Oktober 21

0 comments

Multi Level Marketing : Bagaimana Pelaporan Pajaknya?

Multi Level Marketing (MLM) adalah salah satu sistem pemasaran dengan memanfaatkan pelanggan sebagai jaringan distribusi. Istilah lain Multi Level Marketing adalah Network Marketing, Multi Generation Marketing dan Uni Level Marketing. Berdasarkan akar katanya, Multi artinya banyak, level artinya berjenjang dan Marketing artinya pemasaran, sehingga Multi Level Marketing adalah pemasaran yang banyak dan berjenjang.

Perbedaan antara bisnis Multi Level Marketing dengan bisnis konvensional, yaitu sebagai berikut:

  1. Armada penjualan. Di dalam MLM, tenaga penjualnya adalah para distributornya, mereka mempekerjakan dirinya sendiri, menjadi bos bagi dirinya sendiri. Sedangkan pada bisnis konvensional, arus barang harus melewati produsen-distributor/grosir-pedagang eceran-konsumen. 
  2. Pembagian keuntungan. Pada MLM para distributor memperoleh imbalan dari perbandingan langsung usaha yang dilakukannya. Sedangkan pada bisnis konvensional orang-orang yang menerima keuntungan adalah para pemilik dan para direktur berbagai perusahaan distribusi. Amat jarang para pegawai penjualan toko eceran ikut menikmati keuntungan, betapapun unggul dan kerasnya mereka bekerja. 
  3. Menjual produk. Semua penjualan MLM dilakukan melalui penjualan langsung atau direct selling. Sedangkan bisnis konvensional, menjual barang-barang konsumen melalui toko-toko, katalog dan melalui pos.

Jenis Metode Pembagian Penghasilan Agen MLM

  1. Agen atau distributor MLM akan mendapatkan penghasilan dari keuntungan penjualan produk secara langsung dengan selisih harga seperti penjualan produk pada umumnya.
  2. Agen atau distributor MLM akan mendapatkan komisi atau bonus.
  3. Dan agen atau distributor MLM akan mendapatkan pendapatan hasil penjualan atau total omzet jaringan yang telah dibangunnya. Sehingga semakin besar dan banyak jaringan yang dimiliki, maka semakin besar pula kesempatan dalam memperoleh pendapatan.

Hal Penting Yang Perlu Diperhatikan Perpajakan Bagi Pebisnis MLM

  1. Setiap member perusahaan MLM sebaiknya memiliki NPWP, karena jika tidak maka akan dikenai denda sebesar 20%.
  2. Dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) bulan sejak awal tahun pajak, agen MLM harus menyampaikan surat pemberitahuan kepada Direktur Jenderal Pajak, bahwa pada penghitungan penghasilan neto adalah menggunakan Norma Penghitungan. Jika tidak menyampaikan pemberitahuan, namun tetap menggunakan Norma Penghitungan, maka akan dikenai denda sebesar 50% dari Pajak Penghasilan yang tidak atau kurang dibayar dalam tahun pajak yang bersangkutan.
  3. Sebagai pendukung penghitungan pajak, para agen atau distributor perusahaan MLM wajib membuat pencatatan atas penghasilan yang diperoleh. Hal ini telah diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak no. PER-4/PJ/2009.

Perhitungan Pajak Penghasilan Bagi Agen MLM

Bagi Anda yang berprofesi atau sebagai agen di bidang MLM, perlu diketahui kewajiban pajak Anda. Hal ini penting untuk menghindari sanksi-sanksi pajak yang menyebabkan kerugian. Perhitungan pajak penghasilan bagi agen MLM, kami bahas secara lengkap dalam video berikut ini.


Tags


You may also like

Apa Pentingnya Software Akuntansi Buat Usaha Anda?

Bagaimana Prosedur Penjualan Yang Tepat Pada Usaha Distributor?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top
Jakarta OfficeSurabaya OfficeInstagramFacebookYouTube