Juli 21

0 comments

Mengenal Apa Itu Rekonsiliasi Fiskal Terhadap Perpajakan

Apa itu rekonsiliasi fiskal? Rekonsiliasi fiskal adalah istilah yang berkaitan dengan laporan keuangan suatu perusahaan. Pada dasarnya setiap perusahaan tentunya membutuhkan laporan keuangan agar dapat mengelola dan mengontrol keuangan dengan lebih mudah.

Laporan keuangan memiliki peranan penting karena memuat segala informasi seputar kondisi keuangan perusahaan secara keseluruhan.

Dalam laporan keuangan yang tercantum pada rekonsiliasi fiskal memerlukan koreksi, dan merupakan kegiatan untuk mengetahui besarnya pajak penghasilan. Nantinya wajib pajak akan laporkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku di Indonesia.

Mengingat istilah ini erat kaitannya dengan pajak penghasilan, tentu sangat penting untuk memahaminya. Sayangnya, istilah rekonsiliasi fiskal masih cukup umum bagi sebagian orang. Untuk lebih memahaminya, mari simak ulasan rekonsiliasi fiskal berikut ini.

Pengertian Rekonsiliasi Fiskal

Mengenal Apa Itu Rekonsiliasi Fiskal Terhadap Perpajakan

Rekonsiliasi fiskal adalah cara untuk merekonsiliasi perbedaan dalam laporan keuangan komersial berdasarkan sistem keuangan akuntansi dengan sistem fiskal.

Laporan keuangan ini umumnya tersusun berdasarkan standar akuntansi keuangan yang berlaku di Indonesia, biasanya belum tentu sama dan sesuai dengan peraturan/ketentuan perpajakan yang berlaku.

Sedangkan dalam perpajakan, rekonsiliasi fiskal ini berguna untuk menyusun laporan keuangan perusahaan sesuai dengan peraturan fiskal, kemudian akan berguna sebagai dasar pembuatan SPT penghasilan perusahaan.

Rekonsiliasi fiskal yang terdapat dalam perpajakan memang berupa lampiran pada SPT Tahunan PPh Badan yang memuat penyesuaian antara laba rugi komersial yang terhitung sebelum pajak dan laba atau rugi yang telah masuk perhitungan dengan ketentuan perpajakan, yang tersusun secara keseluruhan pengeluaran atau beban dan pendapatan.

Jenis-Jenis Koreksi Fiskal

Merupakan koreksi penghitungan pajak yang terjadi karena perbedaan pengakuan metode, manfaat, dan umur dalam perhitungan laba secara komersial atau secara fiskal.

BACA JUGA:  Pajak Konsultan: Menghitung dan Melaporkan Pajak Atas Konsultasi

Koreksi fiskal terbagi menjadi 2 yaitu koreksi fiskal positif dan koreksi fiskal negatif.

1. Koreksi Fiskal Positif

Merupakan koreksi yang biasa perusahaan lakukan dengan tujuan untuk melakukan perbaikan dalam pencatatan pendapatan atau pendapatan. Terdapat biaya yang berpengaruh terhadap peningkatan jumlah biaya bagi perusahaan khususnya sebagai wajib pajak. Dalam fiskal yang positif terjadi pembagian keuntungan atau pendapatan. Laba atau penghasilan yang masuk akan kena pajak dan berikut ini adalah contoh rekonsiliasi pajak positif:

  • Ada sanksi administratif berupa denda.
  • Ada biaya untuk kepentingan pribadi Wajib Pajak.
  • Donasi dan hibah.
  • Premi asuransi kesehatan.
  • Asuransi beasiswa.
  • Penghargaan untuk memberikan pekerjaan.
2. Koreksi Fiskal Negatif

Kemudian jenis kedua adalah koreksi fiskal negatif. Hal ini merupakan koreksi negatif terhadap fiskal dengan tujuan untuk melakukan perbaikan, namun hasil yang masuk mengurangi besarnya biaya pajak sehingga jadi lebih ringan.

Misalnya, ada perbedaan penyusutan atau amortisasi fiskal nominal. Penyusutan aset perusahaan berupa aset bangunan dan non bangunan. Setelah itu, aset akan terpilih sesuai dengan jenis dan bentuknya dalam daftar pajak, yang harus perusahaan laporkan kepada Direktur Jenderal Pajak.

Teknik Pada Rekonsiliasi Fiskal

Jika sudah memahami dengan baik jenis koreksi fiskal, maka perlu juga untuk mengetahui tentang teknik rekonsiliasi fiskal. Berikut ini adalah teknik-tekniknya:

  • Suatu penghasilan diakui berdasarkan akuntansi tetapi tidak diakui berdasarkan fiskal, maka rekonsiliasi dapat dilakukan dengan mengurangkan jumlah penghasilan dari pendapatan menurut akuntansi, yang artinya mengurangi laba menurut akuntansi.
  • Pendapatan tidak diakui menurut akuntansi tetapi diakui menurut fiskal, maka rekonsiliasi dilakukan dengan menambahkan jumlah pendapatan dengan pendapatan menurut akuntansi, yang berarti meningkatkan laba menurut akuntansi.
  • Suatu biaya atau beban diakui menurut akuntansi tetapi tidak diakui sebagai pengurang penghasilan bruto menurut fiskal, maka rekonsiliasi dilakukan dengan cara mengurangkan jumlah biaya atau beban dari biaya menurut akuntansi, yang berarti menambah laba menurut perhitungan akuntansi.
  • Biaya atau beban tidak diakui menurut akuntansi tetapi diakui sebagai pengurang penghasilan bruto menurut fiskal, maka rekonsiliasi dilakukan dengan menambahkan jumlah biaya atau beban tersebut ke dalam biaya menurut akuntansi yang berarti mengurangi laba menurut akuntansi.
BACA JUGA:  Pajak Bisnis Outsourcing : Memahami Pajak yang Harus Dibayarkan

Koreksi fiskal erat kaitannya dengan penyusunan dan penghitungan pajak yang terutang selama satu tahun, khususnya bagi wajib pajak badan. Oleh karena itu, pemahaman tentang rekonsiliasi fiskal ini sangat penting, terutama untuk mempermudah pengisian SPT PPh Badan.


Tags

akuntansi, arus kas, bayar pajak, biaya, bisnis, bisnis online, bisnis untung, cafe, cara, finance, franchise, grosir, harga, jurnal, karyawan, kena pajak, keuangan, keuntungan, kuliner, laba rugi, lapor pajak, laporan, laporan keuangan, mengatur keuangan, modal


You may also like

Ingin Penjualan Lancar? Ketahui Apa Itu Segmen Pasar!

Ingin Penjualan Lancar? Ketahui Apa Itu Segmen Pasar!

Usaha Bidang Keuangan? Wajib Tahu Apa Itu Otoritas Jasa Keuangan

Usaha Bidang Keuangan? Wajib Tahu Apa Itu Otoritas Jasa Keuangan
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You might also like

Top

WEBINAR GRATIS!!

3 Langkah Menyusun SOP Untuk Membangun Bisnis Autopilot

Hari
Jam
Menit
Detik