Agustus 11

0 comments

Penting Pahami Apa Itu Likuiditas Dalam Perusahaan Anda

Jadi sebenarnya, apa itu likuiditas? Likuiditas merupakan istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan kondisi keuangan suatu perusahaan.

Dalam menjalankan bisnis, sebuah perusahaan tentunya mengemban berbagai tanggung jawab, salah satunya dalam hal melunasi hutang.

Bagi perusahaan dengan likuiditas yang baik, ini bukan masalah besar. Namun, bagi perusahaan dengan likuiditas yang buruk, utang jangka pendek yang menumpuk bisa menjadi kasus fatal yang dapat mengancam operasional perusahaan.

Lalu, apa itu likuiditas dan mengapa penting bagi perusahaan untuk terus beroperasi?

Apa Itu Likuiditas?

Penting Pahami Apa Itu Likuiditas Dalam Perusahaan Anda

Seperti penjelasan sebelumnya, likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk melunasi hutang dan kewajiban jangka pendeknya. Hutang jangka pendek perusahaan meliputi hutang dagang, pajak, deviden, dan sebagainya.

Likuiditas juga memiliki arti sebagai kemampuan individu atau perusahaan untuk segera melunasi hutangnya dengan menggunakan aktiva lancarnya. Tanpa kemampuan ini, perusahaan tidak akan dapat menjalankan operasi bisnis seperti biasa.

Tingkat likuid yang perusahaan miliki umumnya terlihat dengan menggunakan angka-angka tertentu. Angka yang menggambarkan likuid biasa disebut dengan quick ratio, current ratio, dan cash ratio.

Ketika mengukur kinerja perusahaan menggunakan likuiditas, semakin tinggi nilainya, semakin baik kinerjanya. Pasalnya, ketika perusahaan memiliki tingkat likuid yang tinggi, peluang untuk mendapatkan dukungan dari berbagai pihak juga terbuka lebar.

Lembaga keuangan, pemasok, dan kreditur pasti cenderung memilih perusahaan dengan likuid tinggi untuk ‘menyimpan’ dananya. Sehingga likuiditas yang perusahaan miliki ini sangat berperan penting dalam menunjukkan kinerjanya dan menjadi incaran para investor.

Manfaat dan Peran Likuiditas

Likuiditas dalam suatu perusahaan memiliki manfaat dan peran penting dalam proses operasi perusahaan Anda, berikut ulasannya:

  • Menjadi media yang tepat untuk menjalankan aktivitas bisnis sehari-hari perusahaan.
  • Khusus untuk perusahaan yang bergerak di bidang keuangan atau financial dapat mempermudah nasabah yang ingin menarik atau meminjam dana.
  • Sebuah alat yang dapat memicu perusahaan untuk meningkatkan kinerja karyawan.
  • Mampu membantu manajemen dalam melakukan pengecekan efisiensi modal kerja.
  • Sebagai alat untuk mencegah jika terjadi keadaan darurat atau kebutuhan dana yang mendesak.
  • Menjadi acuan tingkat fleksibilitas perusahaan saat menerima persetujuan bisnis lain atau investasi yang menguntungkan.
  • Jadilah ukuran kemampuan perusahaan Anda untuk membayar kewajiban jangka pendek.
  • Membantu perusahaan dalam menginterpretasikan posisi keuangan dan melakukan analisis jangka pendek.
BACA JUGA:  Apa Itu Cost Control? Yuk Ketahui 5 Tugas dan Tanggung Jawabnya

Oleh karena itu, menjaga posisi likuid perusahaan menjadi penting. Karena ketika perusahaan mempertahankannya, dapat lebih mudah mendapatkan kepercayaan dari pihak eksternal dan internal.

Jika kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya cukup baik, tentunya dapat membayar upah karyawan tepat pada waktunya. Lebih mudah mengajukan pinjaman kepada investor, bank, atau pihak lain.

Komponen Utama Likuiditas

Setelah membahas peran likuiditas, hal selanjutnya yang perlu paham adalah tentang komponen likuid. Pada dasarnya komponen likuiditas terbagi menjadi tiga yaitu, density, depth, dan resiliency.

Untuk komponen pertama, density, menggambarkan jarak atau kesenjangan dari harga normal suatu produk dengan harga yang disepakati. Jadi, melalui likuiditas, perusahaan dapat menjelaskan tentang kesepakatan atas transaksi suatu produk yang terpakai.

Adapun komponen kedua, depth, adalah volume atau kuantitas suatu produk yang dijual dan dibeli. Informasi dalam komponen kedalaman ini juga menjelaskan tingkat harga untuk produk yang dijual atau dibeli.

Terakhir, komponen ketahanan likuid dijelaskan tentang nilai kecepatan perubahan dari harga normal ke harga efisien. Umumnya penjelasan komponen ketiga ini terjadi setelah terjadi penyimpangan atau ketidakstabilan harga suatu barang.

Jenis-Jenis Rasio Likuiditas

Menurut Harahap (2010), rasio likuiditas menggambarkan kemampuan perusahaan untuk menyelesaikan kewajiban jangka pendeknya. Rasio-rasio tersebut dapat terhitung melalui sumber modal kerja, yaitu aktiva lancar dan kewajiban lancar.

Rasio-rasio yang dapat terpakai untuk mengukur likuid perusahaan adalah:

1. Rasio Lancar

Rasio lancar adalah tingkat kemampuan perusahaan untuk menggunakan aset lancar dalam membayar semua kewajiban atau hutang lancarnya. Semakin tinggi jumlah aktiva lancar maka semakin tinggi rasio lancar yang berarti perusahaan memiliki tingkat likuid yang tinggi.

Rasio Lancar = Aktiva Lancar/ Utang Lancar

2. Rasio Cepat

Rasio ini dengan nama lain Acid Test Ratio menunjukkan seberapa besar kemampuan perusahaan untuk melunasi hutang jangka pendek dengan menggunakan aktiva lancar tanpa mempertimbangkan persediaan perusahaan. Sebab, persediaan membutuhkan waktu lama untuk diubah menjadi aset.

Rasio Cepat = (Aset Lancar – Persediaan)/ Utang Lancar

3. Rasio Kas

Kas dan surat berharga jangka pendek adalah komponen aset lancar yang paling siap untuk dicairkan. Rasio kas mengukur likuid aset lancar yang pasti dapat terkonversi menjadi uang tunai.

Rasio Kas = (Kas + Surat Berharga Jangka Pendek)/ Utang Lancar

Kesimpulan

Likuiditas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek. Menghitung tingkat likuid suatu perusahaan merupakan salah satu hal yang penting untuk dilakukan.

BACA JUGA:  Sering Salah! Begini Cara Mengisi Kwitansi Yang Benar!

Pasalnya, dengan mengetahui rasio likuiditas, perusahaan bisa mendapatkan gambaran perkembangan keuangan. Dengan begitu, kondisi keuangan perusahaan dan kemampuan melunasi kewajiban dan utang jangka pendeknya dapat terlacak.


Tags

akuntansi, arus kas, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, karyawan, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, modal, online, pajak, peluang


You may also like

Ukur Kinerja Karyawan Dengan Metode Balanced Scorecard

Ukur Kinerja Karyawan Dengan Metode Balanced Scorecard

Desainer Wajib Tahu Ini! Pajak Yang Dikenakan Pada Desainer

Desainer Wajib Tahu Ini! Pajak Yang Dikenakan Pada Desainer
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top