatan yang membutuhkan dana secara cepat dan tiba-tiba tanpa adanya perencanaan sebelumnya.
  • Masalah peralatan atau kebutuhan kantor yang sudah habis namun perlu dipenuhi dalam waktu yang relatif singkat.
BACA JUGA:  Sistem Manajemen SDM, Kunci Pengembangan Karyawan

Metode Pettycash

Metode yang biasa di gunakan oleh perusahaan biasanya berbeda-beda tergantung kebijakan perusahaan. Biasanya cara ini akan erat kaitannya dengan bagaimana pihak terkait melakukan tahapan-tahapan dalam menggunakan dana yang ada. Pencatatan ini harus di lakukan secara lengkap tanpa ada kesalahan di dalamnya. Dua metode yang ada dalam kas kecil adalah:

1. Imprest Fund System (Metode Tetap)

Metode pertama yang umum di gunakan adalah metode tetap atau metode imprest, di mana akun-akun yang ada akan selalu memiliki jumlah yang sama.

Perubahan uang tunai akan di ganti dengan sejumlah uang tertentu pada waktu tertentu, misalnya seminggu sekali. Biasanya ketika terjadi transaksi, pengguna kas kecil tidak akan langsung mencatatnya, melainkan hanya akan mengumpulkan bukti transaksi tersebut.

Ciri khas dari penggunaan metode ini adalah pengisian kembali uang tunai yang ada. Pengisian akan di lakukan sesuai dengan pengeluaran yang telah di lakukan sehingga jumlah uang yang tersedia akan sama dengan jumlah yang di tetapkan.

Pencatatan di lakukan bila jumlah uang yang ada di kas kecil sudah tidak mencukupi lagi dan harus di isi kembali.

Langkah operasional metode ini di mulai dengan memberikan sejumlah uang kepada pemegang kas kecil untuk di gunakan memenuhi kebutuhan yang mendesak.

Ketika di butuhkan, uang tersebut kemudian di gunakan dalam transaksi pembayaran. Setelah itu, ketika dana hampir habis, akan di isi kembali dengan jumlah yang sama dengan pengeluaran.

2. Fluctuating Fund System (Metode Fluktuatif)

Metode kedua dan terakhir dalam mengelola kas kecil adalah metode fluktuatif atau metode fluktuasi ini. Jika pada metode tetap jumlah uang yang di pegang pengguna tetap, maka pada metode ini jumlah uang tunai di sesuaikan dengan kebutuhan.

BACA JUGA:  Mau Coba Usaha Gabungan? Pengusaha Harus Tahu Joint Venture

Sistem ini mensyaratkan nominal yang tidak harus sama dengan nominal awal saat pertama kali polis di ambil.

Misalnya, jika nominal kas awal adalah 1 juta, ketika digunakan, jumlah uang akan berkurang dan perlu di isi kembali.

Saat pengisian, perusahaan yang menggunakan sistem ini dapat memberikan jumlah uang sesuai dengan kebutuhan. Jadi jumlahnya tidak harus sama dengan saldo awal, bisa bertambah dan berkurang.

Catatan keuangan pembayaran yang di lakukan dalam kas kecil harus dimasukkan dalam jurnal dengan mendebit perkiraan biaya dan mengkredit.

Jumlah dana yang terdapat dalam kas kecil akan di sesuaikan dengan perkembangan kebutuhan penggunanya.

Dokumen yang Di perlukan dalam Pettycash

Dokumen dari kas kecil itu sendiri harus lengkap agar setiap transaksi yang di lakukan dapat di percaya dan memiliki bukti yang nyata. Hal ini di lakukan untuk mencegah perilaku penipuan keuangan dan berfungsi untuk evaluasi keuangan di masa mendatang. Beberapa dokumen yang di perlukan untuk pencatatan Pettycash adalah:

1. Bukti Kas Keluar

Bukti kas keluar di perlukan agar ketika ada perintah pencairan kas, pergerakan keuangan dapat terpantau melalui dokumen ini. Dalam sistem kas kecil ini, bukti kas keluar juga bisa di gunakan untuk evaluasi dan saat ingin menambah saldo.

2. Cek

Cek adalah dokumen penting selanjutnya yang harus di jaga dengan baik. Surat cek itu sendiri biasanya di gunakan agar pihak bank mau membayar sejumlah uang kepada badan atau orang yang membawa cek tersebut. Cek ini merupakan pembayaran yang di lakukan oleh perusahaan melalui jasa bank terlebih dahulu karena pembayaran tunai saat ini kurang efisien.

3. Permintaan Pengeluaran Kas Kecil

Ketika jumlah uang di kas kecil tidak lagi sesuai dengan kebutuhan, pengguna dapat mengajukan permintaan pengeluaran. Namun dokumen ini harus di penuhi dengan kebutuhan yang rasional dan perlu. Pengisian kembali ini hanya dapat di ajukan apabila ada dokumen permintaan sebagai bukti pengeluaran untuk pertimbangan apakah di setujui atau tidak.

BACA JUGA:  Tips Mengelola Bisnis Makanan Ringan yang Mudah Kadaluarsa

4. Bukti Pengeluaran

Penggunaan kas kecil, meskipun jumlahnya relatif kecil, tetap harus di pertanggungjawabkan kepada atasan. Bukti dokumen pengeluaran ini dapat menjadi bukti nyata pengeluaran apa saja yang di lakukan dan bagaimana penggunaannya. Terdapat lampiran pengeluaran seperti nota sebagai bukti transaksi yang di lakukan.

5. Permintaan Pengisian Kas Kecil

Pemegang dana kas kecil ketika jumlah dana yang di milikinya tidak mencukupi atau hanya tersisa sedikit, maka perlu melakukan pengisian ulang. Kini keberadaan dokumen ini dapat menjadi bukti agar bagian hutang dapat memberikan sejumlah kas keluar untuk keperluan pengisian kembali dana kas kecil tersebut.

Itulah beberapa hal, mulai dari pengertian, fungsi, hingga jenis topik bahasan kali ini, kas kecil. Keberadaan kas kecil ini memegang peranan yang sangat penting sehingga harus memperhatikan dengan seksama bagaimana perhitungan keuangan di lakukan. Catatan keuangan yang baik merupakan salah satu bukti bahwa sebuah perusahaan memiliki potensi untuk terus berkembang.


Tags

akuntansi, arus kas, bayar pajak, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, karyawan, kena pajak, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, lapor pajak, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, modal


You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top

SIAP KEMBANGKAN BISNIS!

Otomatisasi Bisnis dengan Metode PSF

Sudah bukan jamannya bisnis malah bikin stres..

Hari
Jam
Menit
Detik