Juli 21

0 comments

Pajak Bisnis Rental Kendaraan, Baik Mobil atau Motor

Dunia bisnis semakin ramai dengan para pelaku bisnis. Meski setiap bisnis adalah eksperimen yang hasilnya tidak pernah di ketahui secara pasti, namun tidak sedikit anak muda dan dewasa yang ingin mulai terjun ke dunia bisnis, termasuk Sobat DConsulting. Dari berbagai peluang bisnis tersebut, bisnis rental mobil cukup di lirik karena memiliki potensi keuntungan yang menggiurkan.

Anda hanya perlu menyiapkan strategi pemasaran yang tepat untuk menarik pasar. Bisnis rental mobil yang semakin menjadi trend mengundang banyak pebisnis baru untuk ikut meramaikan pasar dan saling bersaing untuk menarik hati calon konsumen.

Berbagai cara juga di lakukan oleh para pelaku usaha tersebut, mulai dari penggunaan media sosial hingga periklanan dan mengadakan promo-promo khusus dengan memanfaatkan momentum seperti mengadakan diskon pada saat Libur Nasional.

Peluang yang di gadang-gadang akan sangat menguntungkan ini mendorong banyak pebisnis untuk terjun ke bisnis rental mobil.

Namun, meski tidak sedikit para pelaku usaha yang bergerak di sektor ini, nyatanya tidak banyak dari mereka yang sudah mengetahui cara mengurus Pajak Penghasilan (PPh) yang di bebankan.

Berikut ini adalah kewajiban perpajakan yang harus di ketahui oleh pemilik usaha rental mobil atau pajak usaha rental mobil dan penjelasan mengenai pajak sewa kendaraan:

rental mobil

Kewajiban Pajak Penghasilan Badan untuk Pajak Usaha Sewa Mobil

Setiap pemilik usaha rental mobil akan di kenakan Pajak Penghasilan Badan dan Orang Pribadi (PPh). Ketentuan pembayaran pajak dapat di sesuaikan dengan bentuk usaha yang di dirikan, apakah itu PT, CV, Yayasan atau bentuk usaha lainnya.

Bagi pemilik usaha yang berbadan hukum, pembayaran pajak yang harus di lakukan adalah Pajak Penghasilan Badan. Sedangkan bagi pemilik usaha yang tidak berbadan hukum, yang harus di bayar adalah Pajak Orang Pribadi. Perhitungan pajak penghasilan badan tergantung pada laba bersih yang di terima perusahaan pada akhir tahun.

Jika Anda adalah pemilik usaha rental mobil yang telah membuat pembukuan sesuai dengan standar akuntansi, perhitungan pajak dapat di lakukan berdasarkan pendapatan bersih dari bisnis rental mobil.

Jika usaha Anda tidak berbentuk badan hukum, tetapi memiliki omzet dalam satu tahun tidak lebih dari Rp. 4,8 miliar, Anda bisa menggunakan metode Norma Penghitungan Laba Bersih (NPPN). Metode NPPN adalah menghitung estimasi persentase laba bersih sesuai dengan peraturan pemerintah.

Kewajiban Pajak Penghasilan Pasal 21 Atas Pajak Usaha Sewa Kendaraan

Selain Pajak Badan, jenis pajak yang harus di bayar oleh pemilik usaha persewaan mobil mengacu pada PPh Pasal 21.

Sesuai dengan ketentuan PPh Pasal 21, pemilik usaha wajib menyetorkan pajak atas penghasilan yang di berikan kepada pegawai berupa gaji, honorarium, bonus, THR yang tidak melebihi penghasilan pokok.

Pajak Penghasilan Pasal 21 wajib di hitung, di setor, dan di laporkan setiap bulan.

Kewajiban PPN atas Pajak Sewa Mobil

Pajak berikutnya yang harus di bayar adalah Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Jasa sewa mobil yang di berikan kepada konsumen di kenakan Pajak Pertambahan Nilai apabila omzet yang di terima dalam satu tahun lebih dari Rp. 600 juta dan telah di kukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP).

Konsekuensi sobat DConsulting Anda sebagai Pengusaha Kena Pajak adalah Anda harus membuat Faktur Pajak. Dan menyertakan PPN 10% atas layanan yang akan di berikan oleh pengusaha.

Kewajiban PBB atas Pajak Usaha Sewa Mobil

Pemanfaatan bumi dan bangunan untuk kepentingan usaha akan di kenakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Pajak atas bumi dan atau bangunan di kenakan tarif 0,5% dari nilai jual objek pajak di kurangi nilai jual objek pajak tidak kena pajak.

Kewajiban Pajak Kendaraan Bermotor dari Pajak Sewa Kendaraan

Kendaraan bermotor sebagai sarana utama usaha Anda di kenakan pajak kepemilikan kendaraan bermotor. Ketentuan pajak berbeda untuk setiap daerah. Pajak Kendaraan Bermotor yang terutang biasanya tercantum pada STNK. Untuk informasi lebih lengkap bisa juga menanyakan layanan di Kantor Samsat terdekat.

Itu lah lima jenis pajak yang harus di bayar pemilik usaha rental mobil.

Jika Anda sudah memiliki usaha persewaan mobil atau baru memulai membangun usaha. Sebagai wajib pajak sebaiknya Anda membuat laporan pajak atas usaha persewaan mobil yang Anda miliki. Jika masih bingung, Anda bisa menonton video berikut ini untuk penjelasan lebih lengkap dan detail.


Tags

akuntansi, arus kas, bayar pajak, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, karyawan, kena pajak, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, lapor pajak, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, modal


You may also like

1300 Cabang di 9 Negara, Simak Rahasia Sukses Kebab Turki Baba Rafi

5 Tips Mengelola Keuangan Bisnis Pasca Pandemi COVID-19

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top
Jakarta OfficeSurabaya OfficeInstagramFacebookYouTube