Maret 4

0 comments

Pentingnya Petty Cash Dalam Sebuah Laporan Keuangan

Kas kecil atau petty cash merupakan dana pengeluaran rutin dan relatif kecil jumlahnya. Apa contoh pencatatan laporan buku atau jurnal kas kecil?

Setiap pelaku usaha baik Usaha Kecil Menengah (UKM) maupun usaha besar pasti menyadari bahwa pengelolaan keuangan perusahaan merupakan faktor yang sangat penting untuk diperhatikan.

Hal ini di karenakan perusahaan dapat melihat secara jelas perkembangan usahanya dari besaran pengeluaran atau pemasukan, dan kemudian data tersebut hanya dapat di lihat dari hasil pengelolaan keuangan.

Untuk mengelola keuangan perusahaan dengan baik, kemudian staf bagian keuangan harus membangun sistem yang tepat dan sesuai dengan budaya perusahaan.

Ada beberapa cara yang umum di gunakan, mulai dari penggunaan invoice untuk berbagai kebutuhan stok dan inventaris gudang seperti pengadaan barang dan kebutuhan lainnya.

Selain invoice, kas kecil atau petty cash merupakan model lain yang di gunakan dalam mengelola keuangan bahkan di perusahaan besar sekalipun.

Perusahaan sering menggunakan aplikasi kas masuk dan kemudian keluar untuk pencatatan keuangan dan kas yang lebih rapi dan praktis.

petty cash

Pengertian Petty Cash

Dalam melakukan transaksi bisnis, kemudian perusahaan tidak selalu mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk membayar sesuatu.

Namun, tanpa di sadari, ternyata perusahaan juga bisa mengeluarkan uang dalam nominal kecil, namun dalam jumlah besar.

Meski begitu, setiap uang yang keluar tetap harus di buat dalam pembukuan (pembukuan) atau aplikasi akuntansi untuk memudahkan akuntan perusahaan mencatat keuangan perusahaan.

Pembukuan sederhana ini akan mencatat setiap pengeluaran yang di lakukan oleh perusahaan dalam jumlah nominal yang kemudian tidak terlalu banyak atau biasa di kenal dengan petty cash atau kas kecil.

Kas kecil atau petty cash adalah dana yang di gunakan untuk membiayai operasional perusahaan atau hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan yang kemudian di lakukan oleh perusahaan.

BACA JUGA:  Cara Menghitung Rumus Economic Order Quantity Di Persediaan

Jenis kas ini di gunakan untuk membiayai pengeluaran pimpinan yang relatif kecil, kemudian seperti dana untuk menjamu klien atau rekan kerja, dana konsumsi untuk rapat, dan sebagainya.

Sebagai orang yang di percaya pimpinan untuk mengelola kas kecil, sekretaris harus mampu mengatur dan merencanakan penggunaan dana serta kemudian membuat catatan atas laporan keuangan yang di bukukan kembali oleh bagian keuangan perusahaan.

Pengelolaan kas kecil keuangan di lakukan oleh kemudian Biro Sekretariat atau pejabat keuangan pemula untuk pencairan kas.

Hal ini di lakukan untuk kemudian mendukung pelaksanaan tugas yang ada.

Tujuan di adakannya kas kecil adalah agar sekretariat tidak perlu meminta dana keuangan setiap kali ingin mengeluarkan dana.

Karena umumnya perusahaan akan sering mengeluarkan dana yang relatif kecil untuk berbagai keperluan.

Metode Pengelolaan Petty Cash

Metode ini meliputi tahapan pengelolaan dalam penggunaan dana yang ada.

Sehingga pada saat laporan penggunaan kas kecil di minta oleh pihak-pihak yang berkepentingan dapat segera di tunjukkan secara lengkap tanpa ada kesalahan.

Ada 2 (dua) metode pencatatan jurnal kas kecil.

Berikut penjelasannya, sebelum mulai belajar seperti apa contoh kas kecil itu.

Metode Tetap (Imprest Fund System)

Metode Tetap adalah metode pembukuan kas kecil di mana kemudian jumlah rekening kas kecil selalu tetap.

Setiap terjadi pengeluaran kas, pemegang kas kecil tidak langsung mencatatnya dalam jurnal kas kecil, tetapi hanya mengumpulkan bukti transaksi pengeluaran tersebut.

Fitur metode tetap meliputi:

  • Bukti penggunaan dana kas kecil yang dikumpulkan oleh pengelola.
  • Pengisian kembali dana kas kecil dilakukan dengan cara menarik cek yang jumlahnya sama dengan dana yang telah digunakan sehingga jumlah dana kas kecil kembali ke jumlah yang semula ditetapkan.
  • Selanjutnya, langkah-langkah berikut dilakukan dalam metode tetap:
  • Pembentukan dana kas kecil dimana pemegang kas akan diberikan sejumlah uang tunai yang nantinya akan digunakan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dalam waktu tertentu.
  • Dana kas kecil digunakan untuk pembayaran transaksi pengeluaran.
  • Setelah dana kas kecil habis/hampir habis, kasir mengisi kembali dana kas kecil tersebut sesuai nominal pengeluaran yang terjadi.
BACA JUGA:  3 Tips Menerapkan Sistem Informasi Manajemen Ideal Bagi Usaha UMKM

Metode Berubah-ubah

Metode variabel adalah metode pengisian dan pengendalian kas kecil yang kemudian jumlahnya akan selalu berubah (sesuai kebutuhan).

Sistem ini mensyaratkan jumlah nominal kas kecil tidak di tetapkan tetapi sesuai dengan kebutuhan.

Misalnya pada saat membuat kebijakan pertama kali, perusahaan menetapkan kas kecil nominal Rp 5 juta, yang kemudian di gunakan sesuai kebutuhan dan kemudian di isi kembali.

Pada saat pengisian ulang, jika perusahaan menggunakan sistem dana tetap, jumlah kas kecil harus sama dengan saldo awal.

Namun pada metode sistem dana berubah (floating fund), jumlah pengisian kas kecil tidak harus sama dengan jumlah nominal saldo awal, bisa kurang atau lebih.

Ciri-ciri metode arbitrer adalah sebagai berikut:

  • Pembentukan dan penambahan dana kas kecil dicatat dalam akun debet
  • Bukti pengeluaran kas kecil dicatat dalam jurnal kas kecil dengan mendebet akun-akun yang terkait dengan penggunaan akun kredit.
  • Besaran dana kas kecil yang disediakan berfluktuasi sesuai dengan perkembangan aktivitas para pihak yang menggunakan dana tersebut.

Dokumen yang di Butuhkan Petty Cash

Berikut adalah beberapa dokumen yang di perlukan sebelum Anda mulai mempelajari contoh kas kecil.

Bukti Kas Keluar

Dokumen ini berguna agar perintah pengeluaran kas dari fungsi akuntansi pada fungsi kas besar yang tercantum dalam dokumen pembukuan tersebut.

Dalam sistem dana kas Kecil, dokumen ini sangat di butuhkan pada saat pengisian kembali dana kas kecil.

Cek

Cek adalah surat yang di gunakan untuk memerintahkan bank agar membayar sejumlah uang tertentu kepada seseorang atau badan yang namanya tertulis pada cek atau kepada pembawa cek.

Permintaan Pengeluaran Petty Cash

Dokumen ini di gunakan oleh pengguna kas kecil untuk meminta sejumlah uang dari kemudian pemegang dana.

BACA JUGA:  Kelola Alur Barang Masuk & Keluar Dalam Manajemen Gudang Produksi

Bagi pemegang dana kas kecil, dokumen ini berguna kemudian sebagai bukti pencairan.

Dokumen ini akan di simpan oleh pemegang kas kecil sesuai dengan kemudian nama pencairan dananya.

Bukti Pengeluaran Kas Kecil

Dokumen ini di buat oleh pengguna dana kas kecil untuk kemudian mempertanggungjawabkan penggunaan dana kas kecil.

Dokumen ini di sertai dengan bukti pengeluaran kas kecil kemudian dan di serahkan oleh pengguna dana kas kecil kepada pemegang dana kas kecil.

Permintaan Pengisian Kembali Kas Kecil

Dokumen ini di buat oleh pemegang dana kas kecil untuk meminta bagian utang membuat bukti kas keluar untuk kemudian mengisi kembali dana kas kecil.


Tags

akuntansi, arus kas, bayar pajak, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, karyawan, kena pajak, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, lapor pajak, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, modal


You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top

SIAP KEMBANGKAN BISNIS!

Otomatisasi Bisnis dengan Metode PSF

Sudah bukan jamannya bisnis malah bikin stres..

Hari
Jam
Menit
Detik